Kamis, 29 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Startup & Entrepreneurship

Investasi Robotik Global Melonjak Jadi US$9,9 Miliar di Q3 2026, Didominasi Tiongkok dan AS

29 Oktober 2026
in Startup & Entrepreneurship
Reading Time: 3 mins read
pendanaan startup robotik

Investasi Robotik Global Melonjak Jadi US$9,9 Miliar di Q3 2026, Didominasi Tiongkok dan AS (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pendanaan modal ventura (venture capital) ke perusahaan rintisan (startup) di sektor robotik mengalami lonjakan signifikan pada 2026. Data terbaru dari Crunchbase mencatat total pendanaan global ke startup robotik mencapai US$9,9 miliar pada kuartal ketiga (Q3) 2026, atau naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan pencapaian Q3 2025 yang tercatat sebesar US$4,3 miliar.

Pencapaian ini memperpanjang tren positif pendanaan robotik yang konsisten mendekati atau melampaui angka US$10 miliar dalam beberapa kuartal terakhir. Secara akumulatif sejak kuartal I hingga kuartal III 2026, nilai investasi di sektor robotik melonjak hingga 185% secara tahunan (year-over-year).

Pasar modal ventura global didominasi oleh Tiongkok dengan total investasi mencapai US$13,2 miliar, disusul Amerika Serikat sebesar US$12,1 miliar. Jerman menempati posisi ketiga sebagai penerima pendanaan robotik terbesar dengan nilai US$1,7 miliar.

Di Tiongkok, putaran pendanaan terbesar diserap oleh Xpeng Robotics asal Guangzhou yang meraih US$900 juta untuk pengembangan model AI dan robot fisik, serta AI² Robotics asal Shenzhen yang mengantongi pendanaan Seri C sebesar US$736 juta untuk pembuatan robot manufaktur, kesehatan, dan jasa.

Sementara di Amerika Serikat, putaran investasi melampaui US$1 miliar diraih oleh Atoms—perusahaan berbasis di Los Angeles milik Travis Kalanick—serta Skild AI asal Pittsburgh yang menggalang dana sebesar US$1,4 miliar untuk merancang model fondasi robotik Skild Brain. Di Eropa, Neura Robotics asal Jerman turut menghimpun pendanaan senilai US$1,4 miliar untuk lini robot kognitifnya.

Tantangan Pengolahan Data dan Transisi ke Physical AI

Lonjakan investasi di sektor ini beriringan dengan pesatnya perkembangan Physical AI—sistem kecerdasan buatan yang terintegrasi langsung dengan perangkat keras fisik dan sensor.

Co-CEO Encord, Ulrik Stig Hansen, menjelaskan bahwa berbeda dari model bahasa besar (Large Language Models/LLM) yang menggunakan data teks internet, pengembangan Physical AI membutuhkan proses pengumpulan dan konversi data sensorik yang jauh lebih kompleks.

“Kami melihat Physical AI mulai bangkit. Physical AI sangat berbeda karena tidak ada ‘internet’ untuk data fisik, sehingga data harus dikumpulkan terlebih dahulu dan dikonversi dari sensor tokens menjadi action tokens,” ujar Hansen, seperti dilansir CrunchbaseNews, Kamis (29/10/2026).

Hansen menambahkan bahwa ukuran set data untuk Physical AI jauh lebih besar karena mengombinasikan data multimodal seperti penglihatan (vision), sentuhan (tactile), gaya (force), dan torsi (torque). Pengolahan, penyimpanan, hingga validasi data tersebut membutuhkan investasi operasional yang sangat tinggi.

Kemunculan Unicorn Baru dan Prospek Industri

Pesatnya arus modal di sektor ini turut mendorong pertumbuhan jumlah startup bernilai tinggi. Dari sekitar 75 startup robotik yang masuk dalam jajaran unicorn selama tiga tahun terakhir, 45 perusahaan di antaranya baru meraih status unicorn pada tahun 2026.

Meskipun persaingan makin ketat di sektor manufaktur, logistik, hingga industri berat, para pelaku industri optimistis bahwa keragaman aplikasi Physical AI di dunia nyata akan memberikan ruang pertumbuhan yang luas bagi para inovator.

“Ada banyak perusahaan yang menggalang modal, dan saya pikir banyak dari mereka yang akan sukses karena jenis aplikasi untuk dunia fisik sangat beragam,” tutup Hansen. (*AMBS)

 

Tags: Amerika SerikatCrunchbasePhysical AIRobotikstartupteknologi AITiongkokventure capital
Previous Post

INDODAX Bergabung dengan AFSI, Perluas Dialog Aset Kripto dalam Ekosistem Syariah

Next Post

Indosat Catat Laba Bersih Rp4,9 Triliun di Q3 2026, Pendapatan AI Cloud Tembus US$50 Juta

Related Posts

RedDoorz teknologi AI Inspecto
Technology

RedDoorz Manfaatkan Teknologi AI Inspecto untuk Perkuat Standar Mutu Lebih dari 1.500 Hotel

27 Oktober 2026
0
Qiscus Operator dan Qiscus MCP Conversa 6.0
Technology

Qiscus Meluncurkan Operator dan Qiscus MCP untuk Atasi Kompleksitas AI

27 Oktober 2026
0
startup
Startup & Entrepreneurship

HUB.ID Global Summit 2026 Perluas Akses Pasar Startup Indonesia ke Jaringan Global

26 Oktober 2026
0
Load More
Next Post
Indosat cetak laba bersih

Indosat Catat Laba Bersih Rp4,9 Triliun di Q3 2026, Pendapatan AI Cloud Tembus US$50 Juta

Discussion about this post

Recent Updates

Indosat cetak laba bersih

Indosat Catat Laba Bersih Rp4,9 Triliun di Q3 2026, Pendapatan AI Cloud Tembus US$50 Juta

29 Oktober 2026
pendanaan startup robotik

Investasi Robotik Global Melonjak Jadi US$9,9 Miliar di Q3 2026, Didominasi Tiongkok dan AS

29 Oktober 2026
Indodax AFSI

INDODAX Bergabung dengan AFSI, Perluas Dialog Aset Kripto dalam Ekosistem Syariah

28 Oktober 2026
Bali Tech Week Perkuat Kolaborasi Global

Bali Tech Week Perkuat Kolaborasi Global dan Ekosistem Digital Indonesia

28 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Indosat cetak laba bersih

Indosat Catat Laba Bersih Rp4,9 Triliun di Q3 2026, Pendapatan AI Cloud Tembus US$50 Juta

29 Oktober 2026
pendanaan startup robotik

Investasi Robotik Global Melonjak Jadi US$9,9 Miliar di Q3 2026, Didominasi Tiongkok dan AS

29 Oktober 2026
Indodax AFSI

INDODAX Bergabung dengan AFSI, Perluas Dialog Aset Kripto dalam Ekosistem Syariah

28 Oktober 2026
Bali Tech Week Perkuat Kolaborasi Global

Bali Tech Week Perkuat Kolaborasi Global dan Ekosistem Digital Indonesia

28 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version