Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Populix: 45% Mahasiswa Indonesia Nekat Manipulasi Data Skripsi Agar Lulus

29 Desember 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
mahasiswa Indonesia

Populix: 45% Mahasiswa Indonesia Nekat Manipulasi Data Skripsi Agar Lulus (Foto: Ilustrasi/Dok. youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Skripsi merupakan salah satu syarat akhir bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar Sarjana di Indonesia. Pengerjaan skripsi sendiri bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah secara sistematis, menggunakan teori yang sudah dipelajari di bangku perkuliahan. Pada akhirnya, hasil penelitian skripsi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan Tanah Air.

“Skripsi merupakan salah satu bentuk tugas akhir dan syarat kelulusan yang masih banyak diterapkan di perguruan tinggi di Indonesia. Dalam prosesnya, pengumpulan data skripsi seringkali menjadi kendala terbesar yang mempersulit mahasiswa tingkat akhir dalam melakukan penelitian. Kendala ini bisa menghambat peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia karena berpotensi menimbulkan kecurangan-kecurangan demi menyelesaikan tugas akhir tersebut,” ungkap Jonathan Benhi, Co-Founder dan CTO Populix, Jum’at (29/12/2023).

Melalui survei singkat lewat PopPoll pada tanggal 28 November – 12 Desember 2023, Populix menemukan bahwa banyak mahasiswa Indonesia yang kesulitan dalam mengumpulkan data skripsi (26%), kurang pendampingan dari dosen pembimbing (22%), dan mengalami kesulitan dalam menganalisa data (17%).

Baca juga :   Telkom dan KB Financial Group Sepakat Luncurkan Centauri Fund

Oleh karena itu, Bab 3: Metode Penelitian (33%) dan Bab 4: Hasil Penelitian (29%) menjadi bagian yang paling lama dikerjakan, karena membutuhkan proses pengumpulan data yang ekstensif dan analisa mendalam terhadap hasil temuan.

Secara khusus dalam hal pengumpulan data, beberapa masalah yang sering dialami mahasiswa meliputi responden tidak sesuai dengan kriteria (33%), sulit dalam menentukan responden (23%), responden yang kurang banyak (17%), kesulitan menargetkan responden yang diluar kota (14%), dan tidak tahu kemana mereka dapat menyebarkan kuesioner (12%).

Sementara itu, kurangnya penguasaan terdahap materi skripsi dan validitas data menjadi dua alasan terbesar ketakutan terbesar para mahasiswa dalam menghadapi sidang skripsi. Sebanyak 42% responden menyatakan bahwa mereka takut tidak dapat menjawab pertanyaan dosen penguji saat sidang skripsi, 26% responden takut mendapatkan dosen penguji yang kritis, dan 11% responden takut dengan skripsi karena data mereka tidak valid.

Baca juga :   GudangAda Luncurkan Aplikasi Manajemen Toko Terintegrasi Untuk Pedagang Tradisional

Karena kendala-kendala dalam proses pengerjaan skripsi dan ketakutan mereka dalam menghadapi sidang skripsi tersebut, survei kami mengungkap bahwa tidak sedikit mahasiswa yang nekat melakukan berbagai kecurangan demi menyelesaikan skripsi dan memperoleh gelar Sarjana.

Kecurangan-kecurangan yang paling sering dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir adalah memanipulasi data (45%), menggunakan jasa joki skripsi (26%), meniru skripsi orang lain (16%) dan mengambil judul skripsi orang lain (24%).

“Proses pengumpulan data menjadi sebuah tantangan bagi para mahasiswa, padahal tingkat validitas dan realibilitas data merupakan kunci untuk mendapatkan data yang berkualitas,” kata Jonathan.

Memahami tantangan dalam proses pengumpulan data tersebut, menurut Jonatha, Populix berupaya untuk menyederhanakan proses pengumpulan data bagi para mahasiswa melalui platform survei online Poplite.

Baca juga :   Populix: 82% Pengguna Internet Indonesia Pernah Terpapar Iklan Judi Online

Lewat Poplite, para mahasiswa dapat dengan mudah menentukan responden dan menyebarkan kuisioner sesuai dengan target penelitan mereka. Dengan begitu, hasil penelitian pun dapat menjadi referensi tepat dalam membuat rekomendasi dan pengambilan keputusan.

Poplite merupakan sebuah platform survei online dengan lebih dari 500.000 panel responden yang mencakup berbagai segmen demografis dan geografis di seluruh Indonesia. Saat ini, Populix telah bekerja sama dengan lebih dari 10 perguruan tinggi di Indonesia untuk menyediakan platform Poplite bagi penelitian para civitas akademika.

“Melalui platform Poplite, Populix berkomitmen untuk memanfaatkan kekuatan teknologi dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian, memudahkan peneliti dalam menemukan responden yang tepat,  serta mengumpulkan data dan wawasan yang relevan secara mandiri,” tutup Jonathan.

 

STEVY WIDIA

Tags: mahasiswa IndonesiaManipulasi Data SkripsiPopulix
Previous Post

Memanfaatkan Teknologi Artificial Intelligence untuk Bantu Analisa Risiko

Next Post

Grup MIND ID Dorong UMK Naik Kelas

Related Posts

generasi MZ
BIZTECH

Populix Ungkap Faktor Baru Penentu Relevansi Brand bagi Gen MZ di 2026

10 Desember 2025
0
pemutusan hubungan kerja (PHK)
BIZTECH

Populix dan KitaLulus: 80% Pekerja Nilai Proses PHK Masih Tidak Manusiawi

27 November 2025
0
podcast
ANALYZE

Populix: Kini, Konten Podcast Berbentuk Video Lebih Disukai Masyarakat

9 September 2025
0
Load More
Next Post
MIND ID

Grup MIND ID Dorong UMK Naik Kelas

Pupuk Kaltim (PKT)

Upaya PKT dalam Menjalankan Bisnis Berkelanjutan yang Bermanfaat bagi Lingkungan

Harbolnas

Harbolnas 2023, Penjualan Produk FMCG Bukukan Rp279 Miliar

Discussion about this post

Recent Updates

XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version