youngster.id - Indonesia Open Network (ION) menggelar mini seminar dan sesi jejaring (networking) bertajuk “Digital Public Infrastructure: Mini Seminar & Networking” di Garuda Spark Innovation Hub, BLOCK71 Bandung. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan konsep Digital Public Infrastructure (DPI), interoperabilitas, dan jaringan terbuka (open network) guna membuka peluang bisnis baru bagi para pelaku startup serta ekosistem digital di Kota Bandung.
Mengusung tema “What’s Your Next Big Move? Discover New Business Opportunities Through the Power of Open Networks,” acara ini dirancang secara interaktif dua arah. Selain mengenalkan jaringan perdagangan digital terbuka, ION memanfaatkan forum ini untuk mengidentifikasi use cases, kebutuhan riil, serta keterhubungan yang masih terputus (missing connections) dalam ekosistem bisnis digital saat ini.
Di tengah tingginya ketergantungan bisnis pada berbagai platform digital, isu fragmentasi—seperti tingginya hambatan integrasi antara layanan pembayaran, logistik, dan merchant—menjadi tantangan utama yang membatasi akselerasi startup dan UMKM.
Guna mengatasi hambatan tersebut, ION hadir sebagai open digital commerce network. Platform ini menghubungkan pembeli (buyers), penjual (sellers), penyedia logistik (logistics providers), hingga pengembang (developers) melalui partisipasi terbuka dan standar bersama. Pendekatan ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada platform tertutup (walled garden) sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Dorong Konektivitas Berbasis Kepercayaan dan Mutual Benefit
Assistant Professor Telkom University, Dr. Uruqul Nadhif Dzakiy, yang memandu sesi Ecosystem Opportunity Mapping, menekankan bahwa membangun konektivitas antar-sistem saja tidak cukup. Menurutnya, ekosistem digital yang sehat harus didasari oleh asas manfaat bersama (mutual benefit) dan kepercayaan (trust).
“Masalahnya adalah ketika masuk di platform itu tidak adanya mutual benefit. Nah, di open network ini menganut prinsip mutual benefit,” ujar Uruqul, dikutip Kamis (10/9/2026).
Ia menambahkan bahwa indikator keberhasilan sebuah ekosistem digital tidak hanya diukur dari sekadar koneksi teknologi, melainkan hadirnya transaksi nyata yang terbangun dari kepercayaan antar-aktor di dalamnya. Hal ini menjadi catatan penting bagi dinamika startup di Bandung agar kolaborasi yang terjalin dapat menghasilkan dampak ekonomi yang konkret.
Melalui metode Ecosystem Opportunity Mapping, para peserta diajak memetakan kendala (pain points), mengidentifikasi kesenjangan (gaps), serta menentukan koneksi sistem yang dibutuhkan oleh bisnis mereka. Masukan dari para pelaku usaha ini nantinya akan menjadi dasar bagi ION dalam mengembangkan fungsi dan keterhubungan jaringan open network ke depan.
Melalui pendekatan infrastruktur digital terbuka ini, peluang bisnis baru bagi startup diharapkan tidak lagi terbatas pada pembuatan platform baru, melainkan dari optimalisasi keterhubungan antar-layanan digital yang sudah ada.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post