youngster.id - Pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam dunia bisnis mulai bergerak lebih jauh dari sekadar membantu pekerjaan administratif. Teknologi ini kini mulai digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas keuangan, mulai dari pembayaran, pengelolaan akun, valuta asing (FX), treasury, hingga kebutuhan pertumbuhan bisnis.
Perkembangan tersebut terlihat dari langkah Ant International yang menghadirkan rangkaian solusi AI-native full-stack untuk mendukung operasional bisnis global. Rangkaian ini mencakup hampir 100 produk utama yang berada di empat pilar bisnis Ant International, dengan dukungan teknologi AI yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan finansial dalam satu ekosistem.
Pemanfaatan AI dalam layanan tersebut juga mulai terlihat dalam operasional merchant. Dalam 12 bulan terakhir, sebanyak 89,5% merchant dari layanan merchant payment utama Ant International telah menerapkan solusi FinAI, sementara 81,4% tugas pembayaran telah dibantu oleh AI.
CEO Ant International Peng Yang mengatakan perkembangan fintech ke depan membutuhkan fondasi teknologi yang mampu menggabungkan keamanan, keahlian finansial, dan kemampuan AI dalam satu sistem.
“Pemimpin fintech masa depan perlu menghadirkan dua hal: infrastruktur trust yang siap menghadapi masa depan serta foundational FinAI models yang menggabungkan data kompleks dan mendalam dengan keahlian di berbagai bidang; serta rangkaian solusi AI-native yang saling terhubung untuk mendukung operasional pembayaran, akun, FX, treasury, dan pertumbuhan bisnis, yang membantu bisnis menghadapi kebutuhan saat ini sekaligus mempersiapkan diri menuju masa depan yang sepenuhnya agentic,” ungkap Peng Yang dalam acara VOYAGE di Shanghai, dikutip Rabu (23/9/2026).
Fondasi teknologi tersebut antara lain dibangun melalui Antom 3-in-1 Transformer dan FalconTST. Antom 3-in-1 Transformer merupakan payment foundation model yang memproses data perilaku berkala, data terstruktur, serta pemetaan hubungan pengguna dalam satu sistem. Model dengan lebih dari 10 miliar parameter ini digunakan untuk mendukung deteksi fraud, pencegahan penipuan, hingga optimasi keberhasilan transaksi.
Sementara itu, FalconTST dikembangkan untuk kebutuhan prediksi valuta asing dan likuiditas. Model ini dilatih menggunakan data dari sektor keuangan, ritel, energi, hingga pariwisata untuk membantu memprediksi arus kas dan risiko FX secara dinamis.
Perubahan yang lebih besar terlihat ketika AI mulai diarahkan untuk menjalankan proses secara agentic. Ant International memperkenalkan Agentic Mobile Protocol (AMP), protokol pembayaran terbuka yang memungkinkan agen AI menjalankan transaksi mobile di berbagai aplikasi, super app, dan perangkat pintar.
AMP pada tahap awal didukung oleh 10 mitra dompet digital Alipay+ dan tujuh acquirer. Protokol ini juga memungkinkan transaksi lintas perangkat tanpa harus berpindah aplikasi, sekaligus memberikan kendali izin berbasis tugas kepada pengguna.
Namun, semakin besar peran AI dalam transaksi keuangan, kebutuhan terhadap keamanan juga semakin penting. Karena itu, Ant International menghadirkan arsitektur keamanan dua lapis yang mencakup Know-Your-Agent (KYA), AMP, dan AgentSafePay untuk mengantisipasi risiko yang muncul dari transaksi berbasis agen AI.
Di sisi pembayaran, salah satu penerapannya adalah Antom Autopilot yang menangani berbagai tahapan siklus pembayaran merchant dalam satu conversational window. Proses tersebut mencakup onboarding, integrasi, perlindungan risiko, rekonsiliasi, troubleshooting, hingga analisis keuangan. Ant International menyebut penggunaan Antom Autopilot dapat memangkas waktu menuju transaksi pertama dari hitungan hari menjadi hitungan menit.
AI juga mulai digunakan untuk pengelolaan keuangan perusahaan. Melalui WorldFirst for Enterprise Treasury Autopilot, perusahaan dapat memantau posisi kas, memprediksi kebutuhan likuiditas, mengelola risiko FX, hingga mengambil keputusan terkait global payout.
“Salah satu komponennya adalah Falcon Forecast yang menggunakan FalconTST untuk memprediksi posisi arus kas, likuiditas, dan FX mulai dari beberapa menit hingga beberapa bulan ke depan. Dengan kemampuan tersebut, tim treasury dapat melakukan perencanaan secara lebih proaktif,” ungkap Peng Yang.
Selain pembayaran dan treasury, AI juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Ant International mengembangkan berbagai tools agentic untuk kebutuhan ekspansi pasar, promosi, subscription, billing, perpajakan, hingga pembiayaan bagi UKM. Salah satunya A+Rewards yang memanfaatkan AI untuk menghubungkan merchant dengan lebih dari 30 platform AI dan e-commerce untuk distribusi kampanye dan akuisisi pelanggan.
Dengan rangkaian tersebut, pemanfaatan AI dalam fintech mulai bergerak dari sekadar fitur tambahan menuju bagian dari operasional bisnis. Pembayaran, pengelolaan kas, prediksi FX, hingga ekspansi pasar mulai dapat didukung oleh sistem AI yang terintegrasi.
Ant International menyebut produk-produk dalam rangkaian AI-native full-stack tersebut akan mulai diluncurkan secara bertahap di berbagai pasar global pada musim gugur dan musim dingin 2026.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post