youngster.id - Produksi film animasi berskala global tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga infrastruktur komputasi dengan performa tinggi. Proses seperti 3D modeling, simulasi, rendering, hingga pengolahan aset digital membutuhkan kapasitas komputasi yang terus berkembang seiring semakin kompleksnya visual yang dihadirkan. Kebutuhan tersebut membuat teknologi menjadi bagian penting dalam proses produksi animasi.
Melihat kondisi ini, Lenovo memperkuat kolaborasinya dengan DreamWorks Animation melalui penyediaan solusi komputasi dan layanan teknologi untuk mendukung kebutuhan kreatif dan teknis studio, termasuk produksi film terbaru Forgotten Island.
Dalam kolaborasi yang diperluas ini, Lenovo menjadi penyedia pilihan untuk layanan komputasi, workstation, dan solusi teknologi bagi DreamWorks Animation. Portofolio yang disediakan mencakup workstation profesional, High Performance Computing (HPC), server dan infrastruktur data center, hingga layanan dan dukungan enterprise.
Sales Director – Key, Global & MM Account Business Lenovo Indonesia Joni Irwanto mengatakan, kebutuhan produksi konten modern membutuhkan teknologi yang mampu mengikuti kompleksitas alur kerja kreatif.
“Kolaborasi Lenovo dengan DreamWorks Animation ini menegaskan peran krusial dari teknologi dan layanan mutakhir yang dapat disesuaikan (scalable) dalam mendukung alur kerja kreatif yang kompleks serta memenuhi tuntutan produksi konten modern,” ujar Joni dikutip Sabtu (3/10/2026).
Dia menjelaskan, dalam proses produksi animasi, kebutuhan komputasi hadir di berbagai tahap. Para artist dan technical director harus mengembangkan aset digital, membuat model 3D, menjalankan simulasi, hingga melakukan rendering. Proses tersebut juga membutuhkan berbagai iterasi agar detail visual dan pengalaman yang ingin ditampilkan dalam film dapat terus disempurnakan.
Untuk mendukung workflow tersebut, DreamWorks Animation memanfaatkan ekosistem teknologi Lenovo yang mengintegrasikan workstation, data center, HPC, serta layanan enterprise.
Portofolio tersebut mencakup Lenovo ThinkStation dan ThinkPad P Series Workstations untuk mendukung kebutuhan artist, technical director, dan profesional kreatif lainnya. Sementara itu, Lenovo ThinkSystem Servers dan HPC digunakan untuk mendukung compute-intensive workloads, termasuk rendering dan animation pipelines.
Lenovo juga menghadirkan Neptune Liquid Cooling untuk membantu meningkatkan performa sekaligus menjaga efisiensi dan stabilitas infrastruktur data center. Sementara Lenovo TruScale Infrastructure as a Service memungkinkan DreamWorks menyesuaikan kapasitas komputasi berdasarkan kebutuhan produksi dengan tetap mempertahankan kontrol atas infrastruktur on-premises.
“Dengan menggabungkan workstation, High Performance Computing, infrastruktur data center, serta layanan pendukung dalam satu ekosistem, kami membantu DreamWorks Animation memenuhi kebutuhan komputasi di berbagai tahapan produksinya,” ungkap Joni.
Kolaborasi tersebut juga menghasilkan peningkatan performa pada lingkungan teknologi DreamWorks Animation. Penggunaan Lenovo Neptune Liquid Cooling menghasilkan peningkatan performa hingga 20% dibandingkan server dengan sistem pendinginan udara pada lingkungan render farm DreamWorks.
Pada sisi workstation, Lenovo mencatat peningkatan performa aplikasi animasi hingga 25% pada Lenovo ThinkStation P620 dibandingkan workstation yang sebelumnya digunakan DreamWorks Animation. Peningkatan tersebut membantu mempercepat loading dan memberikan pengalaman kerja yang lebih responsif bagi para artist.
Besarnya kebutuhan komputasi untuk produksi animasi juga terlihat dalam pembuatan The Wild Robot. Dalam produksi film tersebut, lingkungan data center DreamWorks Animation mencapai 98% utilisasi dan membutuhkan sekitar 300 juta compute hours.
Kebutuhan tersebut menunjukkan bagaimana produksi animasi modern membutuhkan infrastruktur yang tidak hanya memiliki performa tinggi, tetapi juga mampu berkembang mengikuti kebutuhan masing-masing proyek.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post