Kamis, 22 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Technology

Komputer Kuantum Bisa Ancam Enkripsi Data, Indonesia Perlu Bersiap dari Sekarang

22 Oktober 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
komputer kuantum Enkripsi Data

sesi panel bertajuk “Beyond the Cryptographic Cliff: Quantum, Cyber and The Next Defense” pada AICX 2026. (Foto: istimewa/ITSECAsia)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perkembangan komputasi kuantum berpotensi mengubah lanskap keamanan siber, terutama dalam perlindungan data yang selama ini mengandalkan sistem enkripsi konvensional. Meski komputer kuantum saat ini belum mampu memecahkan enkripsi RSA yang digunakan secara luas, organisasi perlu mulai menyiapkan strategi perlindungan data untuk menghadapi risiko di masa depan.

Salah satu ancaman yang perlu diantisipasi adalah harvest now, decrypt later, yaitu praktik mengumpulkan data terenkripsi saat ini untuk berupaya membukanya di kemudian hari ketika teknologi memungkinkan. Risiko ini membuat data yang dicuri atau dikumpulkan sekarang berpotensi tetap menjadi sasaran, khususnya jika informasi tersebut harus dirahasiakan dalam jangka panjang.

Wakil Presiden Direktur sekaligus CTO dan Co-Founder ITSEC Asia, Marek Bialoglowy, mengatakan organisasi perlu memulai persiapan sebelum teknologi kuantum berkembang hingga mampu mengancam sistem enkripsi yang digunakan saat ini.

“Persiapan menghadapi ancaman kuantum harus dimulai sekarang, bukan menunggu hingga komputer kuantum mampu memecahkan sistem enkripsi yang kita andalkan,” ujar Marek dikutip Kamis (22/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam sesi panel bertajuk “Beyond the Cryptographic Cliff: Quantum, Cyber and The Next Defense” pada AICX 2026 yang diselenggarakan PT ITSEC Asia Tbk.

Menurut Marek, organisasi perlu memetakan sistem kriptografi yang digunakan, mengidentifikasi data paling kritis, dan merencanakan transisi menuju post-quantum cryptography (PQC). Proses migrasi tersebut membutuhkan waktu sehingga perencanaan sejak dini menjadi bagian penting dari strategi perlindungan aset digital, termasuk model dan data yang digunakan dalam pengembangan kecerdasan artifisial (AI).

Post-Quantum Cryptography Jadi Salah Satu Solusi

Sementara itu, Guru Besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Andriyan Bayu Suksmono, menilai Indonesia perlu mempertimbangkan skenario perkembangan komputasi kuantum yang lebih cepat dari perkiraan.

Ia menyebut sejumlah prediksi memperkirakan terobosan komputasi kuantum dapat terjadi pada 2030 hingga 2035, meski terdapat pula perkiraan dengan rentang waktu lebih panjang. Karena itu, persiapan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan skenario paling awal.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah PQC, yakni metode kriptografi yang dirancang untuk menghadapi serangan dari komputer kuantum. Menurut Andriyan, algoritma PQC dapat diterapkan pada perangkat yang digunakan saat ini, seperti ponsel, komputer, dan server.

Pendekatan lainnya adalah quantum key distribution (QKD), yang memanfaatkan prinsip kuantum untuk mendukung distribusi kunci komunikasi yang aman. Kedua pendekatan tersebut memiliki mekanisme berbeda dalam menghadapi tantangan keamanan, sehingga penerapannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan infrastruktur organisasi.

Kepala Pusat Riset Fisika Kuantum Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Mohammad Hamzah Fauzi, juga menyoroti pesatnya perubahan ekspektasi terhadap perkembangan teknologi kuantum. Menurutnya, agar kemajuan riset dapat dimanfaatkan pengguna, diperlukan kerja sama antara pusat riset dan industri keamanan.

Kesiapan menghadapi era kuantum tidak hanya berkaitan dengan teknologi enkripsi, tetapi juga investasi dalam riset, pendidikan, dan pengembangan talenta. Penguasaan teknologi ini membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, mulai dari fisika dan rekayasa hingga keamanan informasi serta pengembangan sistem digital.

Ketua Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial Indonesia (KORIKA), Prof. Dr. Ir. Hammam Riza, menilai teknologi kuantum perlu mulai diperhitungkan dalam pengembangan fondasi teknologi Indonesia, termasuk infrastruktur kepercayaan bagi AI.

“Peta jalan AI saat ini belum mencakup teknologi kuantum, tetapi kuantum akan menjadi bagian dari infrastruktur kepercayaan bagi AI,” ujarnya.

Melalui AICX 2026, ITSEC Asia mendorong kolaborasi antara industri, pemerintah, akademisi, dan komunitas riset untuk meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi kuantum. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan digital sekaligus membantu organisasi mengantisipasi risiko keamanan data dalam jangka panjang.

 

STEVY WIDIA

Tags: AICX 2026Artificial IntelligenceEnkripsi DataITSEC Asiakeamanan siberKomputasi Kuantumteknologi
Previous Post

Living Lab Ventures Luncurkan Innolab, Kembangkan Kemitraan Global di Pasar Indonesia

Next Post

Forrester: Pembeli Makin Manfaatkan Agen AI, Validasi Manusia Tetap Krusial

Related Posts

Forrester agen AI
Technology

Forrester: Pembeli Makin Manfaatkan Agen AI, Validasi Manusia Tetap Krusial

22 Oktober 2026
0
startup teknologi Indonesia
Technology

Perusahaan Makin Selektif Investasi Teknologi, Ini Tren IT yang Dibidik pada 2027

22 Oktober 2026
0
inovasi AI Telkomsel
Technology

Telkomsel Uji 9 Inovasi AI Lokal, dari Keamanan Digital hingga Pendidikan

22 Oktober 2026
0
Load More
Next Post
Forrester agen AI

Forrester: Pembeli Makin Manfaatkan Agen AI, Validasi Manusia Tetap Krusial

Pembiayaan Otomotif Carro Orico

Carro Raih Pembiayaan Otomotif SGD450 Juta di Singapura

Discussion about this post

Recent Updates

Pembiayaan Otomotif Carro Orico

Carro Raih Pembiayaan Otomotif SGD450 Juta di Singapura

22 Oktober 2026
Forrester agen AI

Forrester: Pembeli Makin Manfaatkan Agen AI, Validasi Manusia Tetap Krusial

22 Oktober 2026
komputer kuantum Enkripsi Data

Komputer Kuantum Bisa Ancam Enkripsi Data, Indonesia Perlu Bersiap dari Sekarang

22 Oktober 2026
living lab ventures

Living Lab Ventures Luncurkan Innolab, Kembangkan Kemitraan Global di Pasar Indonesia

22 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Pembiayaan Otomotif Carro Orico

Carro Raih Pembiayaan Otomotif SGD450 Juta di Singapura

22 Oktober 2026
Forrester agen AI

Forrester: Pembeli Makin Manfaatkan Agen AI, Validasi Manusia Tetap Krusial

22 Oktober 2026
komputer kuantum Enkripsi Data

Komputer Kuantum Bisa Ancam Enkripsi Data, Indonesia Perlu Bersiap dari Sekarang

22 Oktober 2026
living lab ventures

Living Lab Ventures Luncurkan Innolab, Kembangkan Kemitraan Global di Pasar Indonesia

22 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version