Jumat, 24 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Technology

Pertarungan AI vs AI Dimulai, Keamanan Siber Masuk Era Baru yang Lebih Kompleks

24 April 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
Pertarungan AI vs AI Dimulai, Keamanan Siber Masuk Era Baru yang Lebih Kompleks

filter: 2205; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:8; brp_del_th:0.0000,0.0000; brp_del_sen:0.0000,0.0000; motionR: 0; delta:1; bokeh:1; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.49675927, 0.4802536);sceneMode: 4194304;cct_value: 0;AI_Scene: (13, 0);aec_lux: 254.58755;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 34;

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pertarungan AI vs AI bukan lagi sekadar konsep futuristik, melainkan realitas baru yang sedang terjadi di dunia digital saat ini. Pasalnya, di satu sisi, perusahaan memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk mempercepat inovasi dan efisiensi. Namun di sisi lain, para pelaku kejahatan siber juga menggunakan teknologi yang sama untuk melancarkan serangan dengan kecepatan dan presisi yang jauh lebih tinggi.

Data riset dari Unit 42 menunjukkan betapa cepatnya lanskap ancaman berubah. Sekitar 25% dari gangguan keamanan tercepat sepanjang 2025 mampu mencapai tahap eksfiltrasi data hanya dalam waktu sedikit lebih dari satu jam, jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata 4,8 jam pada tahun sebelumnya. Dalam konteks ini, kecepatan bukan lagi keunggulan—melainkan kebutuhan dasar untuk bertahan.

Baca juga :   67% Pekerja Indonesia Bersedia Pindah ke Luar Negeri

Namun, banyak organisasi masih bergantung pada sistem keamanan yang terfragmentasi. Alih-alih memperkuat pertahanan, kompleksitas ini justru memperlambat respons dan membuka celah baru bagi serangan yang semakin canggih.

Managing Director and Vice President, ASEAN, Palo Alto Networks Haji Munshi mengatakan, keamanan siber yang terfragmentasi tidak lagi efektif untuk mengimbangi kecepatan AI. Malah, kompleksitas ini merugikan organisasi, memperlambat responnya terhadap ancaman yang terus berkembang, dan menghentikan laju transformasi AI-nya masing-masing.

“Rata-rata organisasi kini menggunakan sebanyak 83 alat keamanan dari 29 penyedia. Hal ini tidak dapat terus berlangsung. Dengan permukaan serangan yang terus berkembang, organisasi di Indonesia harus bertindak sekarang atau menyerah kepada para penyerang yang sudah bergerak dengan kecepatan mesin,” ucapnya pada konferensi pers Ignite on Tour Jakarta, Rabu (22/4/2026) di Jakarta.

Di tengah situasi ini, kata Munsi, Palo Alto Networks mulai mengandalkan AI untuk melawan AI. Dia mengklaim, perusahaan telah memproses hingga 500 miliar kejadian dan menghentikan sekitar 30 miliar serangan setiap harinya.

Baca juga :   Kolaborasi Nokia dan Indosat Untuk Dorong Literasi AI Bagi Generasi Muda Indonesia

“Pendekatan ini menunjukkan bahwa pertahanan siber kini harus bekerja dalam skala dan kecepatan yang setara dengan ancaman yang dihadapi,” ujarnya.

Sementara Country Manager Palo Alto Networks Indonesia Adi Rusli mengatakan, bagi Indonesia, percepatan adopsi AI yang didorong oleh Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital. Namun di saat yang sama, hal ini juga menuntut kesiapan yang lebih matang dalam aspek keamanan.

“Perusahaan perlu beralih dari solusi terpisah-pisah ke satu platform yang terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi dan mendapatkan wawasan yang lebih baik dengan bantuan AI,” ujarnya.

Pada akhirnya, era agentic AI mengubah cara perusahaan memandang teknologi. Bukan lagi sekadar alat pendukung, AI kini menjadi inti dari operasional bisnis. Dalam situasi ini, keamanan tidak bisa lagi dianggap sebagai lapisan tambahan, melainkan fondasi utama. Pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan diadopsi, tetapi seberapa cepat dan seberapa aman perusahaan dapat menggunakannya untuk tetap kompetitif di tengah lanskap digital yang terus berubah.

Baca juga :   Bukalapak dan Standard Chartered Rilis Layanan Bank Digital

 

STEVY WIDIA

Tags: Agentic AIAI vs AIArtificial Intelligence (AI)keamanan siberPalo Alto Networks
Previous Post

Easycash dan IARFC Edukasi Mahasiswa UNESA, Kenalkan Teknologi AI ChatPindar untuk Literasi Keuangan

Next Post

Dukung Target PSN 100 GW, Rumah Energi Perkuat Peran Koperasi dalam Proyek PLTS Nasional

Related Posts

penipuan identitas
Technology

Penipuan Identitas di Indonesia Capai 5,6%, Deepfake Jadi Ancaman Baru Sektor Fintech

23 April 2026
0
tanda tangan elektronik Privy
Digital Business

Permintaan Tanda Tangan Digital Melonjak 250%, Privy Proses 32 Juta Dokumen di Kuartal I 2026

20 April 2026
0
AdaKami x OJK
Digital Business

Kerugian Tembus Rp9,1 Triliun, AdaKami dan OJK Perkuat Sinergi Berantas Fraud Digital

17 April 2026
0
Load More
Next Post
Koperasi PLTS Rumah Energi

Dukung Target PSN 100 GW, Rumah Energi Perkuat Peran Koperasi dalam Proyek PLTS Nasional

British Climate Partners BII Asia

Inggris Luncurkan British Climate Partners £1,1 Miliar, Percepat Transisi Energi di Indonesia dan Asia

MII Metrodata Yonyou ERP AI

Metrodata Lewat MII Gandeng Yonyou, Hadirkan Solusi ERP Berbasis AI untuk Industri Indonesia

Discussion about this post

Recent Updates

Turnamen Bulutangkis Raksasa Digelar di Indonesia, 3.000 Peserta Siap Bertanding

Turnamen Bulutangkis Raksasa Digelar di Indonesia, 3.000 Peserta Siap Bertanding

24 April 2026
adopsi AI Salesforce Indonesia

Adopsi AI di Indonesia Dipicu Penggunaan Pribadi, Bukan Strategi Perusahaan

24 April 2026
MII Metrodata Yonyou ERP AI

Metrodata Lewat MII Gandeng Yonyou, Hadirkan Solusi ERP Berbasis AI untuk Industri Indonesia

24 April 2026
British Climate Partners BII Asia

Inggris Luncurkan British Climate Partners £1,1 Miliar, Percepat Transisi Energi di Indonesia dan Asia

24 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Turnamen Bulutangkis Raksasa Digelar di Indonesia, 3.000 Peserta Siap Bertanding

Turnamen Bulutangkis Raksasa Digelar di Indonesia, 3.000 Peserta Siap Bertanding

24 April 2026
adopsi AI Salesforce Indonesia

Adopsi AI di Indonesia Dipicu Penggunaan Pribadi, Bukan Strategi Perusahaan

24 April 2026
MII Metrodata Yonyou ERP AI

Metrodata Lewat MII Gandeng Yonyou, Hadirkan Solusi ERP Berbasis AI untuk Industri Indonesia

24 April 2026
British Climate Partners BII Asia

Inggris Luncurkan British Climate Partners £1,1 Miliar, Percepat Transisi Energi di Indonesia dan Asia

24 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version