youngster.id - Platform personal networking asal Indonesia, Sanct, memilih pendekatan unik dalam memasarkan produknya. Alih-alih meluncurkan iklan konvensional, Sanct merilis dua film pendek berdurasi satu menit di kanal YouTube resminya untuk mengenalkan fitur serta filosofi platform tersebut.
Dua film pendek tersebut menceritakan perjalanan Clarissa, mulai dari naik bus, mampir ke food court, hingga berkumpul bersama keluarganya di meja makan.
Episode pertama diangkat dari kisah nyata seorang pengguna beta. Dalam cerita tersebut, Clarissa membagikan sebuah lagu di aplikasi Sanct tanpa mengucapkan patah kata pun tentang harinya yang berat. Namun, karena lingkaran di Sanct hanya berisi orang terdekat, sahabatnya langsung menyadari situasi tersebut dan datang memberikan dukungan.
Sementara itu, episode kedua berfokus pada interaksi Clarissa di grup keluarga Sanct. Saat Clarissa bertanya menu makan malam, kakaknya yang tinggal di Singapura, Keisha, membalas rindu pada ayam goreng langganan mereka. Ketika Clarissa melakukan check-in di warung tersebut, interaksi sederhana itu berubah menjadi janji Keisha untuk segera pulang.
“Semua orang berhak punya waktu berkualitas dengan orang-orang terdekatnya. Sanct hanya jembatannya: yang jauh di mata tetap dekat di hati, dan yang sudah dekat jadi makin dekat,” ujar Sion Abednego, Founder Sanct.
Sistem Tambah Teman via Kode QR dan Fitur Closed Beta
Sanct mengusung konsep privasi yang cukup ketat. Pengguna tidak dapat mencari nama orang asing di dalam aplikasi. Penambahan teman hanya bisa dilakukan dengan cara bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Hal ini memastikan momen yang dibagikan pengguna hanya bisa diakses oleh lingkaran terdekat.
Selama tahap closed beta, Sanct telah menguji sejumlah fitur utama yang dirancang untuk mempererat hubungan antar pengguna. Platform ini menghadirkan fitur Grup Obrolan Khusus yang dilengkapi balasan serta reaksi interaktif untuk keluarga dan sahabat. Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur Check-In Lokasi Nyata yang privasinya terjaga karena hanya dapat dilihat oleh lingkaran terdekat.
Selain itu, interaksi makin berwarna lewat fitur Komentar Interaktif yang mendukung balasan berupa stiker, lagu, hingga foto. Sanct turut melengkapi pengalamannya dengan menghadirkan Sancty, sebuah karakter virtual kecil yang siap menyapa dan mengingatkan pengguna pada momen-momen tertentu, seperti waktu makan malam.
Ekspansi Regional dan Model Bisnis Freemium
Sanct pertama kali membuka tahap closed beta pada 23 Agustus di kawasan Car Free Day (CFD) Senayan, Jakarta, dan langsung menggaet 147 pendaftar pada hari pertama. Sepekan setelahnya, gelombang undangan pertama mencatatkan lebih dari 150 pengguna aktif, sementara lebih dari 1.600 orang berada dalam daftar tunggu (waiting list).
Saat ini, Sanct tengah bersiap meluncur secara bertahap di pasar Asia Tenggara, meliputi Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Aplikasi ini akan beroperasi dengan model bisnis freemium, di mana fitur inti dapat diakses secara gratis dan fitur premium opsional akan dirilis secara bertahap. (*AMBS)

















Discussion about this post