youngster.id - BINUS University menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang bergabung dalam program Kiro for Students. Kerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) ini memberikan akses gratis selama satu tahun penuh kepada seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan Kiro, platform AI agent mutakhir untuk rekayasa perangkat lunak (software engineering).
Integrasi Kiro menjadi bagian integral dari kurikulum AI komprehensif di BINUS University untuk menjembatani teori akademik dengan praktik lapangan. Melalui program ini, mahasiswa menerima 1,000 kredit gratis setiap bulan selama setahun yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas berbasis AI, mulai dari pembuatan desain sistem, penyusunan daftar tugas pengembangan, hingga pemahaman struktur kode (code explanation).
Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Derwin Suhartono, menekankan bahwa pemanfaatan Kiro bertujuan untuk memperkuat fondasi teknis sekaligus pemikiran kritis mahasiswa dalam merancang solusi digital.
“Kami ingin mahasiswa memahami dan bertanggung jawab atas solusi yang mereka bangun. Kiro memberi mereka kesempatan untuk memperkaya cara belajar, sementara fondasi akademik, bimbingan dosen, dan reviu proyek membantu mereka mengembangkan keterampilan teknis sekaligus pemikiran kritis,” ujar Prof. Derwin, dikutip Senin (2/11/2026).
Akselerasi Inovasi Mahasiswa dan Kesiapan Tenaga Kerja Masa Depan
Kiro hadir sebagai agentic development environment yang menerapkan pendekatan spec-driven development. Platform ini memungkinkan mahasiswa menguraikan gagasan menggunakan bahasa alami (natural language), yang kemudian diterjemahkan oleh AI menjadi kebutuhan teknis, desain arsitektur, hingga urutan tugas pengkodean sebelum aplikasi dibangun.
Dekan School of Information Systems BINUS University, Dr. Rudy, menyatakan bahwa teknologi ini akan mempercepat mahasiswa dalam memvalidasi gagasan dengan kebutuhan industri nyata.
“Penggunaan teknologi AI seperti Kiro membuka peluang bagi BINUSIAN untuk mengeksplorasi dan mentransformasi ide-ide mereka menjadi solusi yang lebih nyata. Dengan dukungan teknologi AI AWS, mahasiswa dapat mengakselerasi proses pengembangan ide, memvalidasi relevansinya dengan kebutuhan pengguna, serta menunjukkan bagaimana solusi yang dihasilkan dapat menciptakan nilai tambah bagi organisasi dan masyarakat luas,” jelas Dr. Rudy.
Sementara itu, Head of APJ Market Expansion and Strategic Partnership AWS, Yashinta Bahana, menyambut positif kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam menyiapkan talenta digital Indonesia menghadapi pergeseran industri perangkat lunak global.
“Seiring AI mengubah cara perangkat lunak dikembangkan, Indonesia memiliki peluang untuk menumbuhkan generasi baru builder yang siap menghadapi pergeseran tersebut. Program Kiro for Students memberikan akses bagi mahasiswa ke alat pengembangan berbasis AI yang sama dengan yang digunakan para profesional saat ini, membantu mereka bertransisi dari tugas kuliah ke prototipe nyata dan menyiapkan mereka untuk dunia kerja masa depan. AWS bangga dapat mendukung BINUS University sebagai yang pertama di Indonesia membawa teknologi ini ke kampusnya,” ungkap Yashinta.
Langkah inovatif ini sejalan dengan visi BINUS University dalam memberdayakan masyarakat dan membangun bangsa melalui pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri dan teknologi global.
STEVY WIDIA
