youngster.id - Perusahaan penyedia instrumen sains global, Thermo Fisher Scientific, memperluas kemitraan strategis dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) untuk mendukung agenda transformasi layanan kesehatan nasional. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan pengamatan berbasis laboratorium serta peningkatan kapabilitas diagnostik di jaringan layanan kesehatan primer.
Langkah ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan dan memperluas akses layanan medis berkualitas bagi lebih dari 283 juta penduduk Indonesia. Untuk mendukung efisiensi operasional, Thermo Fisher mengintegrasikan sistem terpusat berbasis kecerdasan buatan (AI) guna memantau distribusi, instalasi, hingga pemeliharaan instrumen laboratorium secara real-time.
Penerapan teknologi digital dan AI menjadi salah satu prioritas dalam kemitraan ini. Dengan sistem pemantauan proaktif, kendala teknis pada alat-alat laboratorium di berbagai daerah diharapkan dapat diselesaikan lebih cepat agar pelayanan diagnostik pasien tidak terganggu.
Country General Manager Indonesia Thermo Fisher Scientific, Krishna Kodoth, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung modernisasi sistem kesehatan publik di Indonesia.
“Melalui penguatan kapabilitas laboratorium di tingkat layanan primer dan komunitas, serta investasi pada sumber daya lokal, kami membantu memperluas akses terhadap teknologi dan dukungan di wilayah yang paling membutuhkan,” ujar Krishna Kodoth.
Sejak tahun 2024, Thermo Fisher tercatat terus memperluas kehadirannya di Indonesia guna memperkuat keterlibatan langsung dengan pelanggan, sembari tetap mempertahankan jaringan distributor resmi dan mitra kanal lokal. Eksistensi ini diharapkan mempermudah transfer keahlian teknis dan komersial ke pasar domestik.
Selain membidik sektor kesehatan dan medis, perusahaan juga menyediakan dukungan teknologi untuk berbagai industri strategis nasional lainnya, mulai dari keamanan pangan, biofarmasi, semikonduktor, pemantauan lingkungan, hingga sektor energi.
Vice President and General Manager Southeast Asia Thermo Fisher, Dan Rosen, menegaskan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis di Asia Tenggara. “Bersama pemerintah, institusi kesehatan, mitra industri, dan komunitas ilmiah, kami turut memperkuat berbagai kapabilitas yang akan mendukung hasil kesehatan yang lebih baik, meningkatkan ketahanan nasional, serta mendorong pembangunan ekonomi jangka panjang,” tutur Dan Rosen.
Kendati integrasi teknologi AI dan perluasan alat laboratorium ini menawarkan potensi peningkatan mutu diagnosis, tantangan pemerataan infrastruktur digital dan kesiapan tenaga medis di daerah pelosok masih akan menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi program ini di lapangan.
HENNI S.
