Jumat, 2 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Penyelenggara Telekomunikasi Dituntut Mengejar Teknologi, Tapi Tersandung Regulasi

11 Juni 2024
in News
Reading Time: 2 mins read
XL Axiata

Trafik Data XL Axiata Naik 15% Selama Libur Akhir Tahun 2023 (Foto: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Penyelenggara telekomunikasi didesak untuk terus memberikan layanan terbaik, terutama dalam hal kecepatan internet dan layanan digital. Untuk itu para operator terus mengikuti perkembangan teknologi terkini. Namun langkah ini terkendala berbagai regulasi yang ada.

Hasil dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS 2022, menunjukkan sebanyak 66% masyarakat Indonesia telah mengakses internet. Namun hal ini ternyata tidak berbanding lurus dengan layanan terutama dalam kecepatan internet. Indonesia berada di peringkat 101 dari 141 negara untuk kecepatan internet mobile tertinggi di Januari 2024. Posisinya turun 4 peringkat dibandingkan periode sebelumnya. Bahkan, Indonesia berada di urutan terakhir untuk kecepatan internet fixed-broadband, yakni di peringkat 126 dari 181 negara. Kalah jauh jika dibandingkan dengan negara ASEAN lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Brunei, Laos, Kamboja, dan Filipina.

Baca juga :   Dua Inisiatif Viu untuk Dukung Ekonomi Kreatif Indonesia

Untuk itu penyelenggaraan telekomunikasi di Indonesia terus berupaya meningkatkan layanan. “Sebagai penyelenggaraan telekomunikasi kami akan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk bisa meningkatkan layanan kepada masyarakat. Namun ada sejumlah tantangan besar baik dalam investasi maupun regulasi pemerintah,” ungkap Marwan O Baasir Chief Corporate Affairs XL Axiata dalam diskusi bersama media, Senin (11/6/2024) di Jakarta.

Menurut Marwan yang juga Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), sejauh ini penyelenggara telekomunikasi dalam negeri telah mengeluarkan investasi bernilai triliunan rupiah untuk menyediakan akses internet ke berbagai daerah tanah air. Seperti XL Axiata yang saat ini telah memperluas jaringan 4G di kawasan Sulawesi dan telah menjangkau lebih dari 1.900 desa/kelurahan, dan 805 kecamatan di 108 kota/kabupaten, serta enam provinsi.

Baca juga :   Risk & Control Forum, Bangun Keamanan Cyber di Industri Telekomunikasi

Selain itu, XL Axiata telah bermitra dengan Ericsson untuk menerapkan solusi dual-mode 5G Core, yang akan memperkuat upayanya dalam mewujudkan transformasi jaringan di seluruh Indonesia. Dual-mode 5G core Ericsson akan menggabungkan layanan 4G dan 5G XL Axiata ke dalam suatu jaringan inti yang terintegrasi penuh, serta berbasis kontainer dan cloud-native. Solusi ini akan menjadikan jaringan lebih tahan lama dan mengurangi biaya yang terkait dengan jaringan inti seiring dengan diluncurkannya konektivitas dan layanan baru kepada pelanggan.

Menurut Marwan tentu investasi teknologi ini tidak murah. Sementara disisi lain operator masih harus menanggung regulator charge yang mencapai 12%. “Dengan beban yang besar itu sulit untuk memenuhi permintaan pemerintah agar kecepatan internet naik 100mbps tanpa ada kenaikan harga, ” ujarnya.

Baca juga :   TokoPandai Terpilih Jadi Fintech Innovatif di IMF-WorldBank Summit 2018

Berdasarkan data lembaga pemantau kecepatan internet dunia Ookla, XL memiliki kecepatan download atau penguduhan di 20,77 Mbps, dibawah Telkomsel yang meraih 31,14 Mbps (2023)m Sementara rata-rata pengguna internet di RI menghabiskan waktu 7 jam 38 menit dalam satu hari untuk menjelajahi dunia maya.

Tantangan lain adalah kehadiran layanan Direct to Sell Starlink yang berpengaruh pada ekosistem bisnis telekomunikasi.

“Pemerintah perlu mengatur hal ini. Kalau bikin aturan harus ada public consultation, setelah itu tanggapan semua pihak. Ini kan industri ratusan triliun bukan industri yang ecek-ecek dibangun puluhan tahun,” ungkapnya.

Sebagai informasi Direct-to-Cell memungkinkan pengguna bisa melakukan layanan langsung di HP. Mulai dari berkirim pesan, telepon, hingga berselancar internet.

 

 

STEVY WIDIA

Tags: Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI)kecepatan internetPT XL Axiata Tbk (XL Axiata)telekomunikasi
Previous Post

Fintech JULO Targetkan Salurkan Pinjaman Sebesar US$650 Juta di 2024

Next Post

Dua Program Inisiatif OYO Efektif Berikan Lonjakan Pada Peringkat Penilaian Pelanggan

Related Posts

komdigi
Headline

Cegah Kejahatan Siber, Implementasi Registrasi SIM Card Berbasis Biometrik Face Recognition Segera Berlaku

17 Desember 2025
0
Pemerintah Tegaskan Kuota Internet Hangus Tidak Langgar Regulasi
News

Pemerintah Tegaskan Kuota Internet Hangus Tidak Langgar Regulasi

17 Juli 2025
0
Telkomsel Perkaya Ekosistem Maxstrem Dengan Gandeng Mola TV
News

ATSI Nyatakan Transaksi Kuota Internet Sudah Sesuai Aturan

13 Juni 2025
0
Load More
Next Post
properti OYO

Dua Program Inisiatif OYO Efektif Berikan Lonjakan Pada Peringkat Penilaian Pelanggan

Program TRANSFORM-Alner

Program TRANSFORM-Alner Berdayakan 675 UMKM Penggerak Gaya Hidup Belanja Refill

Yandex YaFSDP

Yandex Memperkenalkan Alat Pelatihan Pembelajaran Mesin Model LLM YaFSDP

Discussion about this post

Recent Updates

Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Bang Jamin

Insurtech Bang Jamin Kantongi Rp65 Miliar dari Putaran Pendanaan pra-Seri A

17 Juli 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version