youngster.id - Perusahaan semikonduktor global AMD mempertegas kemitraan strategisnya dengan Meta dalam membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) berskala gigawatt. Langkah ini ditandai dengan pengoperasian sistem rackscale AMD Helios di Meta, penggunaan prosesor AMD EPYC untuk menyokong agen AI Muse, serta komitmen investasi ekuitas AMD senilai US$1 miliar (sekitar Rp15,8 triliun) di Meta.
Sinergi berkelanjutan ini mencakup integrasi lintas sektor, mulai dari prosesor AMD EPYC, GPU AMD Instinct, jaringan AMD Pensando, hingga perangkat lunak open-source AMD ROCm.
Chair dan CEO AMD, Lisa Su, menyampaikan bahwa pengoperasian sistem Helios menjadi babak baru dalam kolaborasi kedua perusahaan untuk memasuki era superintelligence.
“Meta adalah mitra strategis bagi AMD, dan kami telah membangun kemitraan ini melalui kolaborasi teknis mendalam selama bertahun-tahun. Dengan digunakannya Helios di Meta, kami membawa kemitraan ini ke skala baru di era superintelligence. Bersama-sama, kami membangun dan menggelar infrastruktur berskala gigawatt untuk mendukung model dan layanan superintelligence Meta yang paling ambisius,” ujar Lisa, dikutip Jum’at (30/10/2026).
Dukungan tersebut turut diakui oleh Founder dan CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang menyoroti pentingnya keandalan infrastruktur komputasi untuk menjangkau miliaran pengguna di seluruh dunia.
“AMD telah menjadi mitra kunci dalam membangun kekuatan komputasi yang menjalankan model-model garda terdepan (frontier models) kami. Kami melakukan investasi besar dalam daya komputasi yang akan memungkinkan kami menghadirkan personal superintelligence bagi semua orang, dan AMD memainkan peran sangat penting di dalamnya,” kata Mark.
Dukungan Teknologi AMD di Ekosistem Meta
Kolaborasi teknis antara AMD dan Meta mencakup lima pilar utama pengembangan infrastruktur dan perangkat lunak. Pada pilar sistem, unit awal sistem rackscale AMD Helios kini telah terpasang dan memasuki tahap pengujian di Meta sebelum digelar secara lebih luas dalam waktu dekat.
Di sektor pemrosesan, prosesor AMD EPYC menjadi tulang punggung lingkungan komputasi agen AI Muse, di mana Meta bertindak sebagai pelanggan utama CPU EPYC Generasi ke-6 sekaligus berkolaborasi untuk pengembangan generasi masa depan berode “Verano”.
Untuk kebutuhan akselerasi, GPU AMD Instinct digunakan dalam tahap produksi untuk training, ranking, dan mesin rekomendasi Meta, disusul rencana adopsi GPU kustom AMD Instinct berbasis arsitektur MI450 yang dioptimalkan khusus untuk beban kerja internalnya. Sementara pada pilar perangkat lunak, AMD memberikan dukungan Day-0 langsung untuk model Muse Spark Open pada GPU AMD Instinct serta Muse Glimmer pada PC AMD Ryzen AI dan GPU AMD Radeon.
Terakhir, kedua perusahaan memperluas integrasi perangkat lunak terbuka melalui optimasi AI berskala besar dengan memberikan kontribusi peningkatan pada PyTorch, Triton, dan ROCm untuk ekosistem pengembang global.
Melalui keselarasan peta jalan produk (product roadmap) dan keputusan rekayasa teknologi ini, AMD dan Meta optimistis mampu memenuhi lonjakan permintaan infrastruktur AI global secara berkelanjutan. (*AMBS)
