Alibaba Cloud Perluas Pusat Data Global dan Luncurkan Solusi AI Terbaru

Alibaba Cloud solusi AI

Alibaba Cloud Perluas Pusat Data Global dan Luncurkan Solusi AI Terbaru (Foto: Istimewa)

youngster.id - Alibaba Cloud mengumumkan rencana ekspansi infrastruktur komputasi awan (cloud) global dalam ajang Apsara Conference 2026. Penyedia infrastruktur AI terkemuka ini akan membuka region cloud baru di tiga negara serta memperluas kapasitas pusat data di lima wilayah utama untuk memenuhi lonjakan permintaan adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) korporasi.

Dalam 12 bulan mendatang, Alibaba Cloud akan menghadirkan region cloud pertamanya di Turki, Finlandia, dan Belanda. Selain itu, jaringan pusat data di Malaysia, Jerman, Uni Emirat Arab (UEA), Prancis, dan Hong Kong juga akan ditingkatkan kapasitasnya. Hingga kini, Alibaba Cloud telah mengoperasikan 107 availability zone di 31 region global.

Chief Technology Officer sekaligus President of International Business Alibaba Cloud Intelligence, Dr. Feifei Li, menegaskan pentingnya ketersediaan infrastruktur yang dapat ditingkatkan skalanya seiring pergeseran arsitektur teknologi dari AI-native menuju Agent-Native Cloud.

“Kami memperluas jangkauan cloud global untuk mendekatkan sumber daya komputasi kepada pelanggan dan mitra. Pada saat yang sama, kami terus mengembangkan teknologi AI agar semakin mudah ditingkatkan skalanya, praktis digunakan, dan dapat diakses oleh pelaku bisnis,” ujar Feifei, dikutip Senin (28/9/2026).

Peluncuran Tiga Solusi AI Anyar

Dalam konferensi tersebut, Alibaba Cloud secara resmi memperkenalkan tiga solusi AI terbaru yang dirancang khusus untuk mempercepat implementasi bisnis di tingkat internasional.

Inovasi pertama yang dihadirkan adalah Smart Studio, sebuah platform Model-as-a-Service (MaaS) siap pakai. Platform ini memungkinkan perusahaan untuk mengemas API model AI menggunakan merek mereka sendiri hanya dalam hitungan menit. Di balik kemudahan tersebut, Smart Studio ditopang oleh arsitektur inferensi yang sangat andal, dengan kemampuan mencatatkan throughput hingga 505% lebih tinggi dibandingkan kerangka kerja open-source standar.

Selain itu, Alibaba Cloud meluncurkan Smart Fusion, yakni mesin cerdas berbasis API terpadu. Solusi ini bekerja dengan menggabungkan performa beberapa model AI secara real-time untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Melalui mekanisme efisien ini, Smart Fusion diklaim mampu memangkas biaya penggunaan token hingga 50%.

Guna melengkapi portofolionya di sektor media, hadir pula Smart Video, sebuah agen video AI yang menyasar industri kreatif dan pengiklan. Inovasi ini mempermudah proses produksi hingga penyuntingan video secara otomatis sampai durasi satu jam, cukup dengan memasukkan instruksi bahasa alami (prompt).

Kolaborasi Global: Lion Parcel, Panasonic, hingga AnyMind Group

Adopsi rangkaian teknologi Artificial Intelligence (AI) dan model fondasi Qwen milik Alibaba Cloud kian meluas di berbagai sektor industri global. Berbagai perusahaan telah membuktikan bagaimana integrasi teknologi ini mampu mendongkrak efisiensi operasional hingga mendorong inovasi produk digital.

Di sektor logistik Indonesia, Lion Parcel mengimplementasikan model Qwen-VL-Plus melalui platform Model Studio untuk mengotomatiskan pemrosesan Document Order di divisi keuangan. Langkah ini terbukti signifikan dalam meningkatkan akurasi data sekaligus menekan biaya operasional. Sementara itu di Tiongkok, Panasonic Digital (Shanghai) memanipulasi model Qwen dan sistem pengelolaan data Alibaba Cloud untuk membangun pusat kapabilitas agen AI. Hasilnya, Panasonic berhasil memangkas waktu pembuatan dokumentasi rapat hingga 80% dan mempercepat proses peninjauan kontrak hingga 10 kali lipat.

Di ranah komersial digital, AnyMind Group mengintegrasikan model Qwen ke dalam platform live commerce berbasis AI mereka, AnyLive. Integrasi ini meningkatkan akurasi respons avatar AI dalam merespons konsumen secara real-time di berbagai bahasa Asia. Tak ketinggalan, pemain besar di industri kreatif dan teknologi seperti Unity China, Loomi Entertainment Group, dan SHAKE turut memanfaatkan keunggulan arsitektur cloud serta model Qwen milik Alibaba Cloud. Integrasi tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan mesin gim 3D, memproduksi konten AIGC sinematik, hingga menghadirkan platform Agentic Resource Planning (ARP) bagi para pelaku UMKM.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version