youngster.id - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di kalangan mahasiswa tidak cukup berhenti pada penggunaan chatbot untuk mencari informasi atau membantu mengerjakan tugas. Mahasiswa juga perlu didorong untuk mengembangkan teknologi yang mampu menyelesaikan persoalan nyata. Pendekatan ini menjadi fokus NVIDIA dalam mendorong transformasi mahasiswa dari pengguna AI menjadi pengembang solusi berbasis AI.
Country Consumer Business Lead Indonesia NVIDIA Adrian Lesmono mengatakan, perubahan tersebut membutuhkan pola pikir yang menempatkan pemecahan masalah sebagai titik awal pengembangan teknologi. Menurutnya, AI bukan sekadar alat untuk menghasilkan jawaban, tetapi juga dapat digunakan untuk membangun solusi yang memberikan manfaat nyata.
“Kalau kita melihat memecahkan masalah dengan AI, yang pertama itu bukan lihat AI-nya dulu, tetapi kita lihat permasalahan yang mau kita pecahkan,” ujar Adrian dalam acara NVIDIA RTX AI PC Day di Universitas Pelita Harapan (UPH), Banten, Rabu (14/10/2026).
Melalui kolaborasi dengan UPH, NVIDIA mendorong mahasiswa untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam berbagai bidang. Upaya ini didukung teknologi GPU NVIDIA GeForce RTX yang memungkinkan mahasiswa menjalankan aplikasi dan model AI untuk mendukung riset, eksperimen, hingga pengembangan prototipe.
NVIDIA menghadirkan program GeForce Campus Leaders di UPH untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih mengembangkan proyek berbasis AI dan komputasi GPU. Program ini mencakup berbagai bidang, mulai dari kesehatan dan ilmu komputer hingga pertanian dan pengembangan produk digital.
Ada tiga mahasiswa yang terpilih untuk terlibat dalam GeForece Campus Leaders di UPH. Pertama di bidang Artificial Intelligence, Richie Cedrick Adrian memanfaatkan Predator Helios 18 AI GeForce RTX 5090 untuk mendukung riset segmentasi polip.
Selanjutnya, Annabel Kineta Jovinne Caron, mahasiswi Informatika yang menggunakan Predator Helios Neo 16 AI GeForce RTX 5070 untuk menjalankan komputasi paralel dan algoritma graf berbasis CUDA untuk mencari jalan tercepat memetakan jaringan fiber optic bawah laut.
Terakhir Bryan Daniel Angelino dari program studi Sistem Informasi melalui pengembangan SIPETIK, sistem deteksi hama berbasis YOLOv8. Dengan Predator Triton 14 AI GeForce RTX 5070, Bryan dapat mempercepat proses training dan inference untuk mendukung deteksi hama secara real-time di lahan pertanian.
Ketiga proyek tersebut memperlihatkan bagaimana komputasi AI dapat mendukung pengembangan solusi lintas disiplin ilmu. Pemrosesan AI secara lokal memungkinkan mahasiswa melakukan eksperimen dan menguji berbagai pendekatan sebelum membawa gagasan mereka ke tahap pengembangan berikutnya.
Dalam pelaksanaan program GeForce Campus Leaders di UPH, NVIDIA bekerja sama dengan Acer. Mahasiswa terpilih mendapatkan dukungan satu unit laptop Acer yang ditenagai NVIDIA GeForce RTX 50 Series Laptop GPU untuk menunjang pengembangan proyek mereka.
Head of Marketing Acer Indonesia Fransisca Maya mengatakan, pengalaman langsung dalam bereksperimen dan memecahkan masalah menjadi bagian penting dalam penguasaan AI.
“Melalui dukungan perangkat berperforma tinggi bagi GeForce Campus Leaders di UPH, kami berharap semakin banyak talenta muda Indonesia berani mengeksplorasi teknologi dan melahirkan solusi berbasis AI yang dapat menghadirkan kehidupan yang lebih baik. Kami ingin mendukung mereka bukan hanya agar siap memasuki dunia industri, tetapi juga agar tumbuh sebagai inventor yang ikut membentuk masa depan,” ujar Fransisca.
Dukungan tersebut sejalan dengan pandangan Universitas Pelita Harapan mengenai pemanfaatan AI dalam pendidikan. Executive Dean of College of Emerging Science UPH Rizaldi Sistiabudi mengatakan, kolaborasi melalui RTX AI Day memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi AI sekaligus mendorong edukasi dan inovasi di lingkungan kampus.
“Melalui dukungan teknologi seperti NVIDIA RTX AI PC, mahasiswa dapat mempercepat proses riset, mengembangkan ide, serta menghasilkan karya dengan kualitas yang semakin mendekati standar industri. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga memahami dan memanfaatkannya untuk menciptakan solusi inovatif lintas disiplin ilmu,” kata Rizaldi.
Melalui RTX AI PC Day yang berlangsung pada 13–14 Oktober, NVIDIA bersama UPH dan mitra perangkat seperti Acer, ASUS, Axioo, Lenovo, MSI, serta sejumlah mitra lainnya turut memperkenalkan pemanfaatan GeForce RTX 50 Series. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman pelajar dan mahasiswa mengenai penggunaan AI untuk belajar, bereksperimen, dan mengembangkan solusi.
STEVY WIDIA
