Senin, 30 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Tren Investasi Sektor ESG Diproyeksi Capai US$3,3 Triliun di Tahun 2026

2 Agustus 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
skenario berinvestasi

Transaksi Digital Indonesia Melonjak 130% Saat Lebaran, Kesiapan Sistem TI Perusahaan Diuji (Foto: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Data PwC tahun 2022  menunjukkan, Asset under Management (AuM) produk investasi berorientasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di Asia Pasifik diproyeksikan tumbuh mencapai US$3,3 triliun pada tahun 2026, lebih pesat dibandingkan dengan produk di pasar modal dan manajemen keuangan lain. Di Indonesia sendiri, tren ESG juga meningkat drastis terutama berkat generasi milenial dan gen z.

Hal ini mendorong Bank DBS Indonesia berkolaborasi dengan PT BNP Paribas Asset Management menghadirkan solusi investasi sesuai tren ESG.

Direktur Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Rudy Tandjung mengatakan, tren penerapan ESG dalam investasi terutama di kalangan nasabah wealth management DBS terus diminati. Hal ini karena produk-produk ESG cenderung memiliki risiko lebih rendah karena turut menerapkan good governance, serta tentunya dapat berkontribusi positif ke masyarakat luas dan dunia.

Baca juga :   Untuk Jadi Kekuatan Ekonomi Digital, Indonesia Harus Perkuat Keamanan Infrastruktur Data Center

“Melalui kemitraan strategis bersama BNP Paribas AM, Bank DBS Indonesia menghadirkan pilihan terbaru investasi berbasis ESG, yakni Reksa Dana BNP Paribas Indonesia ESG Equity. Produk ini hadir dalam full-fledged digital banking aplikasi digibank by DBS, yang semakin memudahkan nasabah untuk membeli dan menjual produk investasi sekaligus berkontribusi positif terhadap lingkungan dan ekonomi Indonesia, ” kata Rudy dalam acara media Gathering Rabu (2/8/2023) di Jakarta.

Rudy memaparkan, per Februari 2023, dana kelolaan reksa dana yang mengusung tema ESG telah mencapai Rp4,796 triliun, atau melonjak signifikan dari Rp253 miliar pada tahun 2017. Ini juga seiring dengan jumlah reksa dana yang mengusung tema ESG yang meningkat drastis dari satu produk pada 2016 menjadi 20 per Februari 2022.

“Sejalan dengan peningkatan tersebut, segmen priority dan private banking kini mulai beralih ke instrumen investasi berbasis ESG, dan tren ini sudah disikapi sejak awal oleh Bank DBS Indonesia,” katanya.

Baca juga :   Pendapatan Autopedia Tembus Rp1 Triliun, Caroline.id Jadi Penopang Utama

BNP Paribas Indonesia ESG Equity merupakan investasi reksa dana saham yang mengintegrasikan pengukuran aspek ESG dalam pemilihan investasinya untuk mendukung praktik bisnis yang lebih baik dan berkelanjutan.

Presiden Direktur PT BNP Paribas Asset Management Priyo Santoso menegaskan, keberlanjutan merupakan komitmen BNP Paribas Asset Management di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

“Lewat Reksa Dana BNP Paribas Indonesia ESG Equity, kami menerapkan kriteria ESG yang merujuk pada prinsip dan pedoman ESG yang digunakan oleh BNP Paribas Asset Management di seluruh dunia, untuk memilih emiten dalam portofolionya. Metode ini kami yakini dapat memberikan pengelolaan risk-adjusted return yang lebih baik, serta turut mengajak para investor untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), dimana kami berfokus pada Environment sustainability, Equality & inclusive growth, dan Energy transition, atau ‘the 3Es’. Kami berupaya untuk menghasilkan skor ESG yang lebih baik dan jejak karbon lebih rendah dari tolok ukurnya. Keterbukaan ini adalah keterbukaan ESG pertama yang dilakukan oleh manajer investasi di Indonesia, ” katanya.

Baca juga :   Dicari Startup Potensial Untuk Raih Investasi US$ 1 juta

Upaya meyakinkan para investor untuk berfokus pada aset keberlanjutan pun didukung oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Head of Business Development 2 Division PT Bursa Efek Indonesia Ignatius Denny Wicaksono menyampaikan, investasi sektor ritel SDG didominasi oleh investor anak muda. Untuk itu, pihaknya berupaya mengembangkan ekosistem pasar modal Indonesia yang mengadopsi dan memanfaatkan praktik-praktik keberlanjutan.

“Kami berharap langkah ini dapat mendorong perkembangan ekosistem investasi berkelanjutan dan menggerakkan perusahaan-perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam mencapai tujuan keberlanjutan di Indonesia, ”katanya.

 

STEVY WIDIA 

Tags: Environmental Social and Governance (ESG)investasiPT Bank DBS IndonesiaPT BNP Paribas Asset Management
Previous Post

Antusias Milenial Dorong Bisnis Properti Bangkit Kembali

Next Post

Startup Beleaf Raih Pendanaan Seri A Sebesar US$6,85 Juta

Related Posts

Bain&Company
Digital Business

Bain & Company: Aktivitas Private Equity Asia Tenggara Lesu di 2025, Hanya Raup US$14 Miliar

25 Maret 2026
0
Caroline.id
Industry

Pendapatan Autopedia Tembus Rp1 Triliun, Caroline.id Jadi Penopang Utama

25 Maret 2026
0
Pendanaan Carsome
Startup & Entrepreneurship

Perkuat Ekspansi Asia, Carsome Raih Investasi Strategis US$30 Juta dari Investor Hong Kong

18 Maret 2026
0
Load More
Next Post
Beleaf

Startup Beleaf Raih Pendanaan Seri A Sebesar US$6,85 Juta

Monash University Indonesia

Monash University dan Sinar Mas Land Gelar Kompetisi Urban Design Berbasis Riset

Erajaya Digital

Berkat Strategi Ekspansi Footprint Ritel, Erajaya Catat Peningkatan Penjualan 23,5%

Discussion about this post

Recent Updates

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

30 Maret 2026
ITSEC Asia

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
KPPU Fintech

KPPU Putuskan 97 Fintech P2P Lending Bersalah Atas Perkara Kartel Bunga

30 Maret 2026
Intervyou

Intervyou Luncurkan Platform Persiapan Karir Berbasis AI di Indonesia

30 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

30 Maret 2026
ITSEC Asia

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
KPPU Fintech

KPPU Putuskan 97 Fintech P2P Lending Bersalah Atas Perkara Kartel Bunga

30 Maret 2026
Intervyou

Intervyou Luncurkan Platform Persiapan Karir Berbasis AI di Indonesia

30 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version