Transaksi JD.ID Naik 845% di Festival Amazing 11

Teddy Arifianto, Head of Corporate Communication and Public Affairs, JD.ID dan Demmy Indranugroho Head of Marketing Campaign JD.ID. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

youngster.id - Platform e-commerce JD.ID membukukan kenaikan jumlah penjualan hingga 845% selama festival belanja online bertajuk Amazing 11 yang digelar pada 9-11 November 2018.

“Tahun ini JD.ID membukukan peningkatan transaksi hingga 845% dari hari biasa, yang mayoritas berasal dari wilayah Jabodetabek,” kata Teddy Arifianto, Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID dalam keterangan pers, Selasa (13/11/2018) di Jakarta.

Dia menjelaskan, JD.ID telah memulai program festival belanja online 11.11 sejak 2016, namun penyelenggaraan dalam skala besar baru dilaksanakan pada 2017 dan tahun 2018 ini. Pada tahun 2017 jumlah transaksi melonjak lebih dari 200%.

Program pesta belanja 11.11 merupakan program yang dicetuskan salah satunya oleh JD.com di China dan menjadi yang ditunggu-tunggu, khususnya di kalangan anak muda.

Oleh karena itu, JD.ID, sebagai afiliasi JD.com, meneruskan program tersebut ke Indonesia yang telah dilaksanakan dalam 3 tahun. Pada 2016 skalanya belum besar, dan baru 2017 dan tahun 2018 ini skalanya besar. JD.ID menggelar pesta belanja online 9-11 November 2018 dengan tema Amazing 11.11.

Baca juga :   Kofera Technology Raih Dana Segar

“Lebih dari sekadar mempersembahkan beragam diskon, festival ini adalah saat bagi kami untuk bersama-sama berpesta bersama para konsumen kami, sekaligus wujud terima kasih karena telah menjadi pelanggan setia JD.ID,” ujarnya.

Beragam produk dari 100 lebih merek terbaik pilihan seperti Intel, Philips, P&G, dan Enfagrow akan turut meramaikan perayaan ini. Tidak tanggung-tanggung, dalam kampanye kali ini, total manfaat yang dapat dinikmati pembeli mencapai sebesar total Rp11 miliar sebagai pesta diskon.

Festival belanja online Single Day yang digelar JD.ID selama 1-11 November 2018 dan berhasil meraup transaksi penjualan sebesar Rp340 triliun dari 400 juta produk yang terjual.

Teddy mengungkapkan, produk yang masuk top kategori yang volume transaksinya tinggi antara lain groceries, fashion, kesehatan, produk ibu & anak, home appliance dan home living. Selain itu, mobile phone dan gadget serta laptop dan aksesoris juga termasuk yang menjadi kontributor besar.

STEVY WIDIA