Rabu, 28 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Technology

5 Kebiasaan Digital yang Perlu Diubah di Era AI agar Terhindar dari Ancaman Siber

28 Oktober 2026
in Technology
Reading Time: 3 mins read
5 Kebiasaan Digital yang Perlu Diubah di Era AI agar Terhindar dari Ancaman Siber

Microsoft mengingatkan pentingnya lima kebiasaan digital untuk melindungi data pribadi dan menghindari ancaman siber di era AI. (Foto: ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Di era kecerdasan buatan (AI), mengenali ancaman siber semakin menantang. Pesan penipuan kini bisa menggunakan bahasa yang meyakinkan, meniru gaya komunikasi orang atau perusahaan tertentu, bahkan menyerupai percakapan yang biasa kita terima.

Laporan Microsoft Digital Defense Report (MDDR) 2026 mencatat, secara global, 73,3% upaya serangan siber melibatkan interaksi pengguna, penyalahgunaan akun valid, rekayasa sosial (social engineering), dan phishing. Microsoft juga mendeteksi lebih dari 46 juta serangan penyamaran identitas melalui email bisnis.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa keamanan digital bukan hanya soal melindungi perangkat dari virus, tetapi juga menjaga identitas, membatasi akses terhadap informasi pribadi, dan lebih cermat saat berinteraksi secara daring.

Managing Director Microsoft Indonesia Gunawan Susanto, menekankan pentingnya keamanan dalam pemanfaatan teknologi.

“Di era AI, keamanan siber bukan lagi sekadar persoalan perlindungan, tetapi fondasi yang memungkinkan organisasi dan masyarakat memanfaatkan teknologi yang kita gunakan. Semakin canggih teknologi, semakin penting pula kemampuan kita menjaga dan mengendalikan data serta identitas digital,” ujarnya dikutip Rabu (28/10/2026).

Salah satu contoh ancaman tersebut adalah kampanye Photo.zip yang diidentifikasi Microsoft Threat Intelligence pada Juni 2026. Serangan ini menyasar organisasi di industri perhotelan di Asia dan Eropa melalui email phishing yang menyerupai pesan reservasi, pertanyaan mengenai kamar, atau keluhan tamu.

Penerima diarahkan mengunduh folder ZIP berisi file yang menyamar sebagai foto. Padahal, file tersebut dapat menjalankan program berbahaya dan memungkinkan pelaku mempertahankan akses ke perangkat yang terinfeksi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tautan atau lampiran yang terlihat wajar belum tentu aman. Risiko juga berkembang seiring penggunaan AI agents, yaitu sistem AI yang dapat mengakses informasi dan menjalankan tugas melalui berbagai aplikasi. Karena itu, pengawasan dan pembatasan hak akses tetap diperlukan.

5 Kebiasaan Digital untuk Mengurangi Risiko Serangan Siber

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, menjaga keamanan digital menjadi hal yang makin krusial bagi setiap pengguna internet. Terdapat lima kebiasaan mendasar yang dapat diterapkan untuk memperkuat perlindungan data pribadi dan menghindari potensi siber.

Langkah pertama adalah tidak langsung percaya pada pesan yang meyakinkan, meskipun pesan tersebut menggunakan bahasa yang sopan, mengatasnamakan perusahaan terkenal, atau mengaku dari identitas orang yang dikenal. Pengguna patut mewaspadai permintaan informasi pribadi, tautan yang tidak biasa, atau instruksi mendesak yang meminta penerima bertindak cepat. Jika timbul keraguan, konfirmasi ulang wajib dilakukan melalui saluran komunikasi resmi yang tepercaya.

Selain itu, sangat penting untuk memeriksa tautan dan lampiran sebelum dibuka. Pastikan kejelasan sumber file dan alamat tujuan sebelum mengunduh atau mengeklik tautan tertentu. Untuk keperluan reservasi, transaksi finansial, maupun akses layanan digital, meluncur langsung ke situs atau aplikasi resmi jauh lebih aman dibandingkan mengikuti tautan dari pihak yang belum terverifikasi.

Kewaspadaan ekstra juga perlu diterapkan terhadap penggunaan QR code dan dokumen digital. Ancaman phishing kini sering menyebar melalui media QR code, file PDF, hingga halaman verifikasi palsu. Berdasarkan laporan MDDR 2026, Microsoft Defender for Office 365 mencatat lebih dari 145 juta serangan phishing berbasis QR code secara global pada periode Juli 2025 hingga Juni 2026. Oleh karena itu, selalu periksa sumber serta URL tujuan sebelum memindai QR code, dan hindari memasukkan kata sandi atau kode verifikasi pada halaman yang belum dipastikan keabsahannya.

Upaya perlindungan ini harus disempurnakan dengan langkah melindungi identitas digital secara menyeluruh. Mengingat akun email, media sosial, dan layanan perbankan merupakan inti dari identitas digital, pengguna disarankan menggunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun serta tidak membagikan informasi pribadi secara berlebihan di ruang siber. Terakhir, selalu aktifkan autentikasi multifaktor (multifactor authentication/MFA) sebagai lapisan verifikasi tambahan. Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur passkey—seperti sidik jari, pemindaian wajah, atau PIN perangkat—serta memilih metode autentikasi yang dirancang tahan terhadap ancaman phishing.

Perkembangan AI membawa kemudahan dalam bekerja, mencari informasi, hingga merencanakan aktivitas sehari-hari. Namun, pengguna juga perlu menyesuaikan cara menjaga keamanan digital.

Tidak semua pesan harus dicurigai, tetapi setiap tautan, lampiran, dan permintaan informasi yang tidak biasa perlu diperiksa. Dengan menjaga identitas digital, membatasi akses, dan membiasakan verifikasi, pengguna dapat mengurangi risiko tanpa harus menghindari teknologi baru.

 

STEVY WIDIA

Tags: AIkeamanan digitalkeamanan siberMicrosoftMicrosoft Digital Defense Report (MDDR) 2026microsoft indonesiaphishingteknologi
Previous Post

Kredit BCA Tumbuh 12,6% Tembus Rp1.063 Triliun, Ditopang Pembiayaan Produktif dan UMKM

Next Post

Telkomsel Ungkap 3 Ritme Konsumen Ramadan 2027, Brand Perlu Siapkan Strategi Sejak Dini

Related Posts

Pembiayaan Otomotif Carro Orico
Startup & Entrepreneurship

Carro Raih Pembiayaan Otomotif SGD450 Juta di Singapura

22 Oktober 2026
0
komputer kuantum Enkripsi Data
Technology

Komputer Kuantum Bisa Ancam Enkripsi Data, Indonesia Perlu Bersiap dari Sekarang

22 Oktober 2026
0
Metranet x Jayantara
Technology

Sektor Pendidikan Digital Melesat, Metranet dan Jayantara Integrasikan Lima Solusi IT

22 Oktober 2026
0
Load More
Next Post
Telkomsel Ungkap 3 Ritme Konsumen Ramadan 2027, Brand Perlu Siapkan Strategi Sejak Dini

Telkomsel Ungkap 3 Ritme Konsumen Ramadan 2027, Brand Perlu Siapkan Strategi Sejak Dini

Accor ekspansi hotel Asia Indonesia

Accor Akselerasi Ekspansi di Asia dengan Penandatanganan 30 Hotel Baru, Indonesia Jadi Pasar Utama

Discussion about this post

Recent Updates

Accor ekspansi hotel Asia Indonesia

Accor Akselerasi Ekspansi di Asia dengan Penandatanganan 30 Hotel Baru, Indonesia Jadi Pasar Utama

28 Oktober 2026
Telkomsel Ungkap 3 Ritme Konsumen Ramadan 2027, Brand Perlu Siapkan Strategi Sejak Dini

Telkomsel Ungkap 3 Ritme Konsumen Ramadan 2027, Brand Perlu Siapkan Strategi Sejak Dini

28 Oktober 2026
5 Kebiasaan Digital yang Perlu Diubah di Era AI agar Terhindar dari Ancaman Siber

5 Kebiasaan Digital yang Perlu Diubah di Era AI agar Terhindar dari Ancaman Siber

28 Oktober 2026
Pertumbuhan kredit BCA 2026

Kredit BCA Tumbuh 12,6% Tembus Rp1.063 Triliun, Ditopang Pembiayaan Produktif dan UMKM

28 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Accor ekspansi hotel Asia Indonesia

Accor Akselerasi Ekspansi di Asia dengan Penandatanganan 30 Hotel Baru, Indonesia Jadi Pasar Utama

28 Oktober 2026
Telkomsel Ungkap 3 Ritme Konsumen Ramadan 2027, Brand Perlu Siapkan Strategi Sejak Dini

Telkomsel Ungkap 3 Ritme Konsumen Ramadan 2027, Brand Perlu Siapkan Strategi Sejak Dini

28 Oktober 2026
5 Kebiasaan Digital yang Perlu Diubah di Era AI agar Terhindar dari Ancaman Siber

5 Kebiasaan Digital yang Perlu Diubah di Era AI agar Terhindar dari Ancaman Siber

28 Oktober 2026
Pertumbuhan kredit BCA 2026

Kredit BCA Tumbuh 12,6% Tembus Rp1.063 Triliun, Ditopang Pembiayaan Produktif dan UMKM

28 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version