Ralali Garap e-Commerce B2B

Ralali.com garap e-commerce B2B (Foto: Istimewa/Youngster.id)

youngster.id - Ralali.com serius menggarap segmen ‘business to business’ atau B2B. E-commerce ini menargetkan nilai transaksi mencapai Rp2,5 triliun pada 2018 atau naik dari capaian tahun sebelumnya sekitar Rp1,3 triliun.

Head of Business Development Ralali Meiriana mengatakan, kini terdapat sekitar 170 produk dari 7.000-an seller dengan lebih dari 10.000 pembeli teregistrasi di situs Ralali.com. Setiap bulannya rata-rata tercatat 3 juta pengunjung dengan 8.000 transaksi.

“Untuk mewujudkan target 2018 kami terus melakukan upaya mendorong pegusaha memanfaatkan teknologi digital sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kapasitas perdagangan melalui shifting model bisnis dari kovensional ke digital,” kata Meiriana dalam siaran pers Selasa (16/1/2018).

Menurut dia, sebagai bagian dari ekosisem digital Ralali ikut terlibat dalam edukasi penggunaan teknologi bagi kemajuan usaha di berbagai daerah termasuk penetrasi ke komunitas pengusaha di Bali.

Pemberdayaan penggunaan internet, juga harus menyasar daerah yang memiliki potensi tinggi seperti Bali dengan industri pariwisata yang ditopang usaha kerajinan untuk diangkat ke pasar online. Ia yakin pariwisata Bali yang sempat terganggu erupsi Gunung Agung kini berangsur pulih dan aktivitas bisnis lebih bangkit lagi.

Baca juga :   MCI Pimpin Putaran Pendanaan Pre-Series A Halofina

Sementara itu Ranu Prasetyo, National Marketing Communications Manager Ralali mengatakan melakukan berbagai strategi untuk merangkul pengusaha di Bali masuk pasar digital. Sekitar 70 pengusaha mengikuti workshop dan diperkenalkan dengan Digital Agen Ralali di Bali. Sedangkan secara korporat sosialisasi Ralali dilakukan melalyi lingkungan pendidikan, pendekatan komunitas bisnis lokal di berbagai daerah, serta mengikuti sejumlah pameran.

Ralali yang mengarap segmen grosir menyediakan berbagai produk seperti maintenance, repair and operation (MRO), hotel, restaurant & cafe (HoReCa), dan keperluan lainnya. Berdasarkan transaksi produk kesehatan dan kecantikan, keperluan kafe, genset, traktor, alat berat, dan keperluan membangun properti termasuk paling banyak dicari.

Ketua Asosiasi Pengusaha Rent Cat daerah (Aspoerda) Bali Paskalis Budi Hartono mengatkan upaya Ralali dalam scaling up para pebisnis di Bali bakal mendukung perumbuhan perekonomian setempat. “Adanya chanel baru untuk pengembangan bisnis memberikan kemudahan kepada pengusaha dan merupakan dukungan terhadap pengembangan bisnsi di daerah,” katanya.

 

STEVY WIDIA