youngster.id - Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri terus meningkat. Namun, di balik pesatnya adopsi teknologi tersebut, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan berbagai infrastruktur digital yang dibutuhkan agar AI dapat berjalan optimal dan menghasilkan dampak bisnis yang nyata.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta menghadirkan Intelligent Core, sebuah platform digital yang dirancang untuk menghubungkan berbagai kapabilitas teknologi dalam satu ekosistem yang terintegrasi, aman, dan andal.
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, mengatakan bahwa keberhasilan implementasi AI tidak hanya bergantung pada teknologi itu sendiri, tetapi juga pada kesiapan fondasi digital yang menopangnya. Melalui Intelligent Core, perusahaan ingin membantu organisasi mempercepat transformasi digital sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan AI di berbagai sektor industri.
“Di era AI, perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata. Melalui Intelligent Core ini, kami membantu pelanggan mengintegrasikan infrastruktur digital dan AI dalam satu solusi digital yang aman, andal, dan saling terhubung, sehingga pelanggan dapat lebih fokus pada inovasi, pertumbuhan, dan daya saing bisnis,” ungkapnya dikutip Kamis (11/6/2026).
Intelligent Core mengintegrasikan empat kapabilitas utama yang dimiliki Lintasarta, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI atau yang disebut sebagai kapabilitas 4C. Integrasi tersebut dirancang untuk menyederhanakan kompleksitas pengelolaan teknologi yang selama ini menjadi tantangan bagi banyak organisasi saat mengadopsi AI.
Armand menjelaskan, Intelligent Core dibangun di atas tiga prinsip utama, yaitu Sovereign, Integrated, dan Seamless Experience. Prinsip Sovereign diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur dan layanan AI yang mendukung kedaulatan digital Indonesia. Sementara prinsip Integrated memungkinkan seluruh kapabilitas digital terhubung dalam satu solusi end-to-end, sedangkan Seamless Experience ditujukan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih efisien dan terintegrasi bagi pelanggan.
Tidak hanya menyediakan infrastruktur, Lintasarta juga mengembangkan pendekatan berbasis Industry Outcome Stacks, yakni solusi yang dirancang sesuai kebutuhan spesifik masing-masing industri.
Untuk sektor keuangan, misalnya, Lintasarta menghadirkan Secure Banking Stack yang berfokus pada keamanan dan keandalan layanan digital. Di sektor pemerintahan tersedia Sovereign Government Stack, sementara industri manufaktur didukung melalui Smart Factory Stack. Perusahaan juga menyiapkan solusi Connected Healthcare bagi layanan kesehatan serta Omnichannel Retail untuk membantu sektor ritel menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih terintegrasi.
Pendekatan tersebut menandai transformasi peran Lintasarta dari penyedia layanan teknologi menjadi pengelola dan penghubung ekosistem infrastruktur digital industri. Melalui Intelligent Core, perusahaan menggabungkan berbagai kapabilitas digital, teknologi AI, layanan terkelola, serta ekosistem mitra teknologi untuk menghasilkan dampak bisnis yang lebih terukur.
Saat ini, Lintasarta melayani lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dengan dukungan lebih dari 74 ribu jaringan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Basis pelanggan tersebut menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperluas implementasi solusi digital terintegrasi di berbagai sektor.
STEVY WIDIA
