youngster.id - Generasi Z dan Milenial adalah tren setter industri kuliner. Menariknya mereka tidak hanya mengonsumsi makanan untuk kebutuhan biologis, tetapi juga sebagai sarana ekspresi gaya hidup dan identitas sosial. Hal ini mendorong Indomie mengangkat kreativitas kuliner yang tengah viral dan popular di kalangan generasi muda ke dalam lini produk Hype Abis.
Senior Brand Manager Indomie PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Cherie Anisa Nuraini mengatakan, lini produk Indomie Hype Abis yang terinspirasinya itu datang dari trend-trend kuliner yang lagi muncul di masyarakat. Inovasi terbaru adalah varian mie nyemek yang bersumber dari pelaku usaha Warmindo legendaris. Yakni Bang Agem, pionir Mi Nyemek ala Banglahdes’e dari Warmindo Agem Senyum Ketawa, Medan yang viral. Serta Ibu Siti Artani, pencipta resep Mie Nyemek dari Warmindo Mie Nyemekee Bu Siti, Yogyakarta.
“Kami percaya bahwa kreativitas kuliner masyarakat merupakan fondasi strategis yang mampu menyatukan dan menginspirasi lahirnya kolaborasi yang lebih besar. Lewat ini kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama merayakan semangat inovasi dalam
kolaborasi, sekaligus mengangkat kreasi mi nyemek khas Warmindo menjadi sensasi nasional,” kata Cherie pada gelar Indomie Nyemek on The Block’ Jumat (13/2/2026) di Lobi Piazza, Mall Gandaria City, Jakarta.
Menurut Cherie, kolaborasi dengan kedua pelaku usaha ini sudah berlangsung sejakp ertengahan 2025. Hasilnya adalah varian mie nyemek ala Banglahdes’e dan mie nyemekee Bu Siti dari Yogyakarta.
“Mie nyemek adalah menu yang berkembang pesat di dunia kuliner Warmindo. Tekstur nyemek khas Warmindo dengan kuah kental dan rasa nendang kini hadir dalam format instan yang praktis.Melalui inovasi ini kami ingin terus memposisikan diri sebagai trendsetter yang terus relevan di industri kuliner nasional, ” ungkapnya.
Sementara itu Agem mengatakan, kolaborasi ini bisa ikut membantu para pelaku UMKM kuliner untuk naik kelas.
“Saya nggak nyangka, sensasi mi nyemek ala Banglahdes’e yang dulu cuma ada di Warmindo, sekarang bisa jadi sensasi kuliner yang dinikmati banyak orang. Itu rasanya bangga banget, seperti saya bisa naik kelas,” ucapnya.
Senada Siti, juga merasa senang ikut serta dalam kolaborasi ini.
“Saya senang menu Warmindo saya bisa diangkat jadi sesuatu yang lebih luas, tanpa kehilangan ciri khasnya. Semoga makin banyak orang bisa merasakan nyemek ala Jogja dengan cara yang lebih praktis, sekaligus menginspirasi lebih banyak pelaku kuliner untuk percaya diri dengan kreasi mereka,” ucapnya.
Varian baru ini menambah ragam Indomie Hype Abis yang sebelumnya ada ayam geprek dan seblak jeletot.
“Bagi Indomie, inspirasi kuliner lokal selalu menjadi bagian penting dari perjalanan inovasi kami. Lebih dari sekadar inovasi rasa, dua varian Indomie Hype Abis Mi Nyemek juga menjadi wujud apresiasi terhadap kultur Warmindo dan bentuk nyata komitmen Indomie dalam mendukung UMKM yang hidup dan berkembang bersama masyarakat”, tutup Cherie.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post