Jumat, 13 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Supertext Hadirkan Layanan Komunitas Untuk Jembatani Kesenjangan Digital Di Indonesia

22 November 2022
in Startup & Entrepreneurship
Reading Time: 2 mins read
Supertext

CEO dan Founder Supertext Martin Jacobson. (Foto: stevywidia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Ekonomi digital adalah kunci masa depan ekonomi dunia. Bahkan di masa pandemi ekonomi digital diperkirakan mampu menyumbang 15,5% PDB global, dan membuka peluang masyarakat kecil menjadi bagian dari rantai pasok global. Untuk itu kesetaraan akses digital menjadi target dunia, termasuk Indonesia.

Sayangnya saat ini ada 2,9 miliar penduduk dunia belum terhubung ke internet, termasuk 73% penduduk negara kurang berkembang. Di Indonesia berdasarkan data APJII, setidaknya masih ada 20% masyarakat Indonesia yang belum terhubung dengan internet.

Tantangan ini yang coba dijawab oleh Supertext. Platform asal Swedia ini menyediakan aplikasi messenger yang memungkinkan pengguna di seluruh Indonesia berkomunikasi dengan atau tanpa internet.

“Misi Supertext adalah untuk mendukung komunikasi di seluruh kepulauan Indonesia dengan menjembatani kesenjangan digital di antara warganya, baik yang memiliki internet maupun yang tidak,” kata Martin Jacobson CEO dan Founder Supertext kepada media, Selasa (22/11/2022) di Jakarta.

Baca juga :   Integrasikan Layanan O2O, Pendapatan Caroline.id Tumbuh 17,11% di Kuartal II-2025

Aplikasi Supertext didirikan Martin di Stockholm Swedia dan hadir di Indonesia sejak 2015.  Martin menjelaskan, alasan dia mengembangkan aplikasi ini berawal dari kendala yang dialami oleh orang Swedia dalam berkomunikasi, karena kondisi alam yang dilingkupi pegunungan dan hutan. Kondisi yang sama juga dia lihat ada di Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

“Dengan teknologi hybrid Supertext yang menjangkau dari jaringan 2G hingga 4G memungkinkan penggunanya untuk berkomunikasi dengan baik meski tanpa jaringan internet,” ungkapnya.

Saat ini sudah Supetext telah memiliki 8,3 juta pengguna dengan lebih dari 3 miliar pesan yang terkirim. Bekerjasama dengan operator telekomunikasi di Indonesia membuat pengguna Supertext juga tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Maluku, NTT dan Papua. Bahkan pengguna yang berada di daerah tanpa internet dapat menggunakan layanan Supertex 2G dengan Telkomsel secara gratis.

Baca juga :   Kemitraan Pemprov DKI Jakarta dan Tokopedia Dorong Digitalisasi Pelayanan Publik

Menurut Martin, transformasi digital adalah tentang menyatukan komunitas. Apalagi Indonesia merupakan negera dengan jumlah penduduk besar, termasuk juga komunitas startup. Untuk itu, platform perpesanan asal Swedia ini menghadirkan fitur baru pada platform 3G/4G-nya yaitu layanan Bergabung dengan Komunitas.

“Transformasi digital didorong oleh komunikasi dan teknologi. Untuk itu Supertext memungkinkan semua orang saling terhubung satu dengan lain terutama dalam komunitas. Kami melihat bahwa komunitas adalah bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Untuk itu kami menghadirkan fitur baru ini,” kata Martin.

Layanan Bergabung Dengan Komunitas ini bisa membuat grup yang dapat menampung lebih dari 1.000 anggota dalam setiap grup. Salah satu grup yang ada di Supertext adalah Komunitas Pergerakan Milenial Nusantara (Permana) dari Muhammadiyah. Mereka menggunakan Supetext untuk memposting pengumuman dan aktivitas layaknya di media sosial.

Baca juga :   Ekonomi Digital Indonesia 2020 Didominasi E-commerce dan Media Online

“Teknologi hybrid Supertext memungkinkan komunikasi antara pengguna 4G dengan 2G saling terhubung dengan mudah baik dari pulau dan daerah terpencil hingga pusat kota dan perkotaan dengan dan tanpa Internet,” kata Martin menegaskan.

Martin menambahkan bahwa misi Supertext adalah untuk mendukung komunitas di seluruh kepulauan Indonesia dengan menjembatani kesenjangan digital di antara warganya, baik yang memiliki internet maupun yang tidak.

“Ini adalah upaya Supertext untuk menyediakan layanan digital bagi mereka yang tidak mampu dan merupakan salah satu cara Supertext mendukung transformasi digital Indonesia,” pungkasnya.

 

STEVY WIDIA

Tags: aplikasi messengerbergabung dengan komunitasekonomi digitalinternetMartin JacobsonSupertext
Previous Post

Grup Modalku Masuk ke Industri Multifinance Dan Hadirkan Solusi Pembiayaan UKM

Next Post

Telkom Salurkan Paket Sembako untuk Korban Bencana Gempa di Kabupaten Cianjur

Related Posts

Nuon
Technology

Nuon Bangun Model Bisnis Lifestyle Berbasis Ekosistem Berkelanjutan

9 Maret 2026
0
investasi startup Indonesia 2025
Startup & Entrepreneurship

Investasi Startup Indonesia 2025 Tembus US$355 Juta: Sektor New Retail dan Fintech Mendominasi

5 Maret 2026
0
Ekonomi Digital
Digital Business

Pertumbuhan Ekonomi Digital Menguat, Transaksi QRIS Tap Tembus 1,44 Juta Transaksi

22 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Bantuan Telkom

Telkom Salurkan Paket Sembako untuk Korban Bencana Gempa di Kabupaten Cianjur

Accelerating Asia Cohort 7

Accelerating Asia Cohort 7 Pilih 10 Startup Binaan Baru, Termasuk HealthPro Dari Indonesia

Pinjaman Digital

Permudah Anak Muda, LINE Bank Barui Fitur Pinjaman Digital

Discussion about this post

Recent Updates

Penipuan Digital

Penipuan Digital di Indonesia Lebih Tinggi dari Negara Lain, Ini Cara Menghindarinya

13 Maret 2026
Apple Developer Academy

Apple Developer Academy Kelima Digelar, Lebih dari 100 Peserta Ikut Kelas Perdana

13 Maret 2026
Kinerja Keuangan Bukalapak 2025

Pendapatan Bukalapak Melonjak 46% di 2025, Segmen Gaming Jadi Kontributor Utama

13 Maret 2026
Investasi Digital Ajaib

Pertumbuhan Pengguna Investasi Digital Ajaib Capai 7 Juta Investor

13 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Penipuan Digital

Penipuan Digital di Indonesia Lebih Tinggi dari Negara Lain, Ini Cara Menghindarinya

13 Maret 2026
Apple Developer Academy

Apple Developer Academy Kelima Digelar, Lebih dari 100 Peserta Ikut Kelas Perdana

13 Maret 2026
Kinerja Keuangan Bukalapak 2025

Pendapatan Bukalapak Melonjak 46% di 2025, Segmen Gaming Jadi Kontributor Utama

13 Maret 2026
Investasi Digital Ajaib

Pertumbuhan Pengguna Investasi Digital Ajaib Capai 7 Juta Investor

13 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version