Startup Ini Fokus Sediakan Konten Pendidikan Bagi Anak-anak

Aplikasi Playable Kids akan diluncurkan pada September 2018 sebagai platform edutainment bagi anak-anak (Foto: Playablekids/youngster.id)

youngster.id - Kini, jumlah startup yang bermain di industri education technology (edutech) bertambah lagi, dengan hadirnya Playable Kids. Bulan Juni 2018 lalu, bisnis rintisan yang dikembangkan Muhammad Rifaldi ini mendapat pendanaan (seed funding) dari GnB Accelerator dan Fenox Venture Capital.

Dijelaskan Rifaldi, Playable Kids merupakan sebuah platform edutainment yang fokus menyediakan konten edukatif untuk anak-anak yang di dalamnya ada beberapa fitur yang dapat dinikmati oleh anak-anak.

“Playable Kids ini lahir karena kegelisahan saya terhadap anak kecil yang sudah kecanduan handphone. Ini menjadi sebuah permasalahan besar untuk anak, karena tidak semua platform di Internet menyediakan konten khusus anak. Tetapi terbuka untuk umum sehingga tidak ada batasan untuk anak dapat melihat konten yang tidak sesuai dengan usianya. Untuk itu dibutuhkan platform dimana orang tua juga bisa kontrol anaknya ketika bermain handphone. Dan, konten tersebut aman untuk anak,” ungkap Rifaldi menjelaskan.

Disebutkan Rifaldi, aplikasi Playable Kids yang akan diluncurkan pada September 2018 ini membidik pengguna anak-anak berusia 2-12 tahun—termasuk orang tua dan guru. Melalui aplikasi ini, anak-anak dapat mengakses kontent edutainment berbentuk video dan games.

Baca juga :   Ini Pembaruan BBM Untuk Menangkan Persaingan

Nanti, di aplikasi Playable Kids ini akan ada dua fitur berbayar dengan sistem berlangganan yang ditawarkan, yaitu fitur Parental Control (untuk B2C) dan Management School (untuk B2B).

Melalui fitur Parental Control ini para orang tua dapat mengontrol aktivitas anaknya di dalam smartphone yang ada di dalam Playable Kids tersebut. Mereka dapat membatasi pemakaian game untuk anaknya. Termasuk bisa menyeleksi aplikasi apa saja yang  bisa diakses anak di ponselnya. Tak hanya itu, para orang tua juga akan mendapatkan laporan mengenai perkembangan anaknya. Misal, sejauh mana tahapan anak dalam menyelesaikan games edukasi.

Sedangkan fitur Management School, menampilkan daftar absensi anak di sekolah, memonitor nilai, dan berdialog dengan guru. Menurut Rifaldi, adanya fitur ini setelah pihaknya menjalin kerja sama dengan lebih dari 20 TK yang ada di Jakarta dan Bandung.

 

HENNI T. SOELAEMAN