AWS Buka Student Rewards, Mahasiswa Bisa Dapat Skill Builder Premium 12 Bulan

Head of Solutions Architects Amazon Web Services (AWS) Paul Chen. (Foto: stevywidia/youngster.id)

youngster.id - Kebutuhan talenta digital di Indonesia terus meningkat seiring semakin cepatnya adopsi teknologi cloud dan artificial intelligence (AI) di berbagai sektor. Kondisi ini membuat pengembangan keterampilan digital sejak bangku kuliah menjadi semakin penting, terutama bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja. Kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut kini datang dari Amazon Web Services (AWS) melalui Student Rewards di AWS Builder Center.

Program AWS ini memberikan mahasiswa perguruan tinggi yang telah terverifikasi akses Skill Builder premium selama 12 bulan, kredit AWS, serta voucher ujian AWS Certification Foundational.

“Kami mengalokasikan lebih dari US$ 500 juta untuk mendukung talenta generasi mendatang di bidang cloud dan AI, dengan memberikan workshop praktik langsung, kredit cloud, dan voucher sertifikasi kepada mahasiswa di seluruh dunia agar mereka tidak hanya belajar, tetapi juga dapat berkarya,” kata Kim Majerus, Vice President of Global Education and Local Government, AWS dikutip Jumat (11/9/2026).

Dia menyebut, investasi lebih dari US$ 500 juta atau sekitar Rp8,8 triliun tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan talenta cloud dan AI di seluruh dunia.

“Melalui Student Rewards, mahasiswa tidak hanya mendapatkan akses pembelajaran, tetapi juga kesempatan membangun proyek dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Program ini menyasar, mahasiswa berusia 18 tahun ke atas yang telah memverifikasi status pendaftarannya dan melengkapi profil di AWS Builder Center akan mendapatkan akses Skill Builder premium selama 12 bulan. Layanan ini mencakup lebih dari 900 kursus, lab praktik, persiapan ujian sertifikasi, hingga pembelajaran berbasis game.

Selain mengikuti pembelajaran, mahasiswa bisa mendapatkan lencana melalui aktivitas di Builder Center, seperti menerbitkan artikel, memberikan komentar, dan menjaga keterlibatan dalam komunitas. Lencana tersebut dapat membuka hadiah tambahan.

Jika seluruh persyaratan terpenuhi, nilai total hadiah yang dapat diperoleh mencapai US$ 579 atau sekitar Rp10,2 juta per mahasiswa. Nilai tersebut mencakup kredit AWS senilai US$ 30 atau sekitar Rp500 ribu, voucher sertifikasi senilai US$ 100 atau sekitar Rp1,7 juta, serta akses Skill Builder premium selama 12 bulan.

“Para mahasiswa yang mengembangkan sesuatu hari ini akan membentuk masa depan. Kami percaya bahwa cara terbaik untuk mempelajari cloud dan AI adalah dengan membangun sesuatu. Di tahun ajaran baru ini, kami mengalokasikan lebih dari USD 500 juta untuk kredit gratis, pelatihan, dan sertifikasi,” kata Rick Suttles, Head of AWS Builder Center.

AWS Builder Center sendiri merupakan komunitas bagi pengembang dari berbagai tingkat pengalaman. Pengguna dapat mengikuti workshop praktik langsung, mempelajari AWS, membaca dan menerbitkan artikel, membagikan proyek, membuat profil publik, serta terhubung dengan pengembang lain melalui Community Spaces.

Mahasiswa juga dapat bergabung dengan AWS Student Builder Groups yang memiliki cabang yang dipimpin mahasiswa aktif di berbagai universitas di lebih dari 60 negara. Melalui komunitas tersebut, mahasiswa dapat mengeksplorasi teknologi cloud, mengembangkan proyek, dan meningkatkan keterampilan bersama rekan-rekan sebaya.

Untuk memulai Student Rewards, mahasiswa perlu memverifikasi status mereka melalui SheerID. Setelah proses verifikasi selesai dan profil di AWS Builder Center dilengkapi, mahasiswa dapat memperoleh akses Skill Builder premium selama satu tahun.

Selanjutnya, mahasiswa dapat terus aktif di Builder Center melalui berbagai aktivitas untuk mendapatkan lencana dan membuka hadiah tambahan.

Di Indonesia, program ini melengkapi berbagai inisiatif AWS dalam meningkatkan keterampilan digital. Sejak 2017, AWS menyebut telah melatih lebih dari 1,3 juta orang di Indonesia melalui berbagai program pendidikan dan pengembangan talenta.

Program tersebut mencakup Terampil di Awan, Amazon Girls’ Tech Day, Think Big Space, AWS Educate, AWS Academy, Skill Builder, hingga AWS re/Start. Tahun ini, AWS juga menghadirkan IndonesiapandAI, kursus gratis mengenai cloud dan AI generatif dalam bahasa Indonesia, serta MAIN (Mastering AI for Nationbuilding), program akselerator karier selama lima bulan yang berfokus pada keterampilan AI praktis dan kesiapan kerja generasi muda.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya AWS mendukung kebutuhan talenta digital di Indonesia, sejalan dengan target negara untuk memiliki 12 juta pekerja digital pada 2030.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version