Telkomsel dan Kinetica Hadirkan Proses Analitik Data Real-time

Telkomsel menginisiasi program Telkomsel Innovation Center yang berada di Bandung, Jawa Barat dan Bali. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Telkomsel Indonesia mengumumkan kerja samanya dengan Kinetica untuk mengembangkan Big Data dan merevolusi proses analitik data online. Dengan demikian, Telkomsel berharap akan mampu memberikan pelayanan dan pengalaman lebih baik bagi pelanggan serta pelaporan keuangan dan bisnis secara real-time berdasarkan data yang transformatif.

“Pesatnya pertumbuhan pada perangkat mobile, tingginya pengguna digital, serta meningkatnya layanan mikro prabayar di Indonesia menghasilkan produksi data secara masif dan eksponensial daripada yang pernah ada sebelumnya,” kata Montgomery Hong, Chief Information Officer Telkomsel dalam keterangannya, Minggu (21/10/2018) di Jakarta.

Alasan perusahaan telekomunikasi dengan lebih dari 178 juta pelanggan menggandeng Kinetika adalah atas kemampuannya sebagai mesin konvergen untuk mengakselerasi proses analisis, visualisasi berbasis local dan Artificial Intelligence (AI). Dengan demikian, Telkomsel berharap akan mampu memberikan pelayanan dan pengalaman lebih baik kepada pelanggan serta pelaporan keuangan dan bisnis secara real-time berdasarkan data yang transformatif.

Masuknya data ekstrem ini, menurut Montgomery, memberikan peluang besar untuk mengembangkan pengalaman gaya hidup digital baru yang dipersonalisasi untuk konsumen Indonesia.

Baca juga :   Communic Indonesia 2016 Telkomsel Fokus Bangun Ekosistem Digital

“Tidak seperti solusi database tradisional, solusi Kinetica dibangun dengan tujuan untuk pengembangan extrem data dan penyediaan analisis data real-time serta location intelligence di seluruh lini bisnis kami, mulai dari layanan Prepaid & Postpaid, layanan gaya hidup digital (video, game, musik) hingga layanan keuangan mobile, dan periklanan digital,” tambahnya.

Dengan perkembangan teknologi dan sumber data yang terus berkembang, data menjadi kian tak terprediksi dan analisis menjadi semakin kompleks. Dalam Extreme Data Economy yang baru, data menjadi sangat fleksibel dan dapat berupa data besar atau kecil, statis atau bergerak, terstruktur atau tidak terstruktur, tahan atau mudah rusak, manusia atau mesin. Kini, data yang dibuat untuk komputasi serial (serial computing) tidak dapat bersaing di dunia di mana informasi bergerak dengan super instan.

Yang dibutuhkan adalah kemampuan yang memungkinkan pelanggan untuk membangun aplikasi tingkat baru berbasis data untuk mengatasi tantangan ini. Kinetica berjalan pada GPU NVIDIA dan sistem NVIDIA DGX™ yang menyediakan analitik real-time pada data—dalam gerakan dan saat statis—10 hingga 100X lebih cepat daripada sistem tradisional, dengan biaya sepersepuluhnya.

Baca juga :   VMware Usung Heterogenitas Teknologi di Lingkungan Kerja

“Telkomsel adalah contoh terbaik dari operator seluler yang merangkul teknologi inovatif dan memanfaatkan kekuatan data ekstrim,” kata Paul Appleby, CEO Kinetica.

Ia menjelaskan, bahwa data merupakan pusat pengalaman gaya hidup digital dan bisnis seluler tidak lagi dapat mengandalkan platform warisan big data yang menganalisis data setelah fakta.

“Ketika perusahaan seperti Telkomsel bertransformasi digital, mereka perlu menggunakan aplikasi/solusi baru yang menggabungkan streaming IoT, analisis canggih, dan kekuatan AI dalam solusi konvergen,” jelasnya.

Sementara itu, Raymond Teh, Wakil Presiden APAC NVIDIA mengatakan, kombinasi NVIDIA dan Kinetica memungkinkan Telkomsel untuk menghadirkan terobosan pengalaman bagi pelanggan dengan kecepatan luar biasa yang tidak pernah ada sebelumnya.

STEVY WIDIA