youngster.id - Jamkrindo Syariah (PT Penjaminan Jamkrindo Syariah) menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan penyedia identitas digital Privy untuk menerapkan pemanfaatan sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik (TTE). Kolaborasi yang ini ditargetkan untuk mempercepat digitalisasi pengelolaan dokumen penjaminan syariah, yang diawali pada produk Customs Bond (jaminan kepabeanan).
Penerapan teknologi digital ini merespons tingginya volume operasional Jamkrindo Syariah. Sepanjang masa beroperasinya, perseroan telah mencatatkan volume penjaminan menembus lebih dari Rp29 triliun dengan penerbitan lebih dari 325 ribu sertifikat. Cakupan layanan tersebut menjangkau lebih dari 1,8 juta tenaga kerja serta melibatkan kemitraan bersama lebih dari 60 lembaga keuangan, BUMN, dan pelaku usaha.
Digitalisasi ini dirancang untuk menyederhanakan alur administrasi dokumen, mempermudah koordinasi dengan mitra usaha serta UMKM, dan berpotensi diperluas ke produk Sertifikat Kafalah (penjaminan syariah) lainnya secara bertahap.
Direktur Operasional Jamkrindo Syariah, Loesdarwanto, menyatakan bahwa integrasi teknologi TTE ini merupakan wujud penguatan tata kelola operasional perusahaan.
“Kami ingin teknologi benar-benar mempercepat proses bisnis dan meningkatkan efektivitas layanan penjaminan, sehingga kemudahannya dirasakan langsung oleh nasabah dan mitra, termasuk pelaku UMKM. Kolaborasi dengan Privy merupakan langkah strategis untuk mendukung pengelolaan dokumen dan proses bisnis yang lebih efisien, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan ekosistem digital,” ujar Loesdarwanto, Selasa (13/10/2026).
Penguatan Digital Trust dalam Ekosistem Pembiayaan Syariah
Penggunaan TTE dari Privy pada penjaminan Customs Bond memberikan kepastian hukum melalui verifikasi identitas, keabsahan dokumen elektronik, serta tersedianya jejak audit (audit trail) yang terintegrasi.
Chief Business Officer Privy, Brata R. Rafly, menekankan bahwa transformasi digital di sektor jasa keuangan memerlukan fondasi kepercayaan digital (digital trust) agar keamanan dan akuntabilitas tetap terjaga.
“Digitalisasi tidak cukup hanya membuat proses administrasi menjadi lebih cepat. Di sektor jasa keuangan termasuk penjaminan, setiap dokumen dan transaksi perlu didukung oleh identitas yang terverifikasi, keabsahan dokumen elektronik, serta jejak audit yang jelas agar prosesnya dapat dipertanggungjawabkan. Melalui kolaborasi dengan Jamkrindo Syariah, Privy mendukung pengelolaan dokumen penjaminan yang lebih efisien sekaligus memperkuat fondasi kepercayaan dalam proses bisnis digital,” kata Brata.
Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk mendorong terciptanya ekosistem pembiayaan nasional yang lebih inklusif, akuntabel, dan efisien bagi seluruh pelaku usaha.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post