youngster.id - Perusahaan modal ventura (venture capital), East Ventures, bersama Temasek Foundation dan Tencent mengumumkan sembilan finalis terpilih dalam ajang Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2026. Memasuki edisi keempat, kompetisi teknologi inovasi iklim terbesar di Indonesia ini menawarkan total hadiah senilai Rp15 miliar untuk mendukung uji coba serta pengembangan solusi iklim nasional.
Selain hadiah utama permodalan, para finalis terpilih juga berkesempatan memperoleh penghargaan khusus berupa kredit karbon pra-pembelian (pre-purchase carbon credit) senilai US$1 juta guna mengakselerasi penerpannya secara komersial.
Sembilan finalis ini berhasil menyisihkan lebih dari 850 pendaftar yang berasal dari sekitar 60 negara. Pendaftaran terbagi ke dalam tiga kategori utama, yakni Ekonomi Sirkular yang menyumbang 38,2 persen pendaftar, Solusi Pangan & Alam (34,3%), serta Transisi Energi (27,5%). Indonesia mencatatkan jumlah pendaftar terbanyak, disusul oleh India, Singapura, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
Partner East Ventures, Avina Sugiarto, mengapresiasi keberagaman inovasi yang dihadirkan para peserta tahun ini dalam menjawab tantangan perubahan iklim global dan lokal.
“Melalui CIIC, kami ingin menyediakan wadah bagi para inovator untuk mendapatkan eksposur yang lebih luas, terhubung dengan para pemangku kepentingan dalam ekosistem, serta mengembangkan solusi mereka lebih lanjut. Kami menantikan tahap selanjutnya dan bersemangat menjadi saksi dari pendekatan yang akan mereka tampilkan pada Grand Finale,” kata Avina, Senin (31/8/2026).
Dukungan senada disampaikan oleh Vice President of Sustainable Social Value di Tencent, Hao Xu. Ia menegaskan bahwa para finalis berhasil membuktikan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memulihkan ekosistem sekaligus memperkuat mata pencaharian masyarakat.
“Berlandaskan nilai Tech for Good, Tencent dengan senang hati mendukung para inovator ini dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan dan memperluas solusi praktis yang menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan planet kita,” ujar Hao Xu.
Daftar 9 Finalis CIIC 2026 Berdasarkan Kategori
Berikut adalah daftar sembilan finalis yang berhasil lolos ke tahap pembinaan dan presentasi akhir:
- Trek Transisi Energi:
- CRecTech (Singapura): Mengubah biogas kelapa sawit menjadi bio-metanol dengan biaya 50% lebih murah serta mengurangi emisi hingga 93%.
- Phase Two Chemicals (Tiongkok): Mengurangi biaya pemutihan pulp dan kertas hingga 25% dan emisi hingga 80% melalui produksi hidrogen peroksida langsung di lokasi (on-site).
- Sun Ice Energy (Singapura): Menghadirkan cold storage bertenaga surya yang memangkas penggunaan diesel hingga 90% serta menyediakan pendinginan off-grid hingga 24 jam.
- Trek Solusi Pangan & Alam:
- Blueyou (Swiss): Melakukan restorasi mangrove di lahan terdegradasi yang dipadukan dengan produksi pangan biru tanpa pakan maupun bahan kimia, serta meningkatkan pendapatan petani kecil hingga tiga kali lipat.
- Pandawa Agri Indonesia (Indonesia): Menyediakan solusi pertanian terintegrasi yang mengurangi penggunaan pestisida hingga 50%, meningkatkan hasil panen hingga 15%, dan memangkas emisi hingga 60%.
- Yagasu (Indonesia): Meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir hingga 40% di hampir 40.000 hektar kawasan mangrove sekaligus menghasilkan kredit karbon.
- Trek Ekonomi Sirkular:
- Macrocycle Technologies (Amerika Serikat): Mengembangkan teknologi daur ulang poliester tekstil-ke-tekstil dengan efisiensi energi dan penurunan emisi CO₂ sebesar 80%, serta efisiensi air 99% pada tingkat harga konvensional.
- Naysor (Korea Selatan): Mengolah limbah kelapa sawit menjadi bahan bakar yang lebih bersih dengan kandungan klorin 99% lebih rendah dan efisiensi energi tiga kali lebih tinggi.
- Planet Carbon (Indonesia): Mengubah limbah pertanian menjadi biochar untuk carbon removal, meningkatkan hasil panen hingga 23%, serta mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Sesi Mentoring dan Grand Finale di IISF 2026
Sebelum melangkah ke babak akhir, para finalis akan menjalani program pendampingan intensif dari para pimpinan ekosistem. Sesi mentoring mencakup penyusunan strategi masuk ke pasar (go-to-market), komersialisasi, pengembangan kemitraan strategis, hingga peningkatan teknik presentasi (pitching).
Unjuk kemampuan terakhir para peserta akan berlangsung dalam Grand Finale CIIC 2026 yang dijadwalkan pada 6 Oktober 2026. Acara puncak ini menjadi bagian dari rangkaian Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 yang digelar di Jakarta.
Penyelenggaraan CIIC 2026 turut didukung oleh sejumlah mitra strategis, di antaranya Triputra Agro Persada sebagai Strategic Partner, serta Mana Impact dan Sinarmas Agribusiness & Food sebagai Investor Partner.
STEVY WIDIA