youngster.id - Perkembangan teknologi komputasi kuantum (quantum computing) kini menjadi salah satu isu strategis yang mulai disorot oleh ekosistem blockchain dan kripto global. Kendati masih dalam tahap riset, teknologi ini dinilai menyimpan potensi tantangan terhadap sistem kriptografi sekaligus peluang besar bagi pengembangan infrastruktur masa depan.
Merespons tren tersebut, platform pertukaran kripto INDODAX menggelar forum di Jakarta pada Jumat (31/7/2026). Acara ini mempertemukan komunitas, pengembang, pelaku industri, hingga akademisi untuk mendiskusikan kesiapan ekosistem digital nasional.
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, menjelaskan bahwa pembahasan mengenai quantum computing merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem blockchain yang matang dan adaptif terhadap lompatan teknologi.
“Perkembangan teknologi selalu menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Meskipun quantum computing masih berada pada tahap riset dan pengembangan, potensinya terhadap sistem kriptografi telah menjadi perhatian komunitas global. Penting bagi seluruh pelaku industri untuk mulai memahami arah perkembangan ini agar ekosistem dapat beradaptasi secara bertahap,” ujar Aloysia, dalam acara ETH Genesis: Quantum Leap, dikutip Rabu (5/8/2026).
Kriptografi dan Peluang Inovasi Masa Depan
Aloysia menegaskan bahwa quantum computing bukanlah ancaman langsung bagi keamanan blockchain saat ini. Risiko yang sering didiskusikan oleh para peneliti lebih berfokus pada potensi komputasi masa depan yang dapat memecahkan sistem kriptografi aset digital jika teknologinya sudah mencapai tingkat kematangan tertentu.
Di sisi lain, kemampuan komputasi super cepat dari komputer kuantum juga berpotensi dimanfaatkan untuk mempercepat proses komputasi yang kompleks, sehingga memicu inovasi baru di sektor Web3, decentralized finance (DeFi), hingga tokenisasi aset.
“Hingga saat ini, quantum computing masih dalam tahap riset. Ke depan, teknologi ini berpotensi dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya inovasi di berbagai sektor. Di saat yang sama, komunitas blockchain global juga terus mengembangkan standar keamanan baru agar ekosistem tetap aman,” jelas Aloysia.
Dorong Edukasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
INDODAX menilai bahwa kesiapan menghadapi era komputer kuantum membutuhkan proses yang panjang, mencakup pengujian infrastruktur, pengembangan standar keamanan baru, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Melalui ajang ETH Genesis, INDODAX berkomitmen untuk memperluas edukasi publik agar pembahasan mengenai aset kripto tidak sekadar berfokus pada dinamika harga harian semata.
“Membangun ekosistem blockchain yang siap menghadapi era komputer kuantum bukanlah proses yang sederhana. Dibutuhkan waktu dan kolaborasi lintas ekosistem agar transisi dapat dilakukan secara bertahap dan tetap menjaga kepercayaan pengguna,” tutup Aloysia. (*AMBS)


















Discussion about this post