Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Technology

Serangan Backdoor Mengintai Bisnis di Asia Tenggara, Indonesia Catat 1,5 Juta Kasus

21 April 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
Ancaman Siber Berbasis Web

Serangan siber (Foto : istimewa/ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Bayangkan ada seseorang yang masuk ke sistem bisnismu—lalu tidak pergi. Ia diam, mengamati, dan mengakses data tanpa kamu sadari. Inilah cara kerja serangan backdoor, ancaman siber yang kini makin marak mengintai bisnis di Asia Tenggara.

Laporan terbaru dari Kaspersky mengungkap bahwa sepanjang 2025, lebih dari 3 juta serangan backdoor berhasil dideteksi dan diblokir di kawasan Asia Tenggara. Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah deteksi tertinggi, mencapai lebih dari 1,5 juta kasus.

Setelah Indonesia, Vietnam dengan hampir 1,3 juta kasus. Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina juga mencatat angka yang signifikan meski lebih rendah.

Angka ini menunjukkan eskalasi serius dalam lanskap keamanan digital di wilayah tersebut.

Baca juga :   DeepL Luncurkan Voice API untuk Transkripsi dan Terjemahan Suara Real-Time

Yang lebih mengkhawatirkan, tren serangan ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Malaysia mencatat lonjakan tertinggi hingga 86%, sementara Indonesia mengalami kenaikan sebesar 36%. Vietnam juga mengalami peningkatan, meski lebih kecil, sementara beberapa negara lain justru menunjukkan tren penurunan.

Menurut Adrian Hia, Managing Director Asia Pasifik di Kaspersky, peningkatan ini menandakan perubahan strategi para pelaku kejahatan siber.

“Secara keseluruhan, bisnis di Asia Tenggara mengalami peningkatan serangan backdoor sebesar 17% pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan pergeseran dari sekadar ‘menerobos sistem’ menjadi ‘bertahan di dalam sistem’,” ujarnya dikutip dari keterangan pers, Selasa (21/4/2026).

Selain backdoor, Kaspersky juga mencatat lebih dari 46 juta serangan melalui perangkat di lingkungan bisnis Asia Tenggara. Jenis ancaman ini biasanya menyebar melalui metode offline seperti USB, CD, atau file tersembunyi dalam installer dan dokumen terenkripsi.

Baca juga :   Rata-rata Lulusan IPB University Terserap Kerja dalam 3,9 Bulan

Meskipun secara keseluruhan mengalami sedikit penurunan, volume serangan tetap tinggi, terutama di Vietnam, Indonesia, dan Thailand. Hal ini menunjukkan bahwa metode serangan tradisional masih menjadi ancaman serius, terutama bagi bisnis yang belum memiliki sistem keamanan yang kuat.

Asia Tenggara sendiri dinilai akan terus menjadi target utama serangan siber global. Posisi strategis kawasan ini sebagai bagian penting dalam rantai pasokan dunia membuatnya semakin menarik bagi pelaku kejahatan digital.

Di sisi lain, tren kerja jarak jauh dan hybrid juga memperluas celah keamanan. Banyak perangkat yang digunakan karyawan tidak sepenuhnya berada di bawah pengawasan perusahaan, sehingga meningkatkan risiko serangan.

“Permukaan serangan akan terus meluas. Karena itu, penting bagi bisnis untuk berinvestasi dalam pengamanan perangkat, bukan hanya untuk melindungi data dan finansial, tetapi juga untuk mencegah celah bagi serangan lanjutan,” tambah Adrian.

Dengan meningkatnya kompleksitas ancaman, bisnis tidak lagi bisa mengandalkan sistem keamanan dasar. Diperlukan pendekatan yang lebih proaktif, mulai dari pemantauan berkelanjutan, deteksi dini, hingga respons cepat terhadap potensi serangan.

Baca juga :   Andrew Yulius dan Virgo Dia, Juara Bosch Woodworking Competition 2024

Jika tidak, ancaman seperti backdoor bisa menjadi pintu masuk bagi serangan yang lebih besar—yang bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mengancam keberlangsungan bisnis di era digital.

.

STEVY WIDIA

Tags: ancaman siberbisnis Asia Tenggarakasperskyserangan backdoor
Previous Post

Paylater Makin Diminati, Ini Cara Pakainya Biar Tak Jadi Bumerang

Next Post

Twilio Rilis SDK Baru, Integrasi Pusat Kontak Kini Lebih Mudah dan Fleksibel

Related Posts

Ancaman Siber Berbasis Web
Technology

Ancaman Siber Berbasis Web di Indonesia Tembus 14,9 Juta Kasus di Tahun 2025

3 Maret 2026
0
ancaman siber
Technology

Ancaman Siber Meningkat, Komdigi Gelar Pelatihan Penguatan Talenta Digital Berbasis AI

3 Februari 2026
0
Penipuan Secara Mandiri
Industry

83% Pembelanja Online Indonesia Deteksi Penipuan Secara Mandiri

15 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Twilio Rilis SDK Baru, Integrasi Pusat Kontak Kini Lebih Mudah dan Fleksibel

Twilio Rilis SDK Baru, Integrasi Pusat Kontak Kini Lebih Mudah dan Fleksibel

Huawei Cloud

Huawei Cloud Bawa “Pekerja Digital” Agar Bisnis Indonesia Naik Level

Eratani x Temasek

Gandeng Eratani, Temasek Foundation Kucurkan S$500 Ribu untuk Perkuat Pendanaan 1.800 Petani

Discussion about this post

Recent Updates

Eratani x Temasek

Gandeng Eratani, Temasek Foundation Kucurkan S$500 Ribu untuk Perkuat Pendanaan 1.800 Petani

21 April 2026
Huawei Cloud

Huawei Cloud Bawa “Pekerja Digital” Agar Bisnis Indonesia Naik Level

21 April 2026
Twilio Rilis SDK Baru, Integrasi Pusat Kontak Kini Lebih Mudah dan Fleksibel

Twilio Rilis SDK Baru, Integrasi Pusat Kontak Kini Lebih Mudah dan Fleksibel

21 April 2026
Ancaman Siber Berbasis Web

Serangan Backdoor Mengintai Bisnis di Asia Tenggara, Indonesia Catat 1,5 Juta Kasus

21 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Eratani x Temasek

Gandeng Eratani, Temasek Foundation Kucurkan S$500 Ribu untuk Perkuat Pendanaan 1.800 Petani

21 April 2026
Huawei Cloud

Huawei Cloud Bawa “Pekerja Digital” Agar Bisnis Indonesia Naik Level

21 April 2026
Twilio Rilis SDK Baru, Integrasi Pusat Kontak Kini Lebih Mudah dan Fleksibel

Twilio Rilis SDK Baru, Integrasi Pusat Kontak Kini Lebih Mudah dan Fleksibel

21 April 2026
Ancaman Siber Berbasis Web

Serangan Backdoor Mengintai Bisnis di Asia Tenggara, Indonesia Catat 1,5 Juta Kasus

21 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version