youngster.id - Di tengah percepatan transformasi digital global, paradigma pengembangan sistem informasi bisnis kini bergeser dari sekadar otomatisasi menuju kolaborasi strategis antara manusia dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Integrasi ini menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem yang tidak hanya cerdas dan adaptif, tetapi juga tetap berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Evolusi Business Information Systems saat ini telah memasuki fase baru di mana AI mampu belajar, memprediksi, dan memberikan rekomendasi berbasis data secara presisi. Namun, teknologi tersebut ditegaskan bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai mitra strategis dalam pengambilan keputusan dan penciptaan nilai bisnis yang lebih tinggi.
Penerapan AI yang ideal memerlukan pendekatan human-centered, di mana teknologi dirancang khusus untuk memperkuat kapabilitas manusia. Dalam konteks industri 5.0, kolaborasi Human-AI diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang lebih holistik, etis, dan berkelanjutan di berbagai sektor industri.
Sinergi ini memungkinkan terciptanya sistem informasi yang tepercaya. Manusia memberikan aspek empati, etika, dan penilaian kontekstual, sementara AI menyediakan kecepatan pemrosesan data dan pola prediksi yang kompleks. Gabungan keduanya menciptakan solusi yang lebih relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi digital.
Visi mengenai pentingnya kolaborasi Manusia-AI ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Tanty Oktavia, S.Kom., M.M. dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Human–AI Collaboration in Business Information Systems: Sistem Cerdas, Tepercaya, dan Berorientasi pada Manusia”.
Sejalan dengan pemikiran strategis tersebut, BINUS University secara resmi mengukuhkan Prof. Tanty Oktavia sebagai Guru Besar Tetap di bidang Business Information Systems. Beliau yang saat ini menjabat sebagai Head of Department Master in Information Systems Management, menjadi bagian dari komitmen BINUS University dalam memperkuat riset yang relevan dengan tantangan global.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyatakan bahwa pengukuhan ini merupakan langkah institusi dalam menghadirkan ekosistem akademik yang unggul.
“Pengukuhan Guru Besar bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong lahirnya pemikiran strategis yang mampu menjawab tantangan global. Kami percaya kontribusi Prof. Tanty akan semakin memperkuat peran BINUS University dalam menghasilkan riset yang relevan dan berdampak bagi Masyarakat,” ujar Nelly, Selasa (14/4/2026).
Memasuki usia 45 tahun berkarya, BINUS University terus berupaya melahirkan talenta unggul yang mampu mendorong transformasi digital dan kemajuan bangsa melalui penguatan peran para pakar dan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan.
STEVY WIDIA
