Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Perusahaan TI Incar Agribisnis

8 Mei 2017
in News
Reading Time: 1 min read
Industri Internet Bisa Meraih US$ 1 Juta di 2020

Regi Wahyu , CEO Dattabot (kiri) dan Wayah Suroto, Digital Leader for Indonesia, General Electric (GE) (kanan). (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pasar agribisnis adalah industri ini yang tetap tumbuh di pasar domestik. Para pebisnis digital kini mulai melirik industri ini.

Salah satunya General Electric yang menjalin kerjasama dengan Dattabot, mengembangkan aplikasi khusus bidang agribisnis yang bernama Hara. Lewat kolaborasi dua perusahaan ini, Hara diklaim bisa mengumpulkan data agribisnis atau pertanian yang bisa dimanfaatkan perusahaan bidang ini.

Menurut Regi Wahyu, Chief Executife Officer (CEO) Dattabot, pihaknya ingin pengusaha agribisnis di Indonesia memanfaatkan data yang disediakan untuk pengembangan bisnis.

“Intinya membuat data agrikultur yang terintegrasi demi produktivitas,” tuturnya, dalam keterangan pers, baru-baru ini di Jakarta.

Lewat aplikasi ini, menurut Regi, perusahan pertanian akan dapat memanfaatkan lahan supaya bisa menghasilkan panen yang optimal. Selain itu, pengelola agribisnis juga bisa mempelajari cuaca berdasarkan data Hara. Sehingga bisa menerapkan langkah mengembangkan bisnis pertanian. Ia juga mengklaim, dengan aplikasi tersebut, produktivitas agrikultur bisa terdongkrak antara 27%-80%.

Baca juga :   Blibli Gandeng Park Seo Jun Sebagai International Brand Ambassador

Selain Hara ada lagi Soltius Cloud, yakni layanan penyimpanan komputasi awan (cloud storage) yang menyasar segmen industri pengemasan produk konsumer dan perkebunan. Soltius merupakan platform berbasis SAP/S4/Hana. Aplikasi ini bisa melayani beberapa produk seperti minyak sawit, gula sera karet.

Ketut S. Kamayana, Chief Executive Officer PT Soltius Indonesia mengklaim, aplikasi tersebut bisa menghemat perusahaan perkebunan, lantaran tidak perlu memikirkan belanja modal. Jadi, tinggal fokus ke biaya operasional saja. “Modelnya pay as you go, jadi lebih murah dibandingkan belanja modal yang besar di muka,” kata dia.

Hingga kini, produk cloud salah satu entitas anak Metrodata Group ini sudah melayani 345.000 pelanggan secara global. Para pebisnis bisa berlangganan secara sewa.

Baca juga :   Logtan, Aplikasi Digital Pertanian dari Telkom

STEVY WIDIA

Tags: DattabotGeneral Electricpasar agribisnisPT Soltius Indonesia
Previous Post

Startup Masih Kesulitan Akses Modal

Next Post

Industri Data Center RI Jamin Data Pelanggan Aman

Related Posts

Tigaraksa Satria
News

Soltius Dorong Transformasi Digital di Tigaraksa dengan Solusi SAP

7 Januari 2025
0
GE Ajak Mahasiswa Sedunia Pecahkan Misi Tak Mungkin
News

GE Ajak Mahasiswa Sedunia Pecahkan Misi Tak Mungkin

9 Mei 2017
0
Industri Internet Bisa Meraih US$ 1 Juta di 2020
News

Industri Internet Bisa Meraih US$ 1 Juta di 2020

17 November 2016
0
Load More
Next Post
Industri Data Center RI Jamin Data Pelanggan Aman

Industri Data Center RI Jamin Data Pelanggan Aman

Tokopedia Pasarkan Produk UKM DKI Jakarta

Tokopedia Pasarkan Produk UKM DKI Jakarta

LIPI Kirim Peneliti Muda ke Ajang Intel ISEF di Amerika Serikat

LIPI Kirim Peneliti Muda ke Ajang Intel ISEF di Amerika Serikat

Discussion about this post

Recent Updates

Bank Raya

Bank Raya Perkuat Digitalisasi UMKM Lewat Program Cluster Usaha di 23 Kota Indonesia

13 Februari 2026
Tim Labmino dan RunSight

Inovasi RunSight Berbasis AI Antar Tim Universitas Indonesia Jadi Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador

13 Februari 2026
Krom Bank

Krom Bank Dorong Literasi Keuangan 2026, Tekankan Peran Bank Digital sebagai Solusi Finansial Modern

13 Februari 2026
Anthropic

Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar Usai Raih Pendanaan Raksasa Seri G

13 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Bank Raya

Bank Raya Perkuat Digitalisasi UMKM Lewat Program Cluster Usaha di 23 Kota Indonesia

13 Februari 2026
Tim Labmino dan RunSight

Inovasi RunSight Berbasis AI Antar Tim Universitas Indonesia Jadi Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador

13 Februari 2026
Krom Bank

Krom Bank Dorong Literasi Keuangan 2026, Tekankan Peran Bank Digital sebagai Solusi Finansial Modern

13 Februari 2026
Anthropic

Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar Usai Raih Pendanaan Raksasa Seri G

13 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version