youngster.id - Schneider Electric mengumumkan pencapaian signifikan dalam misi dekarbonisasi global pada akhir tahun 2025. Perusahaan melaporkan keberhasilan dalam membantu pelanggan menghemat serta menghindari emisi sebesar 862 juta ton CO2, melampaui target ambisius awal yang ditetapkan sebesar 800 juta ton.
Pencapaian ini menjadi bukti efektivitas solusi digital dan teknologi energi Schneider Electric dalam menekan jejak karbon di berbagai sektor industri dan komersial di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dekarbonisasi bukan lagi sekadar tanggung jawab internal, melainkan nilai tambah yang ditawarkan Schneider Electric kepada mitranya. Melalui integrasi perangkat lunak (software) dan teknologi otomasi, perusahaan memungkinkan pelanggan untuk memantau, mengelola, dan mengoptimalkan penggunaan energi secara real-time.
“Kami terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui inovasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor. Bagi kami, dekarbonisasi adalah strategi bisnis yang meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, dikutip Kamis (5/3/2026).
Selain pada sisi pengguna, Schneider Electric melakukan aksi nyata pada rantai pasok melalui Zero Carbon Project. Inisiatif ini memobilisasi 1.000 pemasok strategis teratas perusahaan untuk mengadopsi praktik operasional rendah karbon. Hasilnya, hingga akhir 2025, terjadi penurunan sebesar 56% emisi CO2 dari operasional para pemasok tersebut.
Langkah ini menegaskan posisi Schneider Electric yang tidak hanya berfokus pada produk akhir, tetapi juga memastikan seluruh rantai nilai (value chain) bergerak menuju emisi nol bersih (net zero).
Keberhasilan dekarbonisasi ini merupakan bagian dari evaluasi non-finansial perusahaan yang tercermin dalam skor Schneider Sustainability Impact (SSI) sebesar 8,86 dari 10. Fokus pada efisiensi energi ini dibarengi dengan program inklusi yang berdampak pada masyarakat: Pelatihan Talenta, di mana lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia telah dilatih dalam bidang manajemen energi sejak 2009 untuk mendukung transisi energi global. Juga, Akses Energi Bersih yang menjangkau 61 juta orang di komunitas terpencil dengan akses energi yang andal dan terjangkau.
Meskipun program periode 2021–2025 telah berakhir, Schneider Electric memandang pencapaian ini sebagai fondasi struktural untuk target yang lebih besar di tahun 2030.
“Fondasi dekarbonisasi yang telah kami bangun menjadi modal utama untuk melangkah ke depan. Kami akan terus memanfaatkan inovasi untuk mendukung agenda transisi energi nasional dan memastikan manfaatnya inklusif bagi semua,” imbuh Donald Situmorang, Strategy, Sustainability and Government Relations Director Schneider Electric.
.
HENNI S.



















Discussion about this post