Alibaba Cloud Perluas Ekosistem Agentic AI bagi Developer dan Startup

Dr. Feifei Li, Chief Technology Officer dan President of International Business Alibaba Cloud, pada Konferensi Qwen internasional pertama Alibaba Cloud di Singapura. (Foto: istimewa/alibabacloud)

youngster.id - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini memasuki babak baru. Jika selama ini AI lebih dikenal sebagai chatbot yang membantu menjawab pertanyaan atau membuat konten, kini teknologi tersebut mulai berkembang menjadi agentic AI, yaitu AI yang mampu menjalankan tugas secara lebih mandiri layaknya asisten digital yang dapat mengambil keputusan dan menyelesaikan pekerjaan secara otomatis.

Hal ini mendorong Alibaba Cloud memperkenalkan inovasi terbaru mulai dari model AI generasi baru, platform cloud AI-native, hingga produk agen AI untuk mendukung perusahaan, developer, dan startup di era agentic AI.

Chief Technology Officer dan President of International Business Alibaba Cloud Feifei Li mengatakan, agentic AI akan membawa perubahan besar dalam cara manusia berinteraksi dengan teknologi.

“Melalui ekosistem AI full-stack yang kami bangun, kami tidak hanya menghadirkan model AI yang canggih, tetapi juga produk AI-native dan infrastruktur cloud agentic yang membantu pelanggan global kami mengintegrasikan AI ke dalam berbagai aspek operasional mereka secara lebih mulus,” katanya dalam siaran pers Konferensi Qwen Internasional pertama Alibaba Cloud yang digelar baru-baru ini di Singapura.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Qwen3.7-Max, model large language model (LLM) terbaru dari Alibaba. Model ini kini tersedia melalui platform pengembangan AI milik Alibaba dan masuk dalam jajaran model AI terbaik dunia berdasarkan pemeringkatan Artificial Analysis.

Tidak hanya menghadirkan model AI baru, Alibaba Cloud juga meluncurkan Qwen Cloud, platform cloud AI-native yang dirancang untuk memudahkan pengembangan aplikasi dan agen AI.

“Platform ini memungkinkan developer maupun perusahaan mengakses berbagai model AI dalam satu ekosistem, mulai dari pemrosesan teks, gambar, audio, hingga video,” ungkapnya.

Bagi kalangan startup dan pengembang muda, kehadiran platform semacam ini dapat mempercepat proses pembuatan aplikasi berbasis AI tanpa harus membangun infrastruktur dari awal. Hal ini sejalan dengan tren meningkatnya adopsi AI di berbagai sektor, mulai dari produktivitas, layanan pelanggan, pendidikan, hingga industri kreatif.

Alibaba Cloud juga memperkenalkan Agentic Cloud, sebuah pendekatan baru yang memungkinkan agen AI mengakses berbagai layanan cloud secara lebih natural. Dengan dukungan lebih dari 60 layanan cloud yang telah dikonversi ke dalam format berbasis Skill, agen AI dapat menjalankan tugas yang lebih kompleks, seperti mengelola data, memantau sistem, hingga menjalankan proses operasional secara otomatis.

Semau ini menunjukkan persaingan yang semakin ketat di industri AI global yang selama ini didominasi pemain seperti GPT, Claude, dan Gemini.

Selain memperkuat teknologi, Alibaba Cloud turut mengumumkan berbagai inisiatif pengembangan talenta AI. Bersama mitra lokal, perusahaan berkomitmen membekali lebih dari 1.000 UKM dan mahasiswa dengan keterampilan AI generatif serta agentic AI.

Sementara, untuk mendorong lahirnya inovasi baru, Alibaba Cloud juga meluncurkan hackathon global bagi developer dan startup yang ingin membangun agen AI berbasis model Qwen Cloud. Selain itu, perusahaan menggandeng platform kreatif Picsart untuk menggelar kompetisi film pendek berbasis AI menggunakan model video generation milik Alibaba.

Melalui berbagai peluncuran ini, Alibaba Cloud menunjukkan, industri mulai bergerak menuju era agentic AI. Bahwa sistem AI dapat bekerja secara lebih mandiri, berkolaborasi dengan berbagai aplikasi, dan membantu manusia menyelesaikan tugas yang semakin kompleks.

 

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version