youngster.id - Startup penyedia solusi kecerdasan buatan (AI) berbasis di Singapura, Dyna.Ai, mengumumkan telah menutup pendanaan Seri A senilai delapan digit juta dolar AS (USD) yang dipimpin oleh Lion X Ventures, sebuah perusahaan modal ventura asal Singapura yang mendapat advis dari unit Mezzanine Capital milik OCBC Bank.
Pendanaan ini juga diikuti oleh ADATA, perusahaan teknologi yang terdaftar di bursa Taiwan, sebuah institusi keuangan Korea Selatan, serta sekelompok veteran industri keuangan dengan pengalaman puluhan tahun.
Chairman dan Co-Founder Dyna.Ai, Tomas Skoumal, mengatakan bahwa dana segar tersebut akan digunakan untuk mempercepat penerapan solusi Agentic AI milik Dyna.Ai, guna membantu perusahaan mengubah proyek percontohan (AI pilot) menjadi sistem operasional penuh yang mampu memberikan dampak bisnis terukur.
“Pada dasarnya kami adalah tim yang digerakkan oleh inovasi dan pengalaman komersial. Saat industri banyak berbicara tentang seberapa luas AI bisa diterapkan, kami justru fokus pada satu masalah mendesak dan membangun solusi berbasis hasil. Pendekatan ini membangun kepercayaan para pemimpin C-level di berbagai institusi global,” ujar Tomas, Selasa (3/3/2026).
Melalui pendekatan Results-as-a-Service, Dyna.Ai memprioritaskan hasil bisnis yang nyata, khususnya peningkatan pendapatan. Model ini telah divalidasi di sektor jasa keuangan yang teregulasi serta lingkungan enterprise berskala besar. Solusi Dyna.Ai menggabungkan keahlian domain industri, AI agent builder, AI agent siap pakai, serta aplikasi agentic yang dapat mengeksekusi tugas dalam alur kerja terdefinisi dengan tetap memastikan kepatuhan terhadap regulasi, kontrol, dan akuntabilitas.
Saat ini, solusi Dyna.Ai telah digunakan secara aktif di berbagai lingkungan enterprise, termasuk oleh bank global dan regional serta lembaga keuangan di Asia, Amerika, dan Timur Tengah. Implementasi ini membantu perusahaan menyederhanakan operasional, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan mengoptimalkan alur kerja karyawan.
Investasi ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap pendekatan berbasis eksekusi yang diusung Dyna.Ai, sekaligus mendukung pengembangan platform jangka panjang, tata kelola, dan skala implementasi solusi AI di pasar global.
Momentum ini hadir seiring proyeksi pasar AI Asia Tenggara yang diperkirakan akan melampaui US$16 miliar pada 2033, menunjukkan besarnya peluang pemanfaatan AI untuk memperkuat produktivitas tenaga kerja. Singapura sendiri terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin regional di bidang AI dengan komitmen investasi lebih dari S$1 miliar (sekitar US$778,8 juta) untuk riset kecerdasan buatan publik selama lima tahun ke depan.
CEO Lion X Ventures, Irene Guo, menilai bahwa fase enterprise AI kini telah bergeser dari sekadar eksperimen menuju eksekusi dan hasil nyata.
“Dyna.Ai membedakan diri melalui keahlian domain yang kuat, disiplin operasional, serta kemampuannya menerapkan agentic AI di lingkungan enterprise yang kompleks dan teregulasi. Kami senang mendukung tim ini dalam ekspansi ke pasar jasa keuangan dan enterprise global,” kata Irene.
Di Indonesia, Dyna.Ai tekah membuka kantor di Jakarta pada Juli 2025. Startup ini siap berkolaborasi dengan klien lokal untuk mengembangkan solusi AI yang bertanggung jawab, kontekstual, dan sesuai dengan lanskap ekonomi, bahasa, serta budaya Indonesia. (*AMBS)

















Discussion about this post