Jumat, 10 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Transaksi E-Dagang Capai Rp 75 Triliun Setahun

12 Agustus 2017
in News
Reading Time: 2 mins read
aplikasi e-commerce

(Foto : Ilustrasi/Youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perdagangan elektronik (e-commerce) di Indonesia telah menembus US$ 5,6 miliar atau Rp 75 triliun dalam setahun terakhir. Semuanya itu berujung pada peningkatan produktivitas perekonomian secara signifikan.

Pertumbuhan itu membuat ekonomi digital diproyeksikan mampu memberikan nilai tambah sebesar US$ 150 miliar pada 2025, dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sekitar 10%.

Revolusi digital diyakini akan membawa Indonesia pada lintasan pertumbuhan ekonomi sekitar 7% per tahun. Hal itu dimungkinkan karena digitalisasi perekonomian mampu meningkatkan efisiensi di berbagai sektor ekonomi berkat keputusan bisnis dan target yang lebih akurat, serta mendorong terciptanya inovasi baru.

Hal itu disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo dalam seminar nasional big data dengan tema ”Globalisasi Digital: Optimalisasi Pemanfaatan Big Data untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi” baru-baru ini di Jakarta.

Menurut dia, di Indonesia, perkembangan ekonomi digital ini didukung banyaknya pengguna internet. Pada 2016, jumlah pengguna internet yang berbelanja secara online di Tanah Air telah mencapai 24,74 juta orang. Selama setahun terakhir, para pengguna internet membelanjakan uang sekitar US$ 5,6 miliar (sekitar Rp 75 triliun) di berbagai e-commerce. Dengan kata lain, setiap pengguna e-commerce di Indonesia rata-rata membelanjakan Rp 3 juta per tahun.

“Saat ini, layanan digital telah memengaruhi cara kita membuat keputusan, berinteraksi dengan orang lain, dan sekaligus mendorong munculnya model-model bisnis baru yang jauh lebih efisien dan inovatif,” katanya.

Baca juga :   Bhinneka Ungkap Strategi 2018

Menurut Agus, pada 2013 saja, lanjut Agus, terdapat setidaknya 1,85 miliar pengguna aktif media sosial, yang terus meningkat menjadi 2,8 miliar pada 2016.

Agus menjelaskan aktivitas media sosial dan layanan digital yang makin meluas telah mendorong terciptanya data baru secara masif. Data yang berjumlah sangat besar, bervariasi, dan dihasilkan secara sangat cepat (real time) ini dikenal sebagai big data.

Selain e-commerce, lanjut Agus, revolusi digital di Indonesia telah menyentuh sektor keuangan. Hal ini antara lain terlihat dari jumlah fintech player di Indonesia yang dalam dua tahun terakhir (2015-2016) tumbuh pesat sebesar 78%.

Ia menjelaskan lebih lanjut, investasi TI di sektor-sektor utama pemberi kontribusi ke pertumbuhan ekonomi–seperti manufaktur dan pertambangan–juga relatif masih rendah. Sedangkan investasi yang sudah cukup tinggi tercatat di sektor tersier, seperti e-commerce dan fintech yang pada 2016 diperkirakan mencapai US$ 1,7 miliar.

Baca juga :   Wahyoo Luncurkan Gerakan Donasi Untuk Dukung Bisnis Warung Makan

“Apabila hambatan dalam pemanfaatan teknologi digital tersebut dapat diatasi, maka digitalisasi ekonomi bisa memberikan nilai tambah sebesar US$ 150 miliar terhadap PDB Indonesia pada 2025 (sekitar 10% terhadap PDB). Ini juga dibarengi dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja, mencapai hampir 4 juta orang,” imbuhnya.

“Meski demikian, sayangnya, kita masih belum optimal memanfaatkan potensi besar Indonesia dalam era digital ini. Hal itu antara lain karena penetrasi internet di Indonesia tergolong masih cukup rendah, sekitar 51%,” tuturnya.

Penetrasi itu masih jauh di bawah negara-negara tetangga, seperti Malaysia (71%) dan Thailand (67%), bahkan di negara maju seperti Inggris dan Jepang sudah mencapai di atas 90%. Tingkat penetrasi internet ini adalah rasio antara jumlah pengguna internet dan jumlah penduduk.

Baca juga :   Otenta, e-Commerce Dengan 100% Produk Indonesia

Persoalan utama yang menyebabkan belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital di Indonesia berasal dari kualitas layanan internet yang relatif masih tertinggal dibandingkan negara lain. Hambatan lain adalah pengeluaran investasi di bidang teknologi informasi (TI) yang juga relatif tertinggal dibanding negara lain.

STEVY WIDIA

Tags: belanja onlinee-commercee-DagangGubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo
Previous Post

Begini Cara Perempuan Bangun Startup

Next Post

Perkembangan Pariwisata Dorong Pertumbuhan UKM

Related Posts

Visa Token Service
Technology

Visa Luncurkan Intelligent Commerce Connect, Permudah Bisnis Adopsi Belanja Berbasis AI

9 April 2026
0
[embayaran digital di Asia Tenggara
Features

Lanskap Pembayaran Asia Tenggara: Dari Dominasi Dompet Digital hingga Masa Depan Tanpa Tunai

9 April 2026
0
Kredivo paylater
Digital Business

Transaksi PayLater Kredivo Melonjak 27% Selama Ramadan 2026, Kategori Groceries Jadi Primadona

7 April 2026
0
Load More
Next Post
Perkembangan Pariwisata Dorong Pertumbuhan UKM

Perkembangan Pariwisata Dorong Pertumbuhan UKM

Zephyrus, Aplikasi Antisipasi Banjir

Zephyrus, Aplikasi Antisipasi Banjir

Aavishkaar Dorong Pertumbuhan Wirausaha Sosial Indonesia

Aavishkaar Dorong Pertumbuhan Wirausaha Sosial Indonesia

Discussion about this post

Recent Updates

AFTECH dukung platform pinjol

AFTECH Dukung Langkah Hukum 9 Platform Pinjol Terkait Putusan KPPU

10 April 2026
Produksi eSAF oleh eFuels SEA di Asia Tenggara

eFuels SEA Gandeng Infinium, Siap Bangun Pabrik Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan di Asia Tenggara

10 April 2026
Japfa Food x RELEX

Japfa Food Indonesia Gandeng RELEX Solutions, Modernisasi Rantai Pasok Berbasis AI

10 April 2026
Amvesindo x PwC

Amvesindo dan PwC Perkuat Tata Kelola Investasi Startup Indonesia

10 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
AFTECH dukung platform pinjol

AFTECH Dukung Langkah Hukum 9 Platform Pinjol Terkait Putusan KPPU

10 April 2026
Produksi eSAF oleh eFuels SEA di Asia Tenggara

eFuels SEA Gandeng Infinium, Siap Bangun Pabrik Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan di Asia Tenggara

10 April 2026
Japfa Food x RELEX

Japfa Food Indonesia Gandeng RELEX Solutions, Modernisasi Rantai Pasok Berbasis AI

10 April 2026
Amvesindo x PwC

Amvesindo dan PwC Perkuat Tata Kelola Investasi Startup Indonesia

10 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version