Senin, 5 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Technology

Sebelum File Terenkripsi, Ini Jejak Ransomware yang Bisa Dideteksi

5 Oktober 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
ransomware

Sebelum File Terenkripsi, Ini Jejak Ransomware yang Bisa Dideteksi (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Serangan ransomware kerap baru disadari ketika file di perangkat sudah terenkripsi dan aktivitas bisnis mulai terganggu. Padahal, sebelum sampai pada tahap tersebut, penyerang biasanya telah melakukan serangkaian aktivitas untuk mendapatkan akses dan bergerak lebih jauh di dalam jaringan.

Temuan terbaru PT ITSEC Asia Tbk menunjukkan bahwa aktivitas ransomware dapat meninggalkan sejumlah sinyal yang sebenarnya bisa dideteksi lebih awal. Melalui whitepaper bertajuk From Sample to Signal: Uncovering the GodDamn Ransomware Operation, Tim Threat Intelligence ITSEC Asia menganalisis bagaimana operasi ransomware berkembang sebelum mencapai tahap enkripsi.

President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan, organisasi perlu melihat ransomware sebagai rangkaian proses intrusi, bukan sekadar malware yang bertugas mengenkripsi file.

“Ransomware sering kali baru terlihat ketika file sudah terenkripsi dan operasional mulai terganggu. Padahal sebelum itu, penyerang bisa saja sudah memperoleh akses, mengumpulkan kredensial dan bergerak di dalam jaringan. Karena itu, kemampuan mendeteksi aktivitas yang tidak wajar sejak tahap awal menjadi sangat krusial,” ungkap Patrick dikutip Senin (5/10/2026).

Dalam riset tersebut, ITSEC Asia menemukan sejumlah perilaku yang dapat menjadi sinyal awal serangan. Aktivitas tersebut antara lain eksekusi mencurigakan, perubahan Registry dan service, ARP scanning, SMB probing, modifikasi file dalam jumlah besar hingga pembuatan ransom note.

Sampel yang dianalisis juga menunjukkan kemampuan pemrosesan dan enkripsi pada lingkungan Windows dan Linux. Temuan ini memperlihatkan bahwa aktivitas ransomware tidak hanya perlu dilihat dari dampak akhirnya, tetapi juga dari perubahan perilaku yang terjadi pada endpoint dan jaringan selama proses serangan.

Salah satu insiden yang dikaji ITSEC Asia menunjukkan bagaimana penyerang dapat melakukan sejumlah aktivitas sebelum ransomware akhirnya dijalankan. Tahapan tersebut mencakup penggunaan remote access, pengumpulan kredensial, network discovery hingga lateral movement.

Dalam kasus tersebut, sedikitnya 10 host telah terdampak sebelum tahap ransomware deployment berlangsung. Artinya, ketika proses enkripsi mulai terlihat, penyerang kemungkinan sudah memiliki akses dan telah melakukan pergerakan di dalam lingkungan jaringan korban.

Kondisi ini membuat pendeteksian berbasis satu indikator malware saja menjadi kurang memadai. Tim keamanan perlu melihat hubungan antara aktivitas pada identitas, endpoint dan jaringan untuk mengetahui apakah sejumlah aktivitas yang tampak terpisah sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian serangan yang sama.

Riset ITSEC Asia juga mencatat laporan penggunaan PoisonX, malicious kernel driver yang disebut digunakan untuk mengganggu proses produk keamanan sebelum tahap enkripsi. Namun, ITSEC Asia mengklasifikasikan temuan ini sebagai Reported karena informasi tersebut berasal dari investigasi eksternal dan tidak direkayasa balik secara independen dalam penelitian.

“Semakin cepat organisasi dapat menghubungkan sinyal dari identitas, endpoint dan jaringan, semakin besar kesempatan untuk menghentikan serangan sebelum mencapai sistem yang lebih kritis. Fokus pertahanan perlu bergeser dari sekadar mencari indikator malware menjadi memahami perilaku yang muncul sepanjang rangkaian serangan,” tutup Patrick.

 

STEVY WIDIA

Tags: cyber securitycybersecuritydeteksi ransomwareGodDamn RansomwareITSEC Asiakeamanan sibermalwareransomware
Previous Post

Pasar Tokenisasi Saham Melonjak US$3 Miliar, FLOQ Sebut Blockchain Memasuki Fase Baru

Next Post

JULO Raih Pendanaan Baru dari Saratoga dan Investor Lama

Related Posts

Risiko AI pada industri fintech
Digital Business

84% Fintech Adopsi AI, OJK dan AFTECH Ingatkan Risiko Penipuan Deepfake di Sektor Keuangan

2 Oktober 2026
0
Bain Company infrastruktur AI
Digital Business

Bain & Company: Butuh Pendapatan US$6 Triliun pada 2031 untuk Biayai Infrastruktur AI Global

29 September 2026
0
Danantara x Thales
Industry

Danantara dan Thales Jalin Kemitraan Strategis Perkuat Sektor AI hingga Sistem Pertahanan

28 September 2026
0
Load More
Next Post
JULO raih pendanaan baru

JULO Raih Pendanaan Baru dari Saratoga dan Investor Lama

Tak Sekadar Nonton, Fans Terlibat Konser Hipdut Facebook dan AntiNRML

Tak Sekadar Nonton, Fans Terlibat Konser Hipdut Facebook dan AntiNRML

Canva Telkomsel

Dukung Kreasi Konten Telkomsel dan Canva Hadirkan Paket Bundling

Discussion about this post

Recent Updates

Gamer Makin Butuh Smartphone Berperforma Tinggi

Gamer Makin Butuh Smartphone Berperforma Tinggi

5 Oktober 2026
AI jadi Tools

Startup AI untuk Bangun Kebiasaan Jadi Juara Action AI Boost Demo Day 2026

5 Oktober 2026
Canva Telkomsel

Dukung Kreasi Konten Telkomsel dan Canva Hadirkan Paket Bundling

5 Oktober 2026
Tak Sekadar Nonton, Fans Terlibat Konser Hipdut Facebook dan AntiNRML

Tak Sekadar Nonton, Fans Terlibat Konser Hipdut Facebook dan AntiNRML

5 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Gamer Makin Butuh Smartphone Berperforma Tinggi

Gamer Makin Butuh Smartphone Berperforma Tinggi

5 Oktober 2026
AI jadi Tools

Startup AI untuk Bangun Kebiasaan Jadi Juara Action AI Boost Demo Day 2026

5 Oktober 2026
Canva Telkomsel

Dukung Kreasi Konten Telkomsel dan Canva Hadirkan Paket Bundling

5 Oktober 2026
Tak Sekadar Nonton, Fans Terlibat Konser Hipdut Facebook dan AntiNRML

Tak Sekadar Nonton, Fans Terlibat Konser Hipdut Facebook dan AntiNRML

5 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version