youngster.id - Pertumbuhan Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif mulai mengubah kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia. Lonjakan penggunaan AI membuat banyak perusahaan harus memikirkan ulang desain data center mereka, mulai dari kapasitas daya listrik hingga konektivitas jaringan berkecepatan tinggi.
Business Director for ASEAN, India & Korea Panduit, Simin Sirun, mengatakan data dari Grand View Research menunjukkan adopsi AI global tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 40%.
“AI telah mengubah cara organisasi beroperasi. Perusahaan di Indonesia perlu menyadari bahwa AI telah merevolusi efisiensi di berbagai sektor, seperti gudang otomatis dan gedung cerdas,” katanya dalam Panduit Technology Day di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, kebutuhan AI modern kini jauh berbeda dibanding infrastruktur cloud konvensional.
“Jika sebelumnya infrastruktur dibangun untuk kebutuhan cloud dan komputasi standar, kini AI menuntut kapasitas jaringan yang jauh lebih besar dengan latensi rendah dan transfer data real-time,” ujarnya.
Perubahan tersebut paling terasa pada kebutuhan komputasi berkinerja tinggi. Model AI modern membutuhkan GPU dengan konsumsi daya besar, bahkan satu rak server AI dapat membutuhkan daya hingga 30–100 kW — jauh lebih tinggi dibanding data center biasa.
Karena itu, infrastruktur kelistrikan kini menjadi elemen krusial dalam operasional data center berbasis AI.
“Tanpa sistem grounding, distribusi daya, dan manajemen kabel yang baik, risiko downtime hingga gangguan operasional akan meningkat drastis,” kata Sirun.
Tak hanya data center besar, transformasi AI juga mulai memengaruhi lingkungan enterprise dan edge computing.
Senior Manager Singapore, Malaysia & Indonesia Panduit, Kevin Choong, mengatakan enterprise modern kini membutuhkan jaringan fiber optik berdensitas tinggi dan sistem distribusi daya yang lebih cerdas untuk mendukung operasional berbasis AI.
“Solusi jaringan modern kini harus mampu melampaui batas konektivitas standar, termasuk mendukung extended reach lebih dari 100 meter dan bandwidth yang lebih tinggi,” ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Panduit memperkenalkan pendekatan desain kabinet cerdas dan distribusi daya modern guna meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Mulai dari kebutuhan daya listrik yang stabil, sistem pendinginan efisien, manajemen fiber optik, hingga arsitektur data center scalable kini menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem AI yang berkelanjutan.
“Transformasi AI bukan hanya soal software dan model AI semata, tetapi juga soal kesiapan fondasi infrastruktur digital yang menopangnya,” pungkas Kevin.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post