Pasar OTT di Indonesia Diprediksi Meningkat

First Media perkenalkan teknologi 4K Ultra HD. (Foto : Istimewa/Youngsters.id)

youngster.id - Jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahunnya. Hal ini dikuatkan oleh hasil riset lembaga riset international Emarketer yang memprediksi jumlah pengguna internet di Indonesia sekitar 102,8 juta jiwa di tahun 2016. Dan akan mengalami peningkatan sekitar 123 juta jiwa di tahun 2018.

Hal itu menimbulkan rasa optimis di kalangan penyedia layanan telekomunikasi dan multimedia terintegrasi. Desmond Poon, CTO, PT Link Net Tbk. (First Media), penyedia layanan telekomunikasi dan multimedia terintegrasi pertama di Indonesia mengatakan, pasar layanan Over-The Top (OTT) di Indonesia akan terus mengalami peningkatkan untuk memenuhi kebutuhan generasi millenial yang haus dengan konten-konten informatif.

“Kami yakin peningkatan investasi dalan infrastruktur dan konektivitas akan mendukung pertumbuhan layanan OTT,” kata Desmond dalam dalam keterangan pers Jumat (2/9/2016).

Menurut dia, ekonomi dan infrastruktur menjadi dua faktor utama pendukung pertumbuhan layanan OTT. Dari segi infrastruktur, pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan. Saat ini masyarakat Indonesia tidak hanya bisa merasakan jaringan 3G, namun sudah bisa merasakan internet super cepat di jaringan 4G. Selain itu, para operator memperluas cakupan layanan broadband, dan hadirnya layanan internet Unlimited seperti BOLT! memberikan pelanggan pengalaman lebih baik dalam menikmati layanan OTT.

Sementara data dari Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016 diproyeksikan meningkat 5,2% ”“ 5,6% dan peningkatan ini akan terus berlanjut hingga tahun 2017 ”“ 2019 di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami peningkatan sebesar 6,0% sampai 6,5%.

“Untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen yang terus meningkat akan konten media dan hiburan terutama saat dalam perjalanan, para operator harus terus melakukan inovasi dalam hal teknologi. Salah satu strateginya adalah dengan berinvestasi dalam teknologi baru OTT dan Internet of Things (IoT) yang akan melengkapi layanan TV saat ini,” ungkap Desmond.

First Media, merupakan penyedia layanan internet dan TV berbayar, menawarkan paket bundling TV berbayar, OTT dan layanan broadband .

“Kekuatan kami terletak pada kemampuan kami untuk menyediakan layanan yang terintegrasi bagi para pelanggan. Selain memperkaya layanan TV tradisional dengan menawarkan layanan Personal Video Recorder (PVR), Video on Demand (VOD) dan Catch-up TV, kami juga menyediakan layanan OTT seperti aplikasi berbasis Android, termasuk YouTube, aplikasi Google, gamesdan pencarian melalui suara dengan menggunakan set-top box yang sama,” ujar Desmond Poon

Dengan persaingan di pasar layanan video OTT yang cukup ketat, operator harus lebih cepat dalam mengamati tren baru, memahami dan menganalisis kebiasaan menonton konsumen dan pilihan gadget mereka agar dapat tetap berada dalam barisan terdepan dan meraih kesuksesan dalam layanan multiplatform.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version