youngster.id - Bank CIMB Niaga memperkenalkan teknologi AI Agent terbaru hasil kolaborasi dengan Google Cloud dan Artefact. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung ribuan staf perbankan dalam memberikan layanan yang lebih presisi, relevan, dan personal kepada jutaan nasabah di seluruh Indonesia.
Teknologi ini dikembangkan oleh AI Centre of Excellence CIMB Niaga menggunakan platform Google Cloud Vertex AI. Berbeda dengan otomatisasi back-office pada umumnya, AI Agent ini difokuskan pada lini terdepan (frontline) untuk memperkuat interaksi langsung dengan nasabah.
Billie Setiawan, Head of Data Analytics and AI CIMB Niaga, menekankan bahwa proyek ini bertujuan mengubah peran bank menjadi mitra hidup bagi nasabah.
“Kami memberikan alat yang dibutuhkan tim kami untuk menjawab tujuan unik dan aspirasi jangka panjang setiap nasabah secara lebih baik,” kata Billie, dikutip Rabu (15/4/2026).
Peluncuran ini mencakup dua sistem utama yang dirancang untuk kebutuhan spesifik staf perbankan. Pertama, AI Agent untuk Relationship Manager. Alat ini membantu staf penasihat keuangan memantau sentimen pasar harian dan tren finansial secara real-time. Tujuannya adalah agar staf dapat memberikan panduan investasi atau perencanaan keuangan (seperti pembelian rumah atau pensiun) yang lebih kontekstual, bukan sekadar rekomendasi umum.
Kedua, AI Agent untuk Contact Centre. Sistem ini bekerja berdampingan dengan staf saat menangani interaksi langsung. AI akan memunculkan informasi prosedur dan detail produk secara instan, sehingga mengurangi waktu pencarian data secara manual dan mempercepat penyelesaian masalah nasabah.
Keunggulan utama dari sistem ini adalah penggunaan sumber data internal yang telah diverifikasi, bukan informasi publik. Hal ini sangat krusial di industri perbankan untuk menjaga akurasi informasi dan kendali risiko. Sistem ini juga dilengkapi fitur semantic search yang memungkinkan staf mencari kebijakan internal menggunakan bahasa sehari-hari.
Untuk memenuhi regulasi lokalisasi data dan privasi di Indonesia, sistem ini di-host di wilayah cloud Google Cloud Jakarta.
“Kami membangun fondasi data-to-AI yang tangguh untuk mendukung visi CIMB Niaga sebagai mitra finansial jangka panjang bagi masyarakat Indonesia,” ujar Michael McGauran, Presiden Direktur Artefact.
Sementara itu, Mark Micallef, Managing Director Google Cloud Asia Tenggara, menambahkan bahwa transformasi AI di perbankan harus bersifat terpadu. Strategi ini memungkinkan setiap karyawan mengakses wawasan spesifik sesuai peran mereka tepat saat dibutuhkan, sehingga menciptakan pengalaman nasabah yang lebih cepat dan manusiawi.
“Dengan layanan platform dari Google Cloud serta keahlian rekayasa solusi dari mitra seperti Artefact, CIMB Niaga kini menerapkan bantuan agentic proaktif yang mengubah luasnya pengetahuan internal menjadi keuntungan praktis bagi para stafnya. Hal ini memastikan bahwa baik saat nasabah menggunakan ponsel maupun ketika berada di kantor cabang, mereka akan menerima pengalaman yang lebih cepat, lebih tepat, dan terasa sangat manusiawi,” jelas Micallef.
Dengan jaringan luas yang mencakup lebih dari 11.000 karyawan dan ratusan kantor cabang, implementasi teknologi AI ini diharapkan mampu menetapkan standar baru dalam inovasi layanan perbankan digital di Indonesia.
STEVY WIDIA
