youngster.id - Penyedia layanan identitas digital, VIDA, memperkenalkan inovasi keamanan terbaru dalam ajang Money20/20 Asia 2026 di Thailand. Langkah ini diambil guna menjawab ancaman kejahatan siber yang kian kompleks di sektor financial technology (fintech).
Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, menegaskan bahwa edukasi konsumen saja tidak lagi cukup untuk menghadapi scam. Menurutnya, industri fintech wajib menerapkan sistem pertahanan berlapis (multi-layered defense) untuk mengantisipasi serangan berbasis AI, seperti deepfake dan injection attacks.
“Kita semua menyadari bahwa scam semakin marak terjadi di seluruh dunia dengan beragam modus yang terus berkembang. Edukasi saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan ini. Perlu diimbangi dengan penguatan infrastruktur serta ekosistem hukum yang mampu melindungi konsumen dan meningkatkan standar keamanan,” ujar Niki, dikutip Sabtu (25/4/2026).
Dalam sesinya, VIDA memaparkan empat langkah strategis yang esensial untuk memperkuat keamanan ekosistem fintech di tengah ancaman siber yang kian canggih. Langkah pertama berfokus pada verifikasi biometrik guna memastikan bahwa pengguna adalah individu nyata melalui teknologi deteksi wajah yang akurat. Hal ini diperkuat dengan lapisan keamanan perangkat yang dirancang untuk menutup celah injection attack, sebuah modus penipuan yang memanipulasi kamera perangkat untuk memasukkan data palsu.
Selain itu, VIDA menekankan pentingnya validasi identitas melalui sinkronisasi data pengguna dengan database resmi pemerintah untuk menjamin keaslian dokumen identitas. Sebagai pelengkap pertahanan, integrasi AI diterapkan untuk melakukan deteksi anomali secara real-time dan adaptif, sehingga sistem keamanan mampu merespons pola serangan yang terus berkembang dengan cepat dan presisi.
Sebagai solusi konkret, VIDA resmi meluncurkan fitur Beyond Liveness. Berbeda dengan teknologi konvensional, fitur ini menggabungkan lima lapisan pengamanan sekaligus, mulai dari analisis perilaku perangkat hingga pola jaringan.
Keunggulan utama teknologi ini terletak pada integrasi Software Development Kit (SDK) dengan waktu respons di bawah 100 milidetik. Hal ini memungkinkan deteksi scam yang presisi tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna (seamless user experience).
Melalui partisipasi di level global ini, VIDA memperkuat posisinya sebagai infrastruktur identitas digital yang tersertifikasi untuk mengamankan transaksi jutaan pengguna fintech di Indonesia dan Asia Tenggara.
.
STEVY WIDIA
