youngster.id - Kementerian Komunikasi dan Digital telah menegaskan anak berusia di bawah 16 tahun tidak boleh lagi memiliki akun di platform digital berisiko tinggi. Menanggapi hal itu, WhatsApp meluncurkan fitur akun untuk anak dengan kontrol sepenuhnya di tangan orang tua.
Fitur ini memungkinkan orang tua atau wali menyiapkan WhatsApp untuk anak-anak berusia 10-12 tahun, dengan kendali baru untuk membatasi pengalaman WhatsApp mereka ke dalam berkirim pesan dan menelepon. Dengan fitur ini anggota keluarga tetap berkomunikasi dengan mudah, privat, dan andal.
“WhatsApp telah menjadi bagian penting dalam kehidupan berkeluarga, baik untuk menyampaikan pencapaian penting kepada keluarga besar, mengetahui rencana setelah pulang sekolah, atau hanya memberi tahu orang tercinta bahwa Anda sudah pulang dengan selamat. Seiring dengan peluncuran bertahap akun yang dikelola orang tua dalam beberapa bulan ke depan, kami sangat menantikan masukan dari Anda sehingga kami bisa terus membangun WhatsApp untuk menyediakan cara yang aman dan paling privat bagi keluarga untuk terhubung,” demikian pernyataan WhatsApp dikutip dari siaran pers Kamis (12/3/2026).
WhatsApp mengungkapkan, akun ini dapat ditautkan ke perangkat milik anak. Kontrol dipegang oleh orang tua atau wali yang bisa memutuskan siapa saja yang bisa menghubungi akun tersebut dan grup mana saja yang bisa diikuti. Selain itu, orang tua bisa meninjau permintaan pesan dari kontak tidak dikenal dan mengelola pengaturan privasi akun.
“Pengawasan dan pengaturan orang tua yang baru dibatasi oleh PIN orang tua pada perangkat yang dikelola. Hanya orang tua yang bisa mengakses dan mengubah pengaturan privasi, memastikan mereka mampu menyesuaikan pengalaman keluarga mereka,” tulisnya.
Semua percakapan pribadi tetap privat dan dilindungi dengan enkripsi end-to-end, yang berarti tidak seorang pun termasuk pihak WhatsApp, yang bisa melihat atau mendengarkannya. Pihak WhatsApp juga menyediakan lebih banyak fitur dan insight untuk orang tua, khususnya seputar grup.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post