Senin, 16 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline STARTUP

Investasi Venture Capital Indonesia Lesu, Sektor Konsumsi dan Kesehatan Jadi Harapan Baru

16 Februari 2026
in STARTUP
Reading Time: 2 mins read
Startup

Investasi Venture Capital Indonesia Lesu, Sektor Konsumsi dan Kesehatan Jadi Harapan Baru (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pasar modal ventura (venture capital) di Indonesia tengah menghadapi tantangan berat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru, nilai kesepakatan investasi di tanah air merosot tajam dari puncaknya sebesar US$5,4 miliar pada paruh kedua 2021 menjadi kurang dari US$100 juta pada semester pertama 2025. Penurunan signifikan ini memicu kekhawatiran mengenai kepercayaan investor global terhadap ekosistem startup nasional.

Partner Vertex Ventures, Gary Khoeng, menyebutkan, setidaknya terdapat tiga faktor utama yang mengikis kepercayaan investor. Pertama, munculnya kasus pelanggaran tata kelola (governance) dan integritas, termasuk skema penipuan kompleks di sektor fintech dan agritech yang menyebabkan kerugian besar. Salah satunya, kasus eFishery, yang melibatkan skema penipuan selama bertahun-tahun dan merugikan banyak investor besar.

Kedua, melemahnya kondisi makroekonomi yang menekan daya beli kelas menengah, di mana populasi kelas menengah menyusut dari 57 juta jiwa pada 2019 menjadi sekitar 48 juta jiwa pada 2024. Kondisi ini menciptakan kesenjangan yang semakin lebar dalam kemampuan belanja antarsegmen konsumen.

Baca juga :   InDrive Akan Gelar Program Pendanaan Untuk Startup Global, Termasuk di Indonesia

Ketiga, minimnya rekam jejak keluar (exit) yang sukses melalui IPO, tercermin dari harga saham GoTo yang merosot hingga menyisakan sekitar 16% dari harga perdana saat melantai di bursa tahun 2022. Situasi ini membuat banyak investor, termasuk investor global, mempertanyakan kembali keyakinan mereka terhadap prospek pasar startup Indonesia.

“Meski kondisi pasar sedang lesu, peluang investasi tetap tersedia melalui kalibrasi ulang strategi yang berfokus pada kekuatan fundamental Indonesia,” kata Gary, seperti dilansir Business Times, Senin (16/2/2026)

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan populasi hampir 300 juta jiwa dan usia median 30 tahun, sektor ritel konsumsi, layanan keuangan, dan kesehatan masih menjadi daya tarik utama. Sektor konsumsi, khususnya merek lokal (direct-to-consumer) di bidang perawatan pribadi dan makanan minuman yang mampu melayani segmen berpenghasilan rendah, terbukti tetap bertahan meski daya beli melandai.

Baca juga :   Pendanaan Startup di Asia Tenggara Turun 59% pada Tahun 2024

Di sektor keuangan, terjadi pergeseran tren dari pinjaman tanpa agunan (unsecured lending) yang berisiko tinggi menuju solusi keuangan yang lebih bertanggung jawab seperti pegadaian dan pinjaman terjamin (secured lending). Model bisnis ini dinilai memiliki neraca keuangan yang lebih solid dan risiko fraud yang minimal karena bekerja sama lebih erat dengan ekosistem perbankan tradisional.

Selain itu, sektor kesehatan yang masih memiliki rasio tempat tidur rumah sakit di bawah rata-rata regional menawarkan peluang pertumbuhan besar. Modernisasi rumah sakit dan klinik spesialis (seperti kesehatan wanita dan estetika) mulai menarik perhatian investor institusi, seiring dengan reformasi kesehatan dan sistem jaminan kesehatan nasional yang semakin luas cakupannya.

Baca juga :   Pintek Gandeng BSI Untuk Beri Pendanaan Biaya Kuliah

Untuk mengembalikan siklus pasar ke arah positif (bull cycle), diperlukan tiga faktor kunci: katalis teknologi yang kuat seperti kecerdasan artifisial (AI), dukungan berkelanjutan bagi startup tahap awal (seed level), serta peran pemerintah dalam menetapkan sektor inti sebagai jangkar inovasi.

“Meski tengah berada dalam siklus pasar yang sulit, pasar startup Indonesia dinilai belum kehilangan seluruh daya tariknya. Di tengah siklus bearish ini, masih terdapat kantong-kantong peluang investasi yang bisa digarap sebelum kepercayaan investor pulih sepenuhnya dan siklus bullish berikutnya dimulai,” pungkasnya. (*AMBS)

Tags: Investasi Venture Capitalpendanaan startup
Previous Post

Tekan Angka Kemiskinan, MIND ID Bina 10.000 UMKM Melalui Hilirisasi Ekonomi Lokal

Next Post

DBS dan Visa Luncurkan Pilot Project Pembayaran Berbasis Agen AI Pertama di Asia Pasifik

Related Posts

AFTECH dan AMVESINDO Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja dan Pendanaan Startup Fintech
STARTUP

AFTECH dan AMVESINDO Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja dan Pendanaan Startup Fintech

12 Desember 2025
0
pendanaan startup
STARTUP

Startup Indonesia Perlu Bangun Kepercayaan Dan Pemerataan Ekosistem

29 Oktober 2025
0
Co-founders Astro
STARTUP

Startup Astro Raih Kucuran Dana Segar Dari Amazon

17 September 2025
0
Load More
Next Post
Pembayaran Berbasis Agen AI

DBS dan Visa Luncurkan Pilot Project Pembayaran Berbasis Agen AI Pertama di Asia Pasifik

Discussion about this post

Recent Updates

Pembayaran Berbasis Agen AI

DBS dan Visa Luncurkan Pilot Project Pembayaran Berbasis Agen AI Pertama di Asia Pasifik

16 Februari 2026
Startup

Investasi Venture Capital Indonesia Lesu, Sektor Konsumsi dan Kesehatan Jadi Harapan Baru

16 Februari 2026
MIND ID

Tekan Angka Kemiskinan, MIND ID Bina 10.000 UMKM Melalui Hilirisasi Ekonomi Lokal

16 Februari 2026
Bank Saqu

Perkuat Basis Nasabah, Bank Saqu Bangun Engagement Lewat Komunitas Lari dan Sepeda

14 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Pembayaran Berbasis Agen AI

DBS dan Visa Luncurkan Pilot Project Pembayaran Berbasis Agen AI Pertama di Asia Pasifik

16 Februari 2026
Startup

Investasi Venture Capital Indonesia Lesu, Sektor Konsumsi dan Kesehatan Jadi Harapan Baru

16 Februari 2026
MIND ID

Tekan Angka Kemiskinan, MIND ID Bina 10.000 UMKM Melalui Hilirisasi Ekonomi Lokal

16 Februari 2026
Bank Saqu

Perkuat Basis Nasabah, Bank Saqu Bangun Engagement Lewat Komunitas Lari dan Sepeda

14 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version