Senin, 27 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Technology

Indonesia Percepat Pengembangan AI Berdaulat, Kurangi Ketergantungan Teknologi Asing

27 Juli 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
Sovereign AI Indonesia

Indonesia Percepat Pengembangan AI Berdaulat, Kurangi Ketergantungan Teknologi Asing (Foto: ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Persaingan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini tidak lagi hanya soal menghadirkan teknologi paling canggih, tetapi juga menyangkut kedaulatan digital sebuah negara. Indonesia mulai membangun sovereign AI atau AI berdaulat agar tidak bergantung pada perusahaan maupun negara yang mendominasi pengembangan teknologi AI global.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, penguasaan AI kini telah menjadi faktor strategis yang menentukan daya saing suatu negara. Untuk itu, pemerintah menyiapkan fondasi pengembangan AI berdaulat melalui pembangunan ekosistem AI nasional yang mencakup model AI lokal, infrastruktur komputasi, hingga penguatan talenta digital.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok teknologi global sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penguasaan teknologi oleh negara-negara besar.

“Negara-negara yang di tengah, di middle power ini, mencoba mempromosikan sovereign AI karena pada akhirnya penguasaan teknologi AI ini akan jadi choke point buat negara-negara yang besar ini untuk menjaga dominasi mereka,” kata Nezar dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (26/7/2026).

Menurut Nezar, Indonesia perlu membangun ekosistem AI secara menyeluruh atau full stack, mulai dari infrastruktur dasar hingga aplikasi. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga mampu mengembangkan dan mengelolanya secara mandiri.

“Kalau membangun sovereign AI, semua lapisannya harus dibangun. Mulai dari infrastruktur dasar sampai aplikasi, sehingga kita memiliki ekosistem yang utuh,” ujarnya.

Nezar juga menjelaskan, pembangunan AI berdaulat tidak hanya bergantung pada pengembangan model AI. Pemerintah juga perlu memperkuat berbagai komponen pendukung, seperti pasokan listrik dan air, kapasitas komputasi berbasis GPU, industri semikonduktor, platform digital, hingga pengembangan aplikasi AI.

Selain infrastruktur, Nezar menilai Indonesia memiliki modal besar berupa talenta digital yang mampu bersaing di tingkat global. Tantangan berikutnya adalah memastikan para pengembang dan peneliti memiliki akses terhadap infrastruktur komputasi AI serta kesempatan mengembangkan kemampuan teknis.

“Kalau soal digital talent tidak masalah sepanjang anak-anak muda dan talent-talent kita dapat kesempatan. Mereka bisa mengakses infrastruktur AI, terus ada ilmunya, dan kreativitas serta inovasi-inovasi. Saya yakin di bidang compute cluster itu kita bisa bersaing,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan terhadap talenta lokal menjadi faktor penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi AI, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang lahir dari dalam negeri.

Manfaatkan Mineral Kritis

Nezar juga menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki cadangan critical minerals atau mineral kritis yang dibutuhkan dalam industri semikonduktor dan infrastruktur AI.

Menurutnya, sumber daya tersebut dapat menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global sekaligus meningkatkan daya tawar di tengah persaingan pengembangan AI dunia.

“Kita punya sumber daya alam yang sekarang sedang diperebutkan untuk infrastruktur AI, yaitu critical minerals, sehingga harus ada langkah-langkah bagaimana dia bisa kita secure agar menjadi salah satu bargaining power kita di dalam global supply chain,” katanya.

Ia menegaskan, pengembangan AI nasional tidak hanya bertujuan mempercepat transformasi digital di dalam negeri, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri teknologi global yang semakin dipengaruhi oleh penguasaan komputasi, semikonduktor, dan rantai pasok mineral pendukung AI.

Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa AI kini dipandang sebagai infrastruktur strategis layaknya energi dan telekomunikasi. Bagi Indonesia, pembangunan sovereign AI menjadi peluang untuk memperkuat kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan daya saing di tengah semakin ketatnya kompetisi global.

.

STEVY WIDIA

Tags: AI IndonesiaArtificial IntelligenceKomdigiNezar PatriaSovereign AItalenta digitaltransformasi digital
Previous Post

Nilai Investasi Google di Anthropic Melesat Jadi US$135 Miliar, Dongkrak Laba Bersih Alphabet

Related Posts

Indosat Business
Technology

Pengelolaan Energi Kini Jadi Kewajiban, Indosat Business Tawarkan Solusi Terintegrasi

24 Juli 2026
0
AI Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Nilai Ekonomi UKM Berpotensi Capai Rp910 Triliun
Digital Business

AI Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Nilai Ekonomi UKM Berpotensi Capai Rp910 Triliun

24 Juli 2026
0
Kenangan Brands x Privy
Digital Business

Kelola 20 Ribu Dokumen Ketenagakerjaan per Tahun, Kenangan Brands Gandeng Privy Perkuat Digital Trust

23 Juli 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

Sovereign AI Indonesia

Indonesia Percepat Pengembangan AI Berdaulat, Kurangi Ketergantungan Teknologi Asing

27 Juli 2026
Investasi Google di Anthropic

Nilai Investasi Google di Anthropic Melesat Jadi US$135 Miliar, Dongkrak Laba Bersih Alphabet

25 Juli 2026
Festival Sasa Bakso Vaganza 2026, Perluas Kontribusi UMKM Kuliner Lokal

Festival Sasa Bakso Vaganza 2026, Perluas Kontribusi UMKM Kuliner Lokal

25 Juli 2026
AMD Helios Advancing AI 2026

Ambil Alih Pasar AI Gigawatt, AMD Luncurkan Infrastruktur AI Helios dan Gandeng OpenAI Hingga Anthropic

25 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Sovereign AI Indonesia

Indonesia Percepat Pengembangan AI Berdaulat, Kurangi Ketergantungan Teknologi Asing

27 Juli 2026
Investasi Google di Anthropic

Nilai Investasi Google di Anthropic Melesat Jadi US$135 Miliar, Dongkrak Laba Bersih Alphabet

25 Juli 2026
Festival Sasa Bakso Vaganza 2026, Perluas Kontribusi UMKM Kuliner Lokal

Festival Sasa Bakso Vaganza 2026, Perluas Kontribusi UMKM Kuliner Lokal

25 Juli 2026
AMD Helios Advancing AI 2026

Ambil Alih Pasar AI Gigawatt, AMD Luncurkan Infrastruktur AI Helios dan Gandeng OpenAI Hingga Anthropic

25 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version