Sharp Indonesia Peringati Hari Bumi Lewat Mobil Belajar Keliling

Mobil belajar keliling Sharp Mobile Learning Station (SMLS). (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

youngster.id - Peringati Hari Bumi, PT Sharp Electronics Indonesia menghadirkan mobil belajar keliling Sharp Mobile Learning Station (SMLS) di sejumlah sekolah di Kalimantan Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Sharp berbagi informasi mengenai pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati dengan cara menarik dan menyenangkan.

“Di sini kami memberikan presentasi mengenai penyebab dan dampak pemanasan global, pentingnya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, serta pemutaran film lingkungan,” ucap Herdiana Anita Pisceria Brand Strategy Group General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, dalam keterangan pers Selasa (2/5/2017).

Kegiatan mobil keliling SMLS digelar di SD Telaga Biru, Jalan Yos Sudarso 33 No 27, Banjarmasin Barat, Kalimantan Selatan. Herdiana menuturkan, dalam Sharp Mobile Learning Station siswa juga diberikan pengetahuan mengenai perkembangan teknologi, konservasi lingkungan, dan perilaku hidup sehat demi meningkatkan pengetahuan dan kreativitas anak-anak. Tentunya dengan cara yang menarik dan menyenangkan.

Sharp melengkapi kendaraan ini dengan buku-buku bacaan yang edukatif, audio visual system, WiFi, dan beragam permainan yang mendidik. Pada 2017, mobil belajar ini akan berkeliling ke kota-kota di Pulau Kalimantan untuk mengunjungi sekolah-sekolah dasar. Tujuannya, guna menyebarkan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan keanekeragaman hayati Indonesia.

Baca juga :   Tiket.com Edukasi Pengguna Lewat Loyalti Program

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran mencintai lingkungan sejak usia dini. Kota Banjarmasin terpilih setelah sebelumnya Sharp Mobile Learning Station suskes mengunjungi beberapa sekolah dasar di Pulau Jawa dan Sulawesi,” sebut Herdiana.

Selain SMLS, Sharp bersama komunitas anak muda Greenerator pun menyelenggarakan kegiatan boot camp yang diadakan selama dua hari di Desa Sarongge. Kegiatan ini diisi dengan pembekalan yang di fasilitasi oleh Yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi) dan komunitas Transformasi Hijau.

Workshop selama dua hari membahas mengenai pengenalan satwa dan tumbuhan yang berada dikawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Fungsi Desa Sarongge sebagai desa penyangga taman nasional memiliki peranan yang penting dalam menjalankan perannya sebagai daerah hulu.

“Dengan mengajak anak-anak ini langsung ke Desa Sarongge, mereka akan dibekali pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kondisi lingkungan di hulu,” kata Sarie Wahyuni, aktivis lingkungan dari Trashi.

STEVY WIDIA