Sejumlah Aplikasi yang Paling Boros Baterai

Beragam aplikasi hadir di ponsel pintar. (Foto: Ilustrasi/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Pengguna telepon pintar tentu menggunakan banyak aplikasi, baik untuk menunjang kegiatan sehari-hari, berinteraksi, hingga eksis di ranah sosial media. Namun hal itu ternyata berpengaruh pada penggunaan daya baterai. Berikut sejumlah aplikasi yang dianggap paling boros dalam penggunaan sumber daya.

Avast, perusahaan yang memimpin secara global dalam keamanaan digital, telah merilis laporan Q3 2017 Android App Performance and Trend Report untuk berbagi wawasan berdasarkan pengamatan terhadap tiga juta pengguna Avast di perangkat Android.

“Laporan terbaru kami menguraikan aplikasi Android mana yang harus diwaspadai pengguna yang sering mengalami kehabisan ruang penyimpanan, isi baterai atau volume data seluler, dan berbagi informasi tentang cara mengoptimalkan setelan ponsel pintar untuk mencega masalah-masalah ini,” kata Gagan Singh, Senior Vice President and General Manager, Avast Mobile dalam keterangan pers Senin (12/2/2018) di Jakarta.

Di antara semua aplikasi yang mengaktifkan diri saat startup dan tetap aktif di latar belakang, aplikasi buatan Samsung dan Google mendominasi daftar 10 aplikasi teratas yang menguras isi pakai baterai, data seluler atau ruang penyimpanan, atau gabungan kesemuanya. Aplikasi AllShare milik Samsung adalah pelaku nomor satu.

Baca juga :   zVentures, Anak Perusahaan Razer untuk Investasi Startup

Facebook, Spotify dan Instagram adalah tiga aplikasi teratas dalam mengambil ruang penyimpanan terbanyak, sementara Google Talkback, Facebook and Instagram memimpin dalam penggunaan volume data seluler (mobile data). Tiga aplikasi yang paling menguras baterai adalah Beaming Service for Samsung, Samsung WatchOn dan Netflix.

Hasil lebih lanjut menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh pengguna Android menggunakan perangkat Samsung dan separuh dari ponsel pintar yang masuk daftar sepuluh besar perangkat terpopuler berusia lebih dari dua tahun.

“Namun, isu yang memprihatinkan adalah banyaknya perangkat Samsung lama yang masih digunakan. Banyak pengguna mungkin tidak menyadari bahwa Samsung tidak menyediakan update keamanan secara reguler untuk ponsel pintar model lama dan hal ini membahayakan keamanan pengguna,” ungkap Gagan.

Menurut dia, dengan mengetahui hal ini, pengguna dapat membuat keputusan yang lebih baik ketika memilih aplikasi yang hendak mereka unduh, dalam mengoptimalkan pengaturan untuk mencegah baterai terkuras terlalu cepat, dalam memaksimalkan ruang penyimpanan dan menghindari penggunaan data secara berlebihan.

Baca juga :   Henry Koenaifi : Setiap Orang Bisa Saja Menjadi Startup Di Era Digital

STEVY WIDIA