Transformasi Digital Perlu Segera Dilakukan Perusahaan

Asia IoT Business Platform 2016 di Jakarta. (Foto: Arenalte/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Diprediksi ada 33% perusahaan gulung tikar jika tidak melakukan transformasi digital. Untuk mencegah hal itu pelaku industri agar segera menggunakan teknologi yang sesuai dan dibutuhkan industri sehingga tidak tertinggal dengan perusahaan yang sudah bertransformasi digital.

Demikian disampaikan Susanto Djaja, Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk. Dia mengatakan tranformasi digital merupakan sebuah keniscayaan. Dan seluruh pelaku industri diminta untuk segera melakukan tranformasi digital seiring dengan arus digitalisasi yang semakin cepat.

“Menurut saya sekarang ini memang sudah eranya digital, jadi kalau perusahaan tidak mau tertinggal, dia harus segera melakukan transformasi,” tuturnya di Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Susanto menilai dewasa ini hampir seluruh industri sudah mulai melakukan tranformasi digital seperti di antaranya adalah perusahaan perbankan dan asuransi. Menurut Susanto, industri tersebut melakukan transformasi agar memudahkan pelanggannya dalam melakukan berbagai transaksi melalui apps, sehingga tidak perlu lagi datang ke ATM.

Berdasarkan hasil riset Accenture, disebutkan sejumlah perusahaan kini perlahan namun pasti sudah mulai beralih ke digitalisasi teknologi demi efisiensi perusahaan. Digitalisasi teknologi tersebut menurut Accenture akan difokuskan pada mobilitas.

Catatan Accenture menyebutkan sebanyak 57% perusahaan dewasa ini sudah mulai melakukan investasi teknologi mobile dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya sekitar 49% perusahaan.

Selain itu, ada sekitar 44% perusahaan diprediksi juga akan melakukan investasi pada Internet of Things (IoT) sepanjang tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya ada sekitar 25%.

Kemudian, investasi pada cloud juga diprediksi akan naik tahun ini sebesar 38% atau naik sekitar 8% dibandingkan dengan tahun lalu. Selama tiga hingga lima tahun ke depan, investasi perusahaan diharapkan Accenture dapat mengarah ke big data dan analitik (38%), Internet of Things (IoT) (36%) serta mobile (31%).

Sementara berdasarkan data IDC, diprediksi akan ada 33% perusahaan gulung tikar jika tidak menerapkan teknologi cloud dalam waktu lima tahun ke depan.

“Sudah banyak sektor yang menerapkan transformasi digital ini seperti perbankan, perusahaan asuransi dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, perusahaan yang belum besar pun sudah mulai menerapkan digital,” katanya.

Menurut Sutanto kendala yang biasanya seringkali dihadapi suatu perusahaan jika berencana melakukan transformasi digital di antaranya adalah menyiapkan SDM yang tepat. “SDM ini penting dan harus menjadi sorotan serius perusahaan, jika ingin bertranformasi. Karena kan digital itu sebenarnya berkaitan dengan SDM,” ujarnya.

STEVY WIDIA