Jumat, 22 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Pertumbuhan Bisnis Online Mulai Gerus Bisnis Offline

10 Juni 2016
in News
Reading Time: 2 mins read
Pertumbuhan Bisnis Online Mulai Gerus Bisnis Offline

Mall di Dubai. (Foto : ilustrasi/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perkembangan belanja online telah mempengaruhi pertumbuhan usaha ritel yang dijalankan secara offline. Tidak hanya pelaku usaha, kondisi tersebut juga berdampak pada menurunnya pertumbuhan bisnis penyewaan tempat perbelanjaan ritel offline seperti mall.

Demikian diungkapkan Ketua Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, belum lama ini di Jakarta,. Menurutnya, bisnis online saat ini masih di bawah 1% dan diprediksi akan tumbuh 3% dalam waktu dekat.

Namun sebelum itu terjadi, pelaku usaha pusat perbelanjaan perlu melakukan beragam inovasi untuk menciptakan experience agar orang lebih suka berbelanja secara offline.

Faktor lain yang membuat bisnis offline semakin tertekan adanya kebijakan wajib lapor bagi pemakai kartu kredit. Hal itu justru akan menurunkan orang dalam memakai kartu kredit karena tidak mau terdeteksi telah melakukan belanja apa saja.

Penasehat Hippindo, Handaka Santosa menambahkan, pertumbuhan bisnis penyewaan sejak tahun 2015 telah mengalami penurunan dari target yang diharapkan. Pada tahun tersebut sebelumnya pertumbuhan diprediksi mencapai 20%, tapi ternyata hanya tercapai single digit. Bahkan target tahun 2016 diperkirakan hanya akan tumbuh 8% saja.

“Kalau dilihat dari jumlah penyewa sebenarnya flat, tapi kalau dilihat dari inflasi seharusnya valunenya tumbuh, tapi ini ternyata turun,” ungkap Handaka.

Untuk keluar dari kondisi tersebut, dengan Hippindo akan menciptakan pusat perbelanjaan tidak hanya sekedar berjualan, tapi juga menciptakan eksperience bagi pembelinya, sehingga masih konsumen kembali retailer offline di pusat-pusat perbelanjaan untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan.

“Dan yang mesti diingat, pentingnya retailer 60% pertumbuhan ekonomi didrive dari konsumsi domestik. Ekperience dalam berbelanja, para retailer bukan melulu berjualan, tapi juga menciptakan ekperience,” tegas Handaka.

Menurut Budiharjda, berdirinya Hippindo diharapkan menjadi solusi kepada para penyewa agar usahanya tetap ramai. Hippindo nanti akan mengumpulkan data kenapa orang mulai enggan berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan.

Hippindo resmi berdiri pada 8 Juni 2016 dengan anggota lebih kurang 800.000 tenaga kerja. Asosiasi ini melibatkan beberapa pelaku ritel seperti, Hammer, Pojok Busana, Marco Group, Hero Group, Kawan Lama, Johnny Andrean, Boga Group, Delami Brands, MAP, Buccheri, Indahtex Group, Erafone, Yongki Komaladi, Ranch Market, Hoha Hoka Bento, Funworld, dan Sunny Side Up.

“Dengan melibatkan semua pihak terkait kita akan mendapatkan gambaran lengkap mengenai apa yang terjadi dan langkah-langkah apa yang sebaiknya dilakukan oleh masing-masing pihak tersebut untuk bisa memajukan usaha di pusat perbelanjaan,” urai Budihadjo.

STEVY WIDIA

Tags: bisnis offlinebisnis onlineHimpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo)mallRitel
Previous Post

Kemenpar Akan Gelar Festival Cross Border

Next Post

Aplikasi Sensor Porno dari IPB

Related Posts

Pendapatan Blibli
Digital Business

Pendapatan Blibli Meroket 67% di Kuartal I-2026, Strategi Omnichannel Jadi Penopang Utama

5 Mei 2026
0
Hypefast menuju IPO
Digital Business

Laba Bersih Meroket 300%, Hypefast Perkuat Fundamental Menuju IPO 2027

4 Mei 2026
0
Erajaya Digital Perkuat Jaringan Ritel  Hingga Ke Luar Jawa
News

Erajaya Digital Perkuat Jaringan Ritel Hingga Ke Luar Jawa

1 Juni 2024
0
Load More
Next Post
Aplikasi Sensor Porno dari IPB

Aplikasi Sensor Porno dari IPB

GandengTangan.org Hadir Dalam Format Digital Versi 2.0

GandengTangan.org Hadir Dalam Format Digital Versi 2.0

The Enthusiast Zone Festival 2016

The Enthusiast Zone Festival 2016

Discussion about this post

Recent Updates

Tenable Hexa AI Cybersecurity

Tenable Luncurkan Tenable Hexa AI, Otomatisasi Mitigasi Risiko Keamanan Siber Secepat Kilat

22 Mei 2026
ITSEC Asia Fx iroos

ITSEC Asia Dukung Firoos, Remaja 14 Tahun yang Temukan Celah Keamanan Global

22 Mei 2026
Muslim AI Companion HASAN VC

Startup Muslim AI Companion Amankan Investasi Perdana dari HASAN.VC

22 Mei 2026
Investasi Cloud dan AI Amazon Indonesia

Amazon Kucurkan Rp528 Triliun untuk Infrastruktur Cloud dan AI di Indonesia serta Asia Tenggara

22 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Tenable Hexa AI Cybersecurity

Tenable Luncurkan Tenable Hexa AI, Otomatisasi Mitigasi Risiko Keamanan Siber Secepat Kilat

22 Mei 2026
ITSEC Asia Fx iroos

ITSEC Asia Dukung Firoos, Remaja 14 Tahun yang Temukan Celah Keamanan Global

22 Mei 2026
Muslim AI Companion HASAN VC

Startup Muslim AI Companion Amankan Investasi Perdana dari HASAN.VC

22 Mei 2026
Investasi Cloud dan AI Amazon Indonesia

Amazon Kucurkan Rp528 Triliun untuk Infrastruktur Cloud dan AI di Indonesia serta Asia Tenggara

22 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version