Red Hat Enterprise Linux 8 Untuk Bisnis Enterprise

Red Hat dan IDC melakukan survey terhadap adopsi aplikasi mobile di tiga negara. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

youngster.id - Red Hat, Inc penyedia solusi open source dunia mengumumkan ketersediaan umum dari Red Hat Enterprise Linux 8, sistem operasi yang dirancang untuk menjangkau luasnya penyebaran di seluruh TI perusahaan. 

Stefanie Chiras, Vice President and General Manager, Red Hat Enterprise Linux, Red Hat, menjelaskan, Red Hat Enterprise Linux 8 adalah sistem operasi yang dirancang ulang untuk era cloud hybrid dan dibangun untuk mendukung beban kerja dan operasi yang membentang mulai dari pusat data perusahaan hingga beberapa cloud publik. 

“Inovasi dan Linux tidak dapat dipisahkan. Mulai dari membangun backbone Internet hingga membentuk neuron pertama AI, Linux mendorong TI masa kini dan masa depan. Red Hat Enterprise Linux 8 menerapkan peran Linux sebagai mesin inovasi TI, mengkristalkannya menjadi platform yang dapat diakses, terpercaya, dan lebih aman,” kata Stefanie dalam keterangan Senin (13/5/2019).

Untuk setiap beban kerja yang dijalankan pada lingkungan apa pun, Red Hat Enterprise Linux 8 menghadirkan sebuah pengalaman Linux enterprise tunggal untuk memenuhi berbagai kebutuhan teknologi yang unik dari perusahaan-perusahaan yang tengah berkembang. 

Baca juga :   Ramadhan Geser Tren Tujuan Wisata Dunia.

Mulai dari mengerahkan beban kerja Linux baru ke dalam produksi hingga meluncurkan strategi transformasi digital perusahaan enterprise generasi berikutnya, yang dibangun berbasis platform Linux enterprise kelas dunia.

Menurut Stefanie, Red Hat memahami bahwa sistem operasi harus melakukan lebih dari sekadar menjadi bagian dari tumpukan teknologi, namun sistem operasi harus menjadi katalis bagi inovasi. Mulai dari container Linux dan cloud hybrid hingga DevOps dan kecerdasan buatan. Red Hat Enterprise Linux 8 dibangun untuk tidak hanya mendukung TI perusahaan pada cloud hybrid, tetapi untuk membantu strategi-strategi teknologi baru ini berkembang.

“Seiring pentingnya penyebaran cloud hybrid dan multicloud bertumbuh, sistem operasi harus berevolusi juga. Menurut IDC, sebanyak 70% pelanggan sudah menerapkan lingkungan multicloud dan 64% aplikasi dalam portofolio TI tipikal saat ini berbasis di lingkungan cloud, baik publik maupun privat,” pungkasnya. 

STEVY WIDIA