Setelah IPO Kioson Berinovasi

Tim e-commerce Kioson. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - PT Kioson Komersial Indonesia Tbk menjadi perusahaan e-commerce pertama di Indonesia yang resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten KIOS. Setelah itu Kioson tetap terus melakukan inovasi khas perusahaan startup teknologi.

Direktur Utama PT Kioson Komersial Indonesia Tbk, Jasin Halim mengatakan Kioson m tengah mempersiapkan peluncuran layanan-layanan baru dalam aplikasinya agar terus memberikan kemudahan kepada pelanggan dengan produk-produk yang inovatif.

“Momen IPO Kioson merupakan milestone penting bagi dunia pasar modal Indonesia karena untuk pertama kalinya, investor retail bisa berinventasi di startup teknologi,” ujar Jasin dalam siaran pers, Kamis (11/10/2017).

Kioson sendiri kini memiliki tiga fokus layanan yang terdiri dari layanan digital dan Payment Point Online Bank (PPOB), layanan keuangan, serta layanan e-commerce.

“Kioson juga bermitra dengan perusahaan terkemuka antara lain perusahaan gadget, perbankan, asuransi, dan e-commerce. Ke depannya, kami akan membuka peluang lebih luas kepada berbagai produk dan jasa yang bisa ditawarkan melalui mitra kios kami,” tutur Jasin lagi.
Kioson melepas 150 juta lembar saham dengan harga Rp 300 per lembar saham. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil memperoleh dana sebesar Rp 45 miliar.

Jasin mengatakan, proses penawaran saham berjalan baik dan memperlihatkan antusias investor berinventasi di bisnis Online-to-Offline (O2O) e-commerce. Baginya kesuksesan IPO ini merupakan pembuka jalan bagi startup yang ada di Indonesia. Sumber pendanaan melalui IPO pun menjadi hal yang layak untuk dipertimbangkan.

Ia juga menambahkan bahwa IPO dapat memperkuat komitmen Kioson dalam menjembatani underserved market dengan dunia digital.

“Strategi dengan misi inklusi digital ini kami yakin memegang peranan penting untuk meningkatkan penetrasi layanan digtial di kota-kota lapis kedua di Indonesia, sehingga bisa memudahkan berbagai lapisan masyarakat memenuhi kebutuhan hariannya,” jelas Jasin.

Strategi inklusi ini digital ini seturut dengan visi pemerintah Indonesia yaitu menjadikan Indonesia sebagai digital economy powerhouse terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Kioson pun akan menggunakan 78,95% dana yang berhasil dihimpun dari IPO untuk mengakuisisi PT Narindo Solusi Komunikasi (Narindo).

“Akuisisi ini berperan strategis untuk memperkuat infrastruktur kami di daerah melalui aset yang sudah dimiliki oleh Narindo. Dengan keberadaan Narindo yang fokus di bisnis aggregator e-voucher, artinya Kioson telah menjaga bisnis perusahaan sejak dari hulu,” kata Setiawan Parikesit Direktur Keuangan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk.

 

STEVY WIDIA