Minggu, 22 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News VARIOUS

Ini Tanda Kalau Kamu Diincar Pemberi Lowongan Kerja Palsu

4 Desember 2022
in VARIOUS
Reading Time: 2 mins read
Lowongan Kerja Palsu

Pekerja baru (first jobber). (Foto; ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Mulai pulihnya ekonomi Indonesia saat ini menghasilkan lebih banyak lowongan kerja. Data dari Kementerian Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa ada peningkatan sebesar 1,87% lowongan kerja baru pada tahun 2022 dibandingkan dengan 2021.

Meningkatnya jumlah lowongan kerja juga bisa mengakibatkan meningkatnya penipuan pekerjaan dan lowongan-lowongan palsu. Managing Director JobStreet Indonesia Varun Mehta mengatakan, hal ini dapat terjadi karena banyak pihak tak bertanggung jawab yang menyalahgunakan nama besar dari sebuah perusahaan dengan tujuan menjebak orang-orang yang sedang mencari pekerjaan.

“Secara psikologis, orang yang sangat terdesak mencari pekerjaan cenderung kurang fokus dalam memeriksa iklan lowongan, sehingga kurang teliti dan antisipatif terhadap modus penipuan yang mungkin terjadi. Situasi ini lah yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum perusahaan palsu,” kata Varun dalam keterangannya Sabtu (3/12/2022).

Menurut dia, lowongan palsu itu kadang meminta kandidat mengirimkan sejumlah uang sebagai jaminan untuk langsung diterima kerja.  Biasanya, cara yang digunakan adalah menggunakan informasi palsu dari sebuah perusahaan besar atau menciptakan perusahaan fiktif.

Baca juga :   Bigo Live Kembali Gelar Ajang Penghargaan bagi Broadcaster

“Hal ini juga dapat berdampak terhadap psikologis pencari kerja yang jatuh ke lubang ini. Korban bisa putus asa dan kehilangan semangat untuk mencari lowongan kerja yang lain. Oleh karena itu para pencari kerja harus lebih berhati-hati saat menerima lowongan pekerjaan,” katanya lagi.

Berikut beberapa tips dari JobStreet yang bisa kamu bisa lakukan agar bisa menjadi pelamar kerja yang cermat dan terhindar dari lowongan kerja palsu:

Jika pekerjaannya terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar pekerjaannya memang begitu adanya.

Orang yang menjadi korban penipuan biasanya tertarik dengan janji gaji tinggi dan pekerjaan mudah, yang merupakan kombinasi ideal bagi mereka yang mencari pekerjaan paruh waktu atau mereka yang memiliki pengalaman bekerja yang minim.

Baca juga :   Uni Eropa Beri Beasiswa Bagi 94 Mahasiswa dan Dosen Indonesia

Perekrut berkomunikasi secara eksklusif melalui media sosial.

Jika seorang perekrut menghubungi kamu melalui media sosial, kamu sebaiknya sudah lebih skeptis. Perekrut dari perusahaan resmi biasanya berkomunikasi melalui email, telepon, atau aplikasi lowongan kerja, di mana identitas mereka yang sebenarnya ditampilkan.

Perusahaan mengirimkan email yang mencurigakan.

Berkomunikasi melalui email tidak secara otomatis membuat perekrut menjadi sah. Bahkan, kamu bisa mengidentifikasi penipuan rekrutmen lowongan pekerjaan berdasarkan isi email. Apakah pesan tersebut berasal dari alamat email resmi perusahaan? Jika itu berasal dari alamat email pribadi atau yang tidak terkait dengan perusahaan yang diklaimnya mewakili, maka iklan pekerjaan itu bisa jadi penipuan.

Perekrut pekerjaan menanyakan informasi pribadi kamu.

Perekrut pekerjaan nyata hanya tertarik pada hal-hal di resume kamu: pekerjaan dan latar belakang pendidikan, keahlian, dan informasi pribadi dasar kamu. Di luar itu, tidak ada perusahaan yang benar-benar menggunakan informasi tambahan apa pun, seperti detail bank atau nomor jaminan sosial kamu. kamu hanya boleh memberikan informasi pribadi ini setelah perusahaan mempekerjakan kamu.

Baca juga :   Otomatisasi Dan Teknologi Bantu Produktivitas UKM

Kamu mendapatkan tawaran pekerjaan instan—tanpa surat lamaran.

Jika seseorang menghubungi kamu  secara online dengan tawaran pekerjaan langsung, itu adalah tanda bahaya yang serius. Tawaran pekerjaan tidak dibagikan secara bebas dan acak kepada siapa pun yang memiliki alamat email atau akun media sosial.

Perekrut meminta uang dari kamu.

Oknum lowongan pekerjaan palsu dapat mengambil jumlah uang yang banyak dari para pencari kerja. Mereka meyakinkan korban untuk mengeluarkan uang sebagai bagian dari pekerjaan, dengan janji mendapatkan jumlah yang lebih besar di kemudian hari. Kemungkinan besar lowongan itu palsu.

 

STEVY WIDIA

Tags: JobStreet Indonesialowongan kerja barulowongan kerja palsu
Previous Post

Ini Video Trending Terpopuler di Indonesia Sepanjang 2022

Next Post

Daihatsu Dress Up e-Challenge 2022 Adu Ide Kreatif Modifikator Muda Indonesia dan Malaysia

Related Posts

Tren Rekrutmen 2026
News

Kini Ada Platform Belajar Gratis Bagi Pekerja Profesional

25 Agustus 2022
0
UKM Diyakini Jauh Lebih Siap Pada PSBB Kali Ini
Headline

Kiat Perusahaan Hadapi The Great Resignation

13 Februari 2022
0
rekrutmen kerja
News

JobStreet Gelar Virtual Career Fair Dengan 2000 Lowongan Kerja Dalam 3 Hari

12 Oktober 2021
0
Load More
Next Post
Daihatsu Dress Up e-Challenge (DDeC) 2022

Daihatsu Dress Up e-Challenge 2022 Adu Ide Kreatif Modifikator Muda Indonesia dan Malaysia

Tanoto Foundation

Program TELADAN Tanoto Foundation Luluskan 160 Calon Pemimpin Masa Depan

CEO JDL Express Indonesia Echo Hong

JDL Express Indonesia Siapkan 300 Armada Untuk Hadapi Harbolnas 12.12

Discussion about this post

Recent Updates

rumah kompos Cargill

Cargill Terapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Lewat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

21 Februari 2026
JULO

JULO Siap Dukung Kebutuhan Finansial Masyarakat Selama Ramadan dengan Sistem dan Promo Khusus

21 Februari 2026
Vaseline Pamerkan Inovasi Teknologi Perawatan Kulit Tandus

Vaseline Pamerkan Inovasi Teknologi Perawatan Kulit Tandus

21 Februari 2026
startuo AI funding

Investor Guyur Startup AI Tahap Awal US$9 Miliar, Sektor Robotika dan Keamanan Siber Jadi Primadona

21 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
rumah kompos Cargill

Cargill Terapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Lewat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

21 Februari 2026
JULO

JULO Siap Dukung Kebutuhan Finansial Masyarakat Selama Ramadan dengan Sistem dan Promo Khusus

21 Februari 2026
Vaseline Pamerkan Inovasi Teknologi Perawatan Kulit Tandus

Vaseline Pamerkan Inovasi Teknologi Perawatan Kulit Tandus

21 Februari 2026
startuo AI funding

Investor Guyur Startup AI Tahap Awal US$9 Miliar, Sektor Robotika dan Keamanan Siber Jadi Primadona

21 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version