ASEAN Foundation Luncurkan ‘Scam Ready ASEAN’, Targetkan 3 Juta Orang Terlindungi dari Penipuan Online

Scam Ready ASEAN Foundation

ASEAN Foundation Luncurkan 'Scam Ready ASEAN', Targetkan 3 Juta Orang Terlindungi dari Penipuan Online (Foto: ILustrasi)

youngster.id - ASEAN Foundation meluncurkan Scam Ready ASEAN, sebuah inisiatif regional berskala besar untuk memperkuat pertahanan masyarakat Asia Tenggara terhadap ancaman penipuan (fraud) digital. Program ini diumumkan dalam forum Google 2026 Online Safety Dialogue di Kuala Lumpur.

Didukung oleh pendanaan sebesar US$5 juta dari Google.org, program ini bertujuan membangun ketahanan digital bagi 3.000.000 orang di seluruh kawasan ASEAN. Inisiatif ini hadir sebagai respons atas kerugian finansial akibat penipuan online di Asia Tenggara yang mencapai USD 23,6 miliar pada tahun 2024.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan urgensi pencegahan tertinggi. Sepanjang tahun 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat lebih dari 411.000 laporan kasus dengan total kerugian mencapai Rp9 triliun.

Modus kejahatan yang paling marak meliputi phishing, rekayasa sosial (social engineering), impersonasi, hingga penipuan melalui pembayaran QR. Kejahatan ini kini semakin sulit dideteksi karena mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) generatif untuk mengelabui korban dari berbagai latar belakang usia.

Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam, menegaskan bahwa penipuan bukan lagi insiden terisolasi, melainkan tantangan bersama lintas negara.

“Scam Ready ASEAN hadir untuk mengubah pendekatan kita, dari bereaksi terhadap penipuan menjadi mencegah dan lebih siap menghadapinya,” ujar Dr. Piti, Selasa (28/4/2026).

Program ini akan bekerja sama dengan 20 organisasi lokal di 11 negara anggota ASEAN menggunakan model Train-the-Trainer. Sebanyak 2.000 Master Trainer akan dimobilisasi untuk menyampaikan modul terstruktur dan alat interaktif, seperti gim edukasi Be Scam Ready, kepada sedikitnya 550.000 penerima manfaat langsung.

Wakil Presiden Google Asia Tenggara, Sapna Chadha, menekankan bahwa kesuksesan ekonomi digital ASEAN sangat bergantung pada fondasi kepercayaan publik.

“Kami mendukung inisiatif ini untuk memastikan setiap warga negara dibekali pengetahuan guna menjaga keamanan diri secara online. Ini adalah investasi dalam pendekatan ekosistem menyeluruh antara pemerintah, industri, dan masyarakat sipil,” kata Sapna.

Program multi-tahun ini diharapkan dapat menyinkronkan kebijakan regional, seperti ASEAN Anti-Scam Working Group, ke dalam aksi nyata di tingkat akar rumput untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman dan terpercaya.

 

STEVY WIDIA 

Exit mobile version